RADAR KUDUS – Kisah Siu Ban Ci, selir kesayangan Prabu Brawijaya V ternyata tidak seindah dongeng-dongeng yang hidup mewah dan dilayani para dayang.
Perempuan muslim asal China justru disingkirkan dari istana oleh Prabu Brawijaya V karena desakan permaisuri Kerajaan Majapahit.
Siu Ban Ci merupakan selir Prabu Brawijaya V yang melarang warga Cepu Blora, Bojonegoro, khususnya keturunan Adipati Cepu.
Siu Ban Ci atau Sie Ban Ci atau Dewi Kian merupakan istri muda dari Bhre Kertabhumi.
Dia merupakan putri Tan Go Hwat seorang saudagar dan ulama bergelar Syekh Bantong atau Kiai Batong sekaligus cucu dari Syekh Quro.
Baik Syekh Bantong maupun Syekh Quro dikenal sebagai ulama yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.
Siu Ban Ci Diusir dari Istana saat mengandung Raden Patah
Kisah cinta Prabu Brawijaya V dengan Siu Ban Ci berawal saat Syekh Bentong datang ke istana untuk meminta izin berdagang.
Tak hanya membawa cindera mata seperti kain sutera hingga keramik, Syekh Bentong juga membawa anaknya Siu Ban Ci ke istana.
Tak disangka, Prabu Brawijaya V justru menyukai Siu Ban Ci pada tampilan pertama.
Setelah pertemuan itu, Prabu Brawijaya V lalu meminta izin Syekh Bentong untuk menjadikan Siu Ban Ci sebagai istri atau selir.
Usai Prabu Brwaijaya V menjadikan Siu Ban Ci sebagai selir, permaisuri merasa cemburu.
Sebab dikisahkan Prabu Brawijaya V sangat mencintai Siu Ban Ci dan sering mengunjungi kamar Siu Ban Ci.
Kecemburuan permaisuri semakin memuncak saat Siu Ban Ci mengandung.
Baca Juga: SOSOK Raja Majapahit Prabu Brawijaya V yang Moksa ke Gunung Lawu: Muallaf Berkat Sunan Kalijaga
Saat itu permaisuri meminta Prabu Brawijaya V untuk menceraikan Siu Ban Ci.
Mulanya Prabu Barwijaya V enggak menceraikan Siu Ban Ci.
Namun karena diancam, Prabu Brawijaya V akhirnya menceraikan Siu Ban Ci lalu mengirimnya ke Palembang.
Di Pelembang Siu Ban Ci dititipkan kepada Adipati Palembang Arya Damar yang juga anak dari Prabu Brawijaya V.
Meski masih mencintai Siu Ban Ci, Prabu Brawijaya V akhirnya melepaskan selir kesayangannya sekaligus melerakan Siu Ban Ci dinikahi anaknya sendiri yakni Arya Damar.
Meski dinikahi Arya Damar atau Swan Liong, Prabu Brawijaya V meminta agar Siu Ban Ci tidak disentuh hingga bayi dalam kandungan Siu Ban Ci lahir.
Bayi itulah yang kelak menjadi sosok Raden Patah, pendiri Kerajaan Demak Bintoro.
Dari hasil pernikahan Siu Ban Ci dengan Arya Damar lahirlah Raden Kusen atau Adipati pecat Tondho di Terung alias Kin San yang merupakan adik tiri Raden Patah.
Editor : Noor Syafaatul Udhma