BLORA - Pelaku kesenian wayang thengul di Desa Bangowan, Kecamatan Jiken diliputi kegalauan.
Pasalnya, satu-satunya wayang thengul di Kabupaten Blora itu tidak lagi diminati generasi muda. Sulit regenerasi.
Nurwanto, dalang wayang thengul itu mengakui tidak lagi ada anak muda yang mau belajar menjadi dalang wayang thengul.
Ia juga sedih melihat anaknya yang tidak meneruskan kesenian yang digelutinya.
"Pemain wayang thengul sudah hampir berusia tua semua. Sudah saatnya yang muda melanjutkan kesenian ini untuk tetap lestari," ucapnya.
Ia menjelaskan, belajar wayang thengul dan menjadi dalang didapatkan dari almarhum ayah yang dahulu memainkan wayang.
Ia merupakan generasi ke empat dalam silsilah keluarganya yang menjadi dalang.
"Dalang itu turun temurun dari mulai buyut sampai saat ini sudah terakhir. Wayang sudah tidak lagi ditekuni sebagai profesi. Lebih memilih menjadi petani dan pergi merantau," ujarnya.
Baca Juga: RAMAI Disandingkan dengan Arief Rohman di Pilkada 2024 Blora, Budhe Rini Masih Bungkam, Ada Apa?
Saat ini, ia dan enam pemain musik wayang thengul berharap ada generasi muda yang mau belajar wayang thengul.
Ia menyediakan kelas gratis. Yang ingin belajar dipersilakan, asalkan niat dan kemauan untuk kesenian itu tinggi.
"Desa Wisata Bangowan ini sudah masuk desa wisata terbaik di Indonesia. Perlu kiranya, wayang thengul yang satu-satunya di Blora dilestarikan untuk menunjang ketertarikan wisatawan untuk belajar dan mengenali kesenian ini," ucapnya.
Baca Juga: Selamat! Rojihan dan Laras Terpilih sebagai Kakang Mbakyu Duta Wisata Blora 2024
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Iwan Setiyarso mengatakan, pihaknya akan terus memberikan dukungan dan support kepada pelaku kesenian wayang thengul di Desa Bangowan, Jiken.
Perlunya inovasi alternatif cerita atau lakon yang familiar di masyarakat dengan melihat kondisi saat ini.
"Kami akan menampilkan wayang thengul di kegiatan tingkat desa, kecamatan dan kabupaten sebagai ajang promosi kesenian dan menguatkan kembali branding wayang thengul sebagai salah satu aset berharga yang dimiliki Kabupaten Blora," tuturnya. (ari/nib)
Editor : Abdul Rokhim