BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora berhasil meraih prestasi membanggakan dalam lomba desa wisata Nusantara.
Desa Bangsri meraih peringkat 13 Desa Wisata Terbaik dari 2.007 desa yang berpartisipasi di seluruh Indonesia.
Ajang tersebut diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar di Aruna Resort & Convention Hotel, Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jum’at (25/11/23) malam.
Baca Juga: Dikabarkan Batal di Rembang, Pengajian Gus Miftah dan Konser Denny Caknan Dipindah ke Blora?
“Alhamdulillah, Desa Bangsri mendapat peringkat ke 13 dari ribuan desa se-Indonesia. Merupakan satu capaian bagi Pemkab Blora dan khususnya Desa Wisata Bangsri sudah berusaha dan berinovasi tanpa lelah. Terima kasih juga kepada Gus Menteri Abdul Halim Iskandar atas apresiasi, bimbingan serta arahannya bersama tim Kemendes PDTT,” ucap Bupati Blora Arief Rohman.
Bupati Blora Arief Rohman mangatakan, penerintah kabupaten terus mendukung potensi-potensi wisata di Kabupaten Blora.
Terutama di Desa Bangsri dengan melibatkan berbagai pihak sampai pada posisi 13 di Indonesia.
Baca Juga: Digelar Dua Hari, Pameran Hasil Krenova 2023 di Alun-alun Blora Berlangsung Meriah
“Kami terus berkolaborasi untuk pencapaian Desa Bangsri. Ada Pemda, Bank Daerah, OPD hingga Investor,” ujarnya.
Menurutnya, apa yang telah menjadi capaian di Desa Bangsri bentuk pengembangan wisata.
Sebab Desa Bangsri tak memiliki sumber daya alam tetapi fokus ke wisata buatannya.
“Sudah posisi 13 ini perlu disyukuri dan sudah baik. Harapan awal bisa masuk lima besar,” jelasnya.
Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan, Sugito mengatakan Sampai dengan saat ini, tercatat ada 5.037 desa wisata yang dikelola oleh BUMDesa.
Baca Juga: Pratama Arhan Ajak Istri Mudik ke Blora! AC Baru Hingga Outfit Mahal Azizah Salsha Jadi Omongan Netizen!
Untuk antusiasme masyarakat desa dalam mengembangkan potensi desa dalam bentuk pariwisata sangat tinggi sehingga desa wisata dapat menjadi sektor paling potensial dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19.
“Pada tahun 2023, kita mengusung tema yakni desa wisata yang berkelanjutan dengan indikator menjadi desa wisata yang menunjukan komitmennya didalam memperhitungkan dampak ekonomi, sosial budaya dan lingkungan baik masa kini maupun di masa yang akan datang yang memiliki unsur sapta pesona dan berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan ekonomi desa,” ujar Sugito melalui keterangan tertulis, Sabtu (25/11/2023).
Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar yang akrab disapa Gus Menteri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ikhtiar-ikhtiar yang sudah dilaksanakan oleh seluruh komponen pemerintah untuk menunjukan kepada dunia bahwa Desa bisa mengelola dirinya sendiri dengan sebaik-baiknya.
Baca Juga: Dikabarkan Batal di Rembang, Pengajian Gus Miftah dan Konser Denny Caknan Dipindah ke Blora?
“Mulai tahun 2015 -2023 ini, kita buktikan bersama-sama ketika kita percaya desa, desa bisa. Itulah jargon yang kemudian dikembangkan oleh Kementerian Desa agar seluruh bangsa Indonesia menyadari betul bahwa kita punya potensi luar biasa yang dimiliki oleh Desa,” kata Abudl Halim Iskandar. (ari/him)
Editor : Ali Mustofa