Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bayi asal Ngawen Blora Meninggal di Inkubator, Begini Penjelasan Pihak Rumah Sakit

Eko Santoso • Jumat, 13 September 2024 | 00:25 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Ilustrasi Garis Polisi

BLORA – Nasib malang dialami bayi laki-laki dari salah satu keluarga di Kecamatan Ngawen.

Pasalnya, ia meninggal dengan luka-luka diusianya yang baru enam hari.

Bayi tersebut meninggal di RSUD R. Soetijono Blora usa diletakkan di inkubator. 

Dari foto-foto yang beredar, kulit bayi tersebut melepuh terutama pada lengan.

Kasi Pelayanan Keperawatan, Nanang Anacardia mengataka, ibu bayi semula merupakan pasien yang melakukan persalinan di Rumah Sakit DKT, lantaran prosesnya yang lama, kemudian ia dirujuk ke RSUD R. soetijono Blora.

"Masuk di kami pukul 13.00 WIB tanggal 31 Agustus. Kemudian pukul 14.00 WIB dilakukan pemeriksaan ulang. Dan berlanjut proses persalinan dengan dokter di IGD. Sampai bayi melahirkan secara spontan," jelasnya. 

Namun, kondisi bayi dianggap kurang bagus. Sehingga kemudian dilaporkan ke dokter spesialis anak.

Setelahnya, bayi tersebut ditranfer ke ruang PICU MICU setelah disetujui keluarga.  

"Bayi dirawat di PICU MICU. Di inkubator. Dibantu dengan alat bantu nafas," imbuhnya. 

Namun seiring berjalannya waktu kondisi bayi tersebut tidak makin membaik. Justru kian memburuk. 

"Kondisi pasien kurang bagus. Kemudian pada 5 September pukul 03.00 WIB kondisi masih kurang baik. Sampai pukul 07.00 WIB dilakukan perawatan maksimal, namun nyawa bayi tak bisa diselamatkan. Dan dinyatakan meninggal dunia," tuturnya. 

Sementara itu, saat terkait dugaan luka bakar yang terdapat pada tubuh bayi, Direktur RSUD R. Soetijono Blora, Puji Basuki masih belum memastikan penyebabnya. Sebab, masih perlu investigasi. 

"Jadi kami masih belum bisa memastikan. Tim audit masih melakukan investigasi. Kami belum bisa melaporkan hasilnya,’’ jelasnya.

Menurutnya, tim audit atau investigasi itu juga melibatkan pihak terkait seperti dinas kesehatan. Tim akan bekerja selama 40 hari ke depan. 

"Tim akan bekerja dulu. Setelah itu baru tahu gambarannya seperti apa," paparnya. 

Hasil dari investigasi itu pun juga akan disampaikan ke dewan pengawas. Dinas Kesehatan hingga Ke Kementrian Kesehatan juga. 

"Kami komitmen menegakkan. Kalau salah ya salah," imbuhnya. 

Menurutnya agar investigasi berjalan, dua tenaga kesehatan yang menangani bayi tersebut sementara dimutasi. 

"Sudah dipindah kemarin ke Dinas Kesehatan. Untuk evaluasi, dan memudahkan kami investigasi," ujarnya.

Selain itu, ia akui pihaknya telah memberikan kompensasi berupa tali asih kepada keluarga yang berduka.

"Bukan kompensasi. Hanya tali asih saja. Karena kami ikut turut berduka cita,’’ ucapnya. (tos/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#rsud blora #meninggal #bayi #Bayi meninggal inkubator #blora