BLORA – Dilantiknya Komjen Pol Agus Andrianto jadi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan membawa kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Blora.
Masuknya sang jendral ke jajaran Kabinet Merah Putih untuk membantu Prabowo Subianto-Gibran memang sudah diketahui keluarga sejak awal.
Sebagaimana pengakuan Sri Setyorini yang merupakan kakak Komjen Pol Agus Andrianto, pada 13 Oktober pihaknya sudah diberi kabar jika sang adik bakal masuk jajaran kabinet. Hanya belum tahu di posisi sebagai apa.
"Tanggal 13 malam saya pulang dari Mekah mampir di Jakarta. Kemudian ketemu dan bilang," ujarnya.
Saat bertemu di Jakarta itulah sang adik sudah menyampaikan ke Rini bahwa ia diminta bantuan dan dipercaya untuk masuk jajaran kabinet Prabowo-Gibran.
Hanya Komjen Pol Agus Andrianto tak menyampaikan detail ditugasi sebagai posisi apa.
"Kak iki aku dipercaya untuk membantu. Di posisi apa nanti akan tahu sendiri," ujarnya menirukan ucapan Agus.
Sri Setyorini dan keluarga sendiri tak menghadiri acara pelantikan Komjen Pol Agus Andrianto yang dilantik pada Senin 21 Oktober menjadi Menteri.
Menurut Sri yang juga menjadi calon wakil bupati Blora itu, dia dan keluarga besar akan ke Jakarta saat serah terima jabatan nanti.
"Mungkin nanti pas serah terima jabatan dengan menteri lama, baru saya ke sana dengan keluarga," paparnya.
Dia sendiri mengucapkan selamat kepada sang adik yang mengemban amanah baru.
Namun ia berpesan agar sang adik hati-hati. Lantaran jabatan saat ini berbeda dengan sebelumnya.
"Kami dari keluarga tentu bangga. Karena beliau dipercaya bapak Presiden Prabowo dan membantu pemerintahan bapak Prabowo," paparnya.
Ia pun berpesan agar adeknya itu hati-hati. Bekerja dengan baik. Dan menjalankan tugas sesuai alur dan ketentuan.
"Pesan saya hati-hati. Dia sudah paham kalau saya bilang begitu. Karena dulu di kepolisian, sekarang di pemerintahan," tambahnya.
Menurutnya sejauh ini Komjen Pol Agus Andrianto tak pernah meminta saran dari Sri.
Sebab menurut Agus lebih pintar dan berani mengambil langkah dan sikap.
"Saya yang kadang malah minta saran. Dia sudah pinter. Dia yakin dia bisa. Kalau saya kadang masih takutt ilmunya beda. Kalau komunikasi tiap hari. Kalau longgar ngobrol sama saya," imbuhnya. (tos)
Editor : Ali Mustofa