BLORA - Beringin kembar tak hanya ada di Yogyakarta, di Kabupaten Blora juga ada.
Bedanya bila di Yogyakarta terletak di alun-alun, di Blora dua beringin itu berada di perempatan jalan atau berseberangan.
Beringin kembar di Blora itu terletak di Kelurahan Kunden, Blora.
Tepatnya di perempatan jalan Gunung Wilis.
Satu beringin di sudut perempatan sebelah selatan bagian timur.
Dan satunya berada di sudut perempatan utara bagian barat.
Bisa dibilang posisinya zig-zag.
Dengan kondisi itu dari arah mana pun dan hendak ke arah mana pun maka secara otomatis melintasi dua pohon itu.
Penamaan beringin kembar itu lantaran ukuran kedua pohon itu nyaris sama besarnya sehingga disebut beringin kembar.
Di Yogyakarta dua beringin kembar memiliki cerita mistis dan atau mitos yang melekat.
Begitu halnya dengan beringin kembar di Blora.
Di Blora dua beringin itu juga dianggap sebagai gerbang.
Bisa berperan sebagai pintu masuk sekaligus pintu keluar.
Menurut penuturan Mbah Mitro lokasi tersebut dirasakan memiliki energi kuat.
Sehingga dipercaya terdapat makhluk astral.
"Sifatnya di sini seperti gapura. Jadi bukan pusat," jelasnya.
Layaknya gapura gerbang rumah ia menyebut di dua beringin itu ada semacam penjaga.
Bisa dikatakan seperti genderuwo.
"Ya dia seperti satpamlah ya. Yang berjaga-jaga," imbuhnya.
Dari beringin kembar di lokasi tersebut menurutnya sebenarnya memiliki koneksi sampai ke alun-alun hingga rumah dinas Bupati.
Di alun-alun memang ada satu pohon beringin besar.
Kemudian di rumah dinas Bupati Blora juga terdapat pohon beringin. Bahkan sampai di kantor Setda juga.
"Ini bisa dibuat garis yang menghubungkan titik-titik ini," katanya.
Dalam kosmologi pemerintahan Jawa sejak zaman kerajaan, memang ada ciri khusus.
Seperti antara pendopo, alun-alun, pasar berada dalam satu garis.
"Bisa jadi ada kaitannya. Karena dari beringin kembar ini juga bisa ditarik garis lurus sampai pendopo, alun-alun dan pasar," tambahnya. (TOS).
Editor : Dzikrina Abdillah