CEPU - Taman Seribu Lampu, Taman Aryo Jipang, dan Taman Blora Bilingual School (BBS) di Cepu butuh perbaikan.
Pasalnya lampu taman rusak, paving copot, hingga fasilitas tempat duduk yang terkesan tidak terawat.
Yuli warga Kelurahan Cepu mengaku sering mengajak anak-anaknya untuk bermain di ruang terbuka di Taman Seribu Lampu itu.
Pasalnya, pohon-pohon yang ada membuat cuaca taman menjadi asri dan sejuk.
"Sering kalau Jumat anak-anak sekolahnya pulang cepat, sama Minggu pagi waktu libur sekolah," ujarnya.
"Senang sekali anak-anak bisa main dan lari-lari. Udaranya sejuk meskipun cuaca siang hari panas," ujarnya.
Namun, ia menyayangkan kondisi Taman Seribu Lampu saat malam hari.
Kondisi lampu banyak yang mati, tempat duduk banyak yang kurang terawat dan kondisi paving banyak yang copot.
"Sebenarnya bagus kalau malam hari, tapi banyak lampu yang rusak jadi kurang sesuai dengan nama tamannya. Semoga cepat dibenahi biar aman, indah, dan disenangi masyarakat Cepu dan sekitarnya," ucapnya.
Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora Ary Suhartono menjelaskan, perawatan dan pemeliharaan taman selalu dilakukan rutin.
Baru-baru ini pihaknya melakukan perawatan pada Patung Arjuna Wiwaha yang ada di Taman Seribu Lampu.
"Kami juga memahami kondisi taman yang ada di Kawasan Cepu harus diprioritaskan untuk perbaikan. Taman Aryo Jipang yang ada di dekat terminal juga harus ditata ulang setelah Terminal Cepu selesai diperbaiki," ujarnya.
Ia menambahkan, Taman BBS yang ada di dekat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)dr. R Soeprapto Cepu itu perlu perbaikan, ditambah lagi ada kios oleh-oleh Khas Blora yang baru saja dibangun.
Untuk Taman Seribu Lampu itu anggarannya lumayan besar.
"Perbaikan lampu, taman, area PKL, dan paving akan menjadi prioritas perbaikan kedepannya. Pasalnya, Taman Seribu Lampu terbagi menjadi enam titik. Satu wilayah taman membutuhkan anggaran perbaikan sekitar Rp 150 juta," tuturnya. (ari/war)
Editor : Ali Mustofa