BLORA - Tiga peswat latih milik Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi mendarat di Bandara Ngloram, Blora baru-baru ini.Tiga pesawat latih ityu terdiri dari beberapa jenis.
Pertama jenis single engine Cessna 172 SP.
Kedua jenis single engine sea Cessna 172 SP Amphibian.
Ketiga pesawat jenis multi engine land Piper Seneca V PA-34-220T.
Baca Juga: Begini Potret saat Ratusan Warga Blora Gelar Aksi Dukung Palestina hingga Ajak Boikot Produk Israel
Diketahui, mendaratnya tiga pesawat itu dalam rangkaian untuk membuka sekolah penerbangan di Kabupaten Blora.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Dewandaru Ariadi Widiawan mengatakan, maksud dan tujuan para penerbang dari API Banyuwangi itu untuk menjajaki Bandara Ngloram.
Nantinya, Bandara Ngloram ini akan segera dioptimalkan.
Khususnya untuk feeder umrah dan aerotourism.
Baca Juga: Begini Sejarah Akademi Penerbangan Banyuwangi yang Direncanakan Membuka Pendidikan di Blora
”Mereka datang dari Banyuwangi untuk mempersiapkan satelite base di Bandara Ngloram,” ucapnya.
Dia menambahkan, Cepu sebagai Kota Vokasi dan pendidikan ini akan diisi berbagai multi sektor.
Yakni dari sektor ESDM dan perhubungan.
Dengan dukungan API Banyuwangi di Bandara Ngloram ini akan menyajikan sensasi liburan yang berbeda. Apa itu?
Baca Juga: Begini Potret saat Ratusan Warga Blora Gelar Aksi Dukung Palestina hingga Ajak Boikot Produk Israel
Mereka akan mengajak wisatawan yang berminat mencoba aerotourism.
Kemudian menikmati keindahan alam Blora dari atas pesawat.
API Banyuwangi ini juga sekolah pilot.
Mereka bekerja sama dengan Cessna Aircraft Company.
Unit pesawat yang dimiliki sudah dilengkapi dengan instrumen canggih.
Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi inovasi yang dipaparkan sebagai upaya pengoptimalan Bandara Ngloram, Cepu.
Menurutnya, Aerowisata ini sangat potensial.
Karena di Blora pemandangannya dari atas ada hamparan hutan jati.
Wisatawan juga bakal dimanjakan dengan pemandangan sungai Bengawan Solo dari udara.
Dengan upaya itu tentu Blora lebih dikenal oleh masyarakat luas.
”Pak Pratikno (Mensesneg) sudah menggagas pembangunan kawasan Cepu Raya sebagai pusat pendidikan dan ekonomi. Selain pendidikan migas, juga bisa pendidikan penerbangan seiring dengan aktifnya Bandara Ngloram. Penjajakan Aerowisata ini salah satu upaya untuk optimalisasi Bandara Ngloram,” tuturnya. (ari/zen)
Editor : Abdul Rokhim