BLORA – DPD Golkar Blora jagokan Bahlil Lahadalia untuk gantikan Airlangga Hartarto duduki kursi ketua umum.
Hal itu seiring akan digelarnya munaslub Golkar dalam waktu dekat.
Sejumlah nama memang tengah santer diberitakan masuk bursa menggantikan posisi Airlangga. Di antaranya Agus Gumiwang, Bambang Soesatyo, dan Bahlil.
Dari tiga nama yang mencuat itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kabupaten Blora, Siswanto mengatakan siap mengusulkan nama Bahlil Lahadalia sebagai ketua umum partai berlambang pohon beringin tersebut pada munaslub mendatang.
Siswanto menjelaskan Munaslub Partai Golkar rencananya akan diselenggarakan sebelum 27 Agustus 2024 atau sebelum pendaftaran paslon pilkada.
"Golkar Blora siap dukung penuh pak Bahlil untuk meneruskan estafet ketum,’’ jelasnya.
Menurutnya ada alasan mengapa pihaknya mendukung Bahlil Lahadalia sebagai ketua umum. Di antaranya karena mempunyai visi dan jaringan yang luas.
"Terlebih, Pak Bahlil orang lama di Golkar. Kami mencalonkan Pak Bahlil karena dia kader asli partai Golkar, mulai berkarir menjadi bendahara partai Golkar Papua. Dia juga masih muda, cerdas dan visioner serta punya jaringan yang luas di bidang perekonomian, investasi dan juga birokrasi di Indonesia,’’ ujarnya.
Ia juga mengatakan, mundurnya Airlangga Hartanto dari jabatannya sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar berdampak panjang.
Selain isu munaslub hingga perpecahan di tubuh internal, juga merembet pada rekomendasi partai untuk pilkada November mendatang.
Namun, Siswanto mengatakan, keputusan Airlangga tersebut harus dihargai sebagai keputusan pribadi.
Sebab pilihan mundur merupakan hak pula bagi Menko Perekonomian itu.
‘’Ya yang pasti itu hak dia. Kedua karena dinamika politik nasional. Masa transisi kepemimpinan. Beliau mau fokus tugas sebagai Menko,’’ jelasnya.
Meski ramai diberitakan di skala nasional tentang isu adanya perpecahan internal hingga manuver dan intervensi kekuatan politik, menurutnya di tataran daerah hal tersebut tidak terjadi.
"Itu kan nasional, kalau di struktur daerah tidak ada masalah. Kader stabil, solid, kepengurusan stabil. Sudah diatur. Ini dinamika terjadi pak Airlangga saja,’’ imbuhnya.
Hanya saja kemunduran itu berpengaruh pada rekomendasi dari Golkar untuk pilkada November mendatang.
Yang semula dijadwalkan akan turun pada 18 Agustus, akhirnya diundur.
Hal tersebut pulalah yang menyebabkan Golkar saat ini belum bersikap untuk pilkada November mendatang dalam menentukan arah dukungan di berbagai daerah. Termasuk di Blora.
"Perihal rekom pilkada rencana 18 Agustus 2024. Dengan dinamika ini maka rekom pilkada akan diterbitkan setelah munaslub yang rencana digelar 21 Agustus 2024," ujarnya. (tos/zen)
Editor : Ali Mustofa