BLORA – Dari sekian banyak orang yang mengambil blangko formulir pendaftaran ke PKB, baru dua yang mengembalikan formulir pendaftaran.
Dua orang itu yakni Sri Eni yang merupakan politisi Golkar dan satu dari kalangan aktivis Gatot Aribowo warga Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon.
Sebelumnya sudah ada beberapa orang yang mengambil formulir pendaftaran.
Mereka yakni Sri Eni dan Siswanto dari Golkar.
Selanjutnya sekretaris wilayah Partai Perindo Jawa Tengah dan Plt ketua DPC Partai Perindo Blora Bambang Anto Wibowo.
Kemudian ada juga Abu Nafi dari PPP. Selain itu juga Prayogo Nugroho alias Yoyok politisi Nasdem.
Dan terakhir Gatot Aribowo warga Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon dari kalangan aktivis.
Dari beberapa orang itu sejauh ini baru dua yang mengembalikan formulir pendaftaran.
Mereka Sri Eni dan Gatot Aribowo.
Keduanya mengembalikan formulir untuk mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati Blora (bacawabup).
Meski bukan dari kalangan partai politik, Gatot Aribowo menyebut pihaknya tetap memberanikan diri ikut meramaikan bursa tersebut.
Sebab pihaknya juga punya hak politik, baik sebagai pemilih maupun dipilih.
"Hari ini saya menyerahkan formulir pendaftaran calon wakil bupati Blora. Saya melengkapi persyaratan dengan dokumen yang diminta," imbuhnya.
Menurutnya ia mendaftar sebagai bacawabup.
Pilihan itu menurutnya realistis sebab sejauh ini kinerja Arief Rohman dinilai bagus.
Dan mengarah untuk kembali nyalon lagi.
"Saya berniat membantu pak Arief menyelesaikan program-program kerja yang belum tuntas. Salah satunya integrated farming, soal pertanian. Saya pikir perlu pendamping yang pas untuk mewujudkan program-program yang belum tercapai," imbuhnya.
Ia menyebut Arief Rohman merupakan teman semasa sekolah.
Sehingga ia memilih berada di satu kubu. Dengan menjadi pendamping.
"Selain itu selama ini kan yang maju ya itu-itu saja. Jadi ya saya ingin mewarnai politik di Blora," tuturnya.
Menurutnya PKB sebenarnya bisa saja maju tanpa koalisi.
Namun bisa juga dicoba opsi kembali sesarengan dengan PDI P.
"Saya sendiri sedang proses juga mendapatkan KTA PDI P. Saya juga punya latar sejarah keluarga sebagai bagian PNI yang menjadi embrio PDI P," tambahnya. (tos/him)
Editor : Ali Mustofa