Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Percepat Pembangunan Infrastruktur, Pemkab Blora Berencana Ajukan Pinjaman ke Bank, Segini Nilai Nominalnya

Arif Fakhrian Khalim • Kamis, 15 Agustus 2024 | 18:42 WIB

 

TERUS BERBENAH: Salah satu jalan di Kecamatan Cepu diperlebar dan diperbaiki belum lama ini.
TERUS BERBENAH: Salah satu jalan di Kecamatan Cepu diperlebar dan diperbaiki belum lama ini.

BLORA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berencana mengajukan pinjaman daerah kembali pada pihak bank.

Nilai pinjaman tersebut jumlahnya lebih besar dari pinjaman yang pernah diajukan sebelumnya yakni Rp 215 miliar.

Rencananya, pinjaman tersebut untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Kota Sate.

Sekretaris Daerah Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi mengatakan, usulan tersebut belum mencapai kesepakatan.

Pasalnya akan dilakukan pembahasan oleh eksekutif dan legislatif mendatang.

Uang itu direncanakan untuk membiayai percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blora.

“Memang benar, kami merencanakan untuk melakukan pinjaman daerah kembali sebesar Rp 215 miliar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pemkab sudah pernah melakukan pengajuan pinjaman kepada bank sebesar Rp 139 miliar pada tahap awal pemerintahan Bupati Arief Rohman.

Hal itu menjadi acuan untuk meminjam kembali, pasalnya bisa terbayar.

“Hutang itu bisa kami selesaikan dengan baik,” ungkapnya.

Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Blora Achlif Nugroho Widi Utomo menyampaikan, usulan pinjaman daerah Rp 215 miliar kepada bank masih belum final.

Nominal pinjaman tersebut sudah masuk dalam rancangan KUA-PPAS APBD Kabupaten Blora tahun 2025.

“Ini baru rancangan yang diajukan oleh eksekutif. akan dibahas lebih lanjut oleh legislatif,” ungkapnya.

Politisi partai PPP tersebut kembali menegaskan, rencana pinjaman daerah bukanlah keputusan final.

Apakah disepakati berhutang lagi atau tidak, masih perlu digodok.

Nilai yang diajukan juga bisa jadi berubah tergantung kebijakan pemerintahan blora yang baru.

“Keputusan final-nya akan dibahas lebih lanjut oleh DPRD yang baru bersama pemerintahan yang akan datang,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Arief Rohman mengungkapkan tantangan pembangunan di Blora salah satunya APBD yang terbatas, yakni Rp 200 milir hingga Rp 300 miliar per tahunnya.

Sehingga, pemkab lakukan beragam upaya dengan mengajukan bantuan kepada pemerintah provinsi (pemprov) hingga pusat, tak terkecuali dengan skema pinjaman daerah.

“Insyaallah tahun depan bisa pinjam bank lagi senilai Rp 200 miliar, sehingga bisa untuk tambahan pembangunan infrastruktur,” ucapnya. (ari/ali)

Editor : Ali Mustofa
#Pemprov #kua-ppas #APBD #bupati #pinjaman daerah #pemkab #infrastruktur #blora #bank #arief rohman