Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cerita Haru Wakapolri Asal Blora Komjen Pol Agus Andrianto : Ditinggal Sang Ibunda saat Pendidikan Akpol

Eko Santoso • Kamis, 1 Agustus 2024 | 22:24 WIB

TUNJUKKAN: Adik Komjen Pol Agus Andrianto, Agus Oni Setiawan menunjukkan foto sang jenderal bersama istrinya Evi Celiyanti yang terpasang di rumah Kakak kandung mereka Sri Sudarno.
TUNJUKKAN: Adik Komjen Pol Agus Andrianto, Agus Oni Setiawan menunjukkan foto sang jenderal bersama istrinya Evi Celiyanti yang terpasang di rumah Kakak kandung mereka Sri Sudarno.



BLORA - Di balik kesuksesannya menjadi wakapolri, ada cerita perjuangan Komjen Pol Agus Andrianto yang bikin haru.

Yaitu penyesalannya paling mendalam yang dirasakan oleh Komjen Pol Agus Andrianto - polisi asli Blora yang ditunjuk menjadi Wakapolri - adalah belum sempat membahagiakan ibu kandungnya yang bernama Sri Sudaryati.

"Beliau (Komjen Agus Andrianto, Red) pernah bercerita kepada saya. Satu hal yang sangat disesalkan beliau adalah belum sempat membahagiakan ibu kandung kami, Ibu Sudaryati. Karena pada 1986, ibu kami meninggal dunia. Dan Pak Agus masih tingkat satu Akpol. Dan kami semua sangat merasa kehilangan seorang ibu," ungkap Oni kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Oni bercerita pada saat masih usia sekolah, Andri merupakan seorang yang patuh dengan kedua orang tuanya.

Setiap pagi, dia lah yang bangun paling dulu untuk membangu ibu dan bapak mereka. Membantu ibunya untuk memasak.

Dilanjutkan dengan membantu bapaknya untuk mencuci.

"Yang paling saya ingat adalah beliau itu pribadi yang sangat rajin membantu orang tua dan ibadah. Beliau juga pinter menyambal. Beliau juga fasih dalam memarut kelapa untuk bikin santan, untuk masak yang bersantan," cerita Oni melanjutkan.

Ketaatan itu tak berhenti begitu saja saat Agus Andrianto sudah menjadi polisi dan memiliki pangkat yang tinggi.

Saat sedang pulang kampung, Sang Jenderal juga selalu menyempatkan untuk ziarah ke makam Ibu Sri Sudaryati yang meninggal saat masih masa pendidikan Akpol dan Bapak Sukarsono yang meninggal pada 2014 lalu.

Saat masih sekolah, Oni memandang bahwa perjalanan pendidikan kakak kandungnya itu juga terhitung mulus. Tidak pernah neko-neko.

Mulai dari SD Tempelan, SMPN 1 Blora, SMAN 1 Blora, serta mendaftar di Akpol dan langsung diterima.

"Setiap berkunjung ke kampung halaman, satu yang beliau pasti laksanakan adalah ziarah di makam orang tua. Mungkin jalan beliau yang mulus itu adalah berkah dari kepatuhan beliau dengan orang tua," terang adik bungsu yang berpenampilan sederhana itu.

Oni mendapat kabar kenaikan jabatan kakaknya sesaat setelah surat surat telegram dari Kapolri tentang ditunjuknya Komjen Pol Agus Andrianto menjadi Wakapolri dikirimkan ke grup keluarga.

Saat itu, keluarga besar Jenderal mengungkapkan syukur atas kepercayaan negara terhadap salah satu anggota keluarga mereka untuk menjadi orang nomor 2 di tubuh Polri.

Prestasi itu menurut Oni langsung mengangkat derajat dan nama besar keluarga.

Bahkan, secara tidak langsung juga mengangkat nama Kabupaten Blora, kampung halaman wakapolri baru itu.

"Meskipun berat amanah yang diemban, kami berharap dan berdoa semoga pak Agus Andrianto bisa menyelesaikan amanah yang diemban saat ini dengan sebaik-baiknya hingga purna tugas di 2025 nanti," ungkap Oni mendoakan kakak kandungnya itu. (*/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#masa kecil wakapolri #wakapolri #akpol #Sosok wakapolri #blora