Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sempat Dipertanyakan Warga Soal Fungsi Plang, Begini Penampakan Jembatan Badong Blora yang Telan Dana Rp4,7 Miliar

Eko Santoso • Selasa, 28 November 2023 | 00:34 WIB

 

SUDAH JADI: Pengendara melewati Jembatan Badong usai diresmikan Bupati Blora Arief Rohman baru-baru ini.
SUDAH JADI: Pengendara melewati Jembatan Badong usai diresmikan Bupati Blora Arief Rohman baru-baru ini.

BLORA – Pembangunan Jembatan Badong rampung dan sudah diresmikan Bupati Blora Arief Rohman.

Pembangunan jembatan itu, dimaksudkan untuk mendukung akses menuju Blora bagian selatan.

Jembatan tersebut, menelan anggaran Rp 4,7 miliar.

Dibangun dengan anggaran dari bantuan keuangan Provinsi Jawa Tengah dan dikerjakan selama empat bulan.

Pembangunannya terhitung cepat. Dari kontrak yang berakhir pada 2 Desember itu, bisa rampung sepekan sebelum deadline.

Bupati Blora Arief Rohman menyebut, setelah diresmikan itu, masyarakat kini sudah bisa melalui jembatan penghubung antarwilayah kota ke wilayah Blora selatan, seperti Randubelatung.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Badong penting, seiring pertumbuhan wilayah Blora selatan.

”Jembatan ini sangat bermanfaat buat jalur ke selatan. Karena prediksi kami setelah pembangunan Jalan Randu-Getas-Banjarejo selesai, akan banyak kendaraan yang semula melewati jalur Ngawi-Padangan-Cepu akan lewat sini (Jembatan Badong, Red)," jelasnya.

Atas dasar itu, jembatan yang semula tidak layak itu, kemudian dibangun untuk antisipasi keramaian kendaraan yang melintas di Jalan Blora-Randubelatung.

Dengan begitu, Jembatan Badong dibangun lebih kokoh dan lebar dari ukuran semula.

”Hari ini Jembatan Badong di ruas Kamolan-Klopoduwur sebagai penghubung Blora ke arah Randublatung sudah dibuka. Bisa dilewati kendaraan umum," ujar bupati.

"Alhamdulillah masyarakat bahagia atas dibukanya jembatan ini. Jadi, tidak perlu lagi berputar lewat Jasem, Jepangrejo, maupun Sumberagung," jelasnya.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jasem, Jepangrejo, dan Sumberagung yang selama pembangunan jembatan berlangsung bersikap kooperatif.

Terlebih lantaran jalur desa di wilayah tersebut, dijadikan jalur alternatif. Dengan begitu, selama empat bulan terakhir banyak kendaraan yang melintas. (tos)

 

Editor : Ali Mustofa