BLORA – Terancam gagal panen di kala kemarau panjang, warga Desa Bergolo Kecamatan Ngawen lakukan salat Istisqa.
Yakni salat sunah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar dapat menurunkan air hujan.
Tepat usia salat Dzuhur, tampak warga dari berbagai umur berbondong-bondong menuju lapangan di Desa Bergolo.
Mereka membawa perlengkapan salat. Dari mukena, sarung, dan sajadah.
Hal itu diungkapkan Kepala Desa Bergolo, Subari.
Ia mengatakan, mayoritas warga Bergolo berprofesi sebagai petani.
Saat ini mereka memasuki musim tanam kedua. Namun sudah sebulan ini tak ada hujan.
"Ini sudah tidak ada hujan, tanaman-tanaman padi ini juga susah tumbuh, karena sawah semuanya sudah mengering," jelasnya.
Bahkan akibat kemarau panjang, saat ini tanah-tanah di persawahan yang ditanami padi sudah pecah-pecah.
Sehingga bila tak ada hujan petani terancam gagal panen.
Dari situlah kemudian warga berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat dan pihak desa untuk berikhtiar berdoa kepada Allah SWT.
"Awal mula ini tokoh-tokoh agama desa sini berkoordinasi dengan menemui Pemerintah Desa Bergolo untuk mengajak salat Istisqa bersama dengan tujuan agar diberikan hujan," katanya.
Dadi koordinasi itulah akhirnya warga sepakat menggelar salat untuk meminta hujan.
Sebagai bentuk ikhtiar dan doa kepada sang pencipta.
"Agar mudah-mudahan bisa segera turun hujan dalam waktu dekat," paparnya. (TOS)
Editor : Dzikrina Abdillah