Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Begini Sejarah Akademi Penerbangan Banyuwangi yang Direncanakan Membuka Pendidikan di Blora

Arif Fakhrian Khalim • Minggu, 19 November 2023 | 21:43 WIB

TERUS BERKEMBANG: Akademi Penerbangan Indonesia Banyuwangi turun di Bandara Ngloram, Cepu, untuk jajaki bandara.
TERUS BERKEMBANG: Akademi Penerbangan Indonesia Banyuwangi turun di Bandara Ngloram, Cepu, untuk jajaki bandara.


BLORA
- Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi berencana membuka sekolah penerbangan di Kabupaten Blora.

Perencanaan tersebut untuk mendukung proyek Cepu sebagai Kota Vokasi di Indonesia.

Lalu Bagaimana Sejarah Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi? 

Pada tahun 2013, demi memenuhi kebutuhan akan tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) penerbang yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan sesuai dengan standar Internasional.

Dibentuklah lembaga pendidikan yang berorientasi pada bidang penerbangan yang bernama Loka Pendidikan dan Pelatihan penerbang Banyuwangi atau yang lebih dikenal dengan singkatan LP3 Banyuwangi.

Loka Pendidikan dan Pelatihan penerbang Banyuwangi merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di Lingkungan Kementerian Perhubungan dan berada di bawah naungan dan pertanggung jawaban Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.

Selain itu, secara teknis operasional Loka Pendidikan dan Pelatihan penerbang Banyuwangi diberikan binaan melalui Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara.

Kebijakan tersebut ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 73 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Loka Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi pada tanggal 04 September 2013.

Loka Pendidikan dan Pelatihan penerbang Banyuwangi merupakan sekolah pilot negeri yang berdiri kedua setelah Politeknik Penerbangan Indonesia Curug yang berkedudukan di Tangerang, Banten sejak tahun 1952.

Kemudian pada tahun 2015, Loka Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi secara resmi berganti nama menjadi Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi atau yang saat itu lebih sering dikenal dengan BP3 Banyuwangi.

Perubahan tersebut, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 123 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi tanggal 20 Agustus 2015.

Selanjutnya pada tahun 2016, Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi dikukuhkan sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU).

Pengukuhan tersebut mendapat persetujuan oleh Menteri Keuangan atas dasar usulan Menteri Perhubungan melalui Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 740/KMK.05/2016 tentang Penetapan Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi Pada Kementerian Perhubungan Sebagai Instansi Pemerintah Yang Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum pada tanggal 30 September 2016.

Setelah dikukuhkannya Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi sebagai organisasi pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU).

Organisasi Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi mulai diatur kembali dengan mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Nomor PM 95 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi pada tanggal 26 September 2017.

Seiring dengan berkembangnya pendidikan dan peningkatan mutu serta kualitas sumber daya manusia dalam bidang perhubungan dan penerbangan yang dilakukan secara terencana, terstruktur, terarah dan berkesinambungan.

Status Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi ditingkatkan menjadi Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 26 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi pada tanggal 15 April 2019.

Optimalkan Bandara Ngloram hingga Wisata Aeroturism

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Dewandaru Ariadi Widiawan mengatakan, maksud dan tujuan para penerbang dari API Banyuwangi yang baru-baru ini mengunjungi Bandara Ngloram bertujuan untuk menjajaki Bandara Ngloram.

Ke depan, akan dilakukan pengoptimalan kembali terkait kondisi bandara tersebut.

Khususnya untuk feeder umrah dan aerotourism.

Senebrara itu, tiga pesawat latih yang mengunjungi Bandara Ngloram itu terdiri dari beberapa jenis.

Pertama jenis single engine Cessna 172 SP.

Kedua jenis single engine sea Cessna 172 SP Amphibian.

Ketiga pesawat jenis multi engine land Piper Seneca V PA-34-220T.

”Mereka datang dari Banyuwangi untuk mempersiapkan satelite base di Bandara Ngloram,” ucapnya.

Dia menambahkan, Cepu sebagai Kota Vokasi dan pendidikan ini akan diisi berbagai multi sektor.

Yakni dari sektor ESDM dan perhubungan.

Dengan dukungan API Banyuwangi di Bandara Ngloram ini akan menyajikan sensasi liburan yang berbeda. Apa itu?

Mereka akan mengajak wisatawan yang berminat mencoba aerotourism.

Kemudian menikmati keindahan alam Blora dari atas pesawat.

API Banyuwangi ini juga sekolah pilot.

Mereka bekerja sama dengan Cessna Aircraft Company.

Unit pesawat yang dimiliki sudah dilengkapi dengan instrumen canggih.

Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi inovasi yang dipaparkan sebagai upaya pengoptimalan Bandara Ngloram, Cepu.

Menurutnya, Aerowisata ini sangat potensial.

Karena di Blora pemandangannya dari atas ada hamparan hutan jati.

Wisatawan juga bakal dimanjakan dengan pemandangan sungai Bengawan Solo dari udara.
Dengan upaya itu tentu Blora lebih dikenal oleh masyarakat luas.

”Pak Pratikno (Mensesneg) sudah menggagas pembangunan kawasan Cepu Raya sebagai pusat pendidikan dan ekonomi. Selain pendidikan migas, juga bisa pendidikan penerbangan seiring dengan aktifnya Bandara Ngloram. Penjajakan Aerowisata ini salah satu upaya untuk optimalisasi Bandara Ngloram,” tuturnya. (ari/zen)

 

Editor : Abdul Rokhim
#bandara ngloram #blora #aeroturism #sekolah penerbangan #banyuwangi