BLORA - Situs geoheritage Blora masuk tahapan proses verifikasi. Tercatat dari 18 titik yang ditelusuri.
Hanya empat titik yang menjadi fokus utamanya. Meliputi Situs Ngandong, Goa Terawang, Kawasan Sabrangan, dan Kalinanas.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora Mahbub Djunaidi mengungkapkan, temuan-temuan situs geologi yang ada di beberapa geoheritage, termasuk Kalinanas itu jadi berkah tersendiri bagi Blora.
Sebab, singkapan tersebut terdapat fosil-fosil yang berpotensi menjadi sumber minyak tanpa menggali sampai ke dasar laut.
‘’Salah satunya Situs Sungai Kalinanas itu kan ada reliefnya atau sikapan. Menurut tim geologi ESDM Blora yang terjun 25 hari di 18 titik itu, Blora punya kekayaan alam dan punya potensi besar," ujarnya.
"Meliputi Geoheritage Bukit Pencu, Sabrangan, Bukit Kunci, Gunung Manggir, Gua Kidang, Gua Terawang, Gua Sentono, Kracakan Ngloram, Oro-Oro Kesongo, Situs Ngandong, Situs Gajah Purbakala, Banyu Geni, Sungai Braholo dan beberapa singkatan batuan lainnya," jelasnya.
Sub Koordinator Bidang Litbang Bappeda Blora Khitthatun Nafiah mengatakan, hingga kini tahapan geoheritage masih dalam verifikasi di laboratorium badan geologis ESDM.
Menurutnya, setelah proses verifikasi dan ditetapkan menjadi geoheritage, bakal dikaji dan diusulkan untuk menjadi geopark.
‘’Berapa lamanya verifikasi belum tahu juga, tapi pihak Dinporabudpar terakhir kesana Desember lalu untuk menindaklanjuti,’’ tuturnya.
Menurutnya, setelah ditetapkan kawasan wisata, tahun ini pihaknya akan mengusulkan untuk dijadikan geopark dengan masterplan.
‘’Kami nunggu verifikasi dan penetapan geoheritage dari ESDM. Dokumen-dokumennya sudah disusun, setelah itu sudah rampung baru dianggarkan ke masterplan di tahun ini. Untuk dokumennya publik bisa lihat di http://litbang.blorakab.go.id/hasil_penelitian/,’’ jelasnya. (ari)
Editor : Ali Mustofa