Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Desa Bleboh Blora yang Banyak Ditemukan Jejak Manusia Kalang yang Punya Kebudayaan Tinggi

Vachri Rinaldy • Senin, 19 Agustus 2024 | 18:36 WIB
Situs Bleboh di Desa Bleboh, Kecamatan Jiken, Blora
Situs Bleboh di Desa Bleboh, Kecamatan Jiken, Blora

BLORA – Kabupaten Blora memiliki kisah masa lampau yang menarik untuk diulas. Salah satunya keberadaan Manusia Kalang.

Masyarakat yang hidup ribuan tahun lalu di hutan Blora ini, konon sudah memiliki kebudayaan yang tinggi.

Di antaranya, ditandai dengan adanya bekal kubur.

Benda-benda kubur ini merupakan barang-barang yang ditaruh di dalam kuburan Masusia Kalang saat meninggal dunia.

Seperti alat pertanian, gerabah, dan lain-lain.

Saat ini, beberapa temuan tersebut disimpan di Rumah Artefak Blora.

Baca Juga: Jejak Orang Austronesia di Pesisir Rembang, Sudah Ada sebelum Wong Kanung Lasem dan Manusia Kalang Blora, Disebut sebagai Nenek Moyang Orang Jawa

Gunung Pontang, disebut sebagai lokasi situs kubur Manusia Kalang.

Dilansir dari website resmi Pemerintah Kabupaten Blora ( blorakab.go.id ), situs ini berada di Desa Bleboh, Kecamatan Jiken.

Lokasinya berada sekitar 27 kilometer dari pusat kota.

Di sini ditemukan 23 makam kuno Manusia Kalang di Kawasan Hutan Bleboh.

Pada website tersebut juga dijelaskan bahwa Wong Kalang ini memang tinggal kawasan hutan Bojonegoro, Blora, Pati, dan sekitarnya.

Baca Juga: Cerita Wong Kanung yang Hidup di Pegunungan Lasem Rembang Ribuan Tahun Lalu, Konon Lebih Tua dari Manusia Kalang di Blora

Biasanya makam Wong Kalang ditandai dengan batu besar di atasnya.

Di dalamnya juga terdapat benda berharga saat hidup yang turut dikubur atau yang disebut bekal kubur.

Pada makam batu besar yang ditemukan, posisi kepala diletakkan ke arah timur dan kaki ke arah barat.

Proses pemakaman seperti itu menganut Konsepsi Chtonis, yang berpendapat, timur merupakan arah matahari terbit sehingga bisa diartikan sebagai awal kehidupan.

Sementara, barat merupakan arah tenggelamnya matahari, yang dimaknai dengan akhir dari kehidupan.

Beberapa benda peninggalan Wong Kalang juga pernah ditemukan warga di sejumlah tempat, seperti sabit, golok, mata tombak dan pangot.

Baca Juga: Unik! Ini Letak Persamaan dan Perbedaan Dua Prasasti Tionghoa yang Ditemukan di Pancur Rembang

Diberitakan radarpati.jawapos.com pada 23 Juli 2024, sempat mencuat usulan untuk membuat kajian akademik tentang Manusia Kalang.

Usulan itu muncul saat dilaksanakan diskusi di Rumah Artefak Blora.

Acara tersebut menghadirkan Dewan Kebudayaan Blora (DKB), Dinporabudpar, dan Pengelola Rumah Artefak.

Pengelola Rumah Artefak Lukman Wijayanto menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian Manusia Kalang ini sudah ada sejak 2500 tahun yang lalu.

Baca Juga: Tak Hanya Prasasti Tionghoa di Pancur Rembang, Temuan Talud Kuno di Hutan Sale Juga akan Diteliti, Begini Gambarannya

Manusia Kalang ini juga diceritakan pernah ditugaskan menjaga dan mengelola hutan jati saat masa Kerajaan Majapahit.

Selain itu catatan soal manusia kalang juga ada di masa pemerintahan Sultan Agung.

Manusia kalang diminta Sultan Agung untuk membantu pemindahan kraton dari Kota Gede ke Pleret. Sebab, manusia kalang juga dikenal memiliki keahlian bidang pertukangan, perkayuan, dan tembaga.

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#sejarah #blora #Sejarah Blora #Desa Bleboh #Jejak Manusia Kalang #Manusia Kalang Blora #manusia kalang