BLORA – Program 'Tuku Lemah Oleh Omah' yang diinisiasikan mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tahun 2020, mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Blora.
Khususnya 13 kepala keluarga yang semula tinggal di Rusunawa Cepu kini bisa tinggal di rumah sendiri.
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Denny Adhiharta Setiawan mengatakan, atas dasar untuk bisa membantu memfasilitasi warga miskin yang belum memiliki rumah melalui bantuan stimulan program rumah sederhana sehat.
Dari konsep itu, lahirlah program Jateng Gayeng Mbangun Omah Bareng " Tuku Lemah Oleh Omah" yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2020 lalu.
Baca Juga: Nekat Beroperasi di Bulan Ramadan, Lima Kafe Karaoke di Todanan Blora Disegel
Namun, program bantuan rumah ini baru bisa sampai dirasakan di Blora dari 2023 lalu.
Tujuannya untuk membantu warga yang sudah berkeluarga, belum punya rumah, serta terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial RI.
"Pada awal 2022 ada sekitar enam keluarga yang mendapat bantuan tersebut. Namun, letak rumahnya terpisah-pisah dan bukan dalam satu komplek tanah," ujarnya.
Dia menambahkan, dari program ini, masyarakat diwajibkan memiliki lahan terlebih dahulu baik dari warisan, milik sendiri, maupun yang belum.
Sehingga, Dinrumkimhub meminta bantuan dari lembaga pembiayaan agar masyarakat yang belum memiliki rumah, bisa memiliki tanahnya melalui program kredit.
"Alhamdulillah, untuk tahun ini ada 13 kepala keluarga yang tinggal di Rusunawa Cepu mendapat bantuan tersebut dengan letak rumah seperti kompleks. Letaknya di Desa Nglandeyan, Cepu," ujarnya.
"Ke 13 kepala keluarga itu kebetulan mendapatkan tanah dengan harga murah, dan diminta untuj segera dibangun rumah. Bantuan rumah itu material nilainya sebesar Rp 40 juta diatas tanah berukuran 4x7 m²," jelasnya. (ari/ali)
Editor : Noor Syafaatul Udhma