BLORA – Pemerintah Desa Medalem, Kradenan, mengadakan Gebyar Gropyokan serentak untuk basmi hama tikus.
Pasalnya, menjelang musim panen ini masyarakat tidak mau rugi dengan hasil panennya dan tidak ingin memakai jebakan listrik untuk basmi hama tikus.
Puluhan petani di empat dukuh beramai-ramai mengumpulkan tikus di sawah mereka untuk ditukar menjadi uang.
Kepala Desa Medalem Anik mengatakan, jebakan tikus menggunakan listrik telah menewaskan banyak warga di beberapa desa di kecamatan Kradenan dan Kecamatan Kedungtuban.
Untuk mencegah kecelakaan yang berkelanjutan itu, warga di empat dukuh melakukan Gropyok tikus secara berkelompok. Hasilnya nanti akan ditukar dengan uang.
Kegiatan itu dilakukan selama empat hari. Di mana puncak kegiatan akan berlangsung kemarin.
Satu ekor tikus akan ditukar dengan uang tunai seribu rupiah.
”Nanti akan dihitung per kelompok. Hasilnya dikali seribu dan akan dibagi rata," ujarnya.
Dia menambahkan, kegiatan Gropyok tikus ini salah satu program ketahanan pangan untuk mendongkrak hasil pertanian.
Untuk pembiayaan akan didanai oleh dana desa sekitar Rp 30 juta.
”Termasuk untuk membeli tikusnya," bebernya.
Salah satu petani warga Desa Medalem Yono mengatakan, selain untuk membasmi hama tikus, kegiatan itu cukup efektif mengurangi resiko terjadinya kecelakaan akibat jebakan setrum listrik yang dipasang petani sendiri.
Sudah banyak korban yang meninggal akibat lalai dari jebakan listrik yang dipasang di sawah
"Sudah berapa banyak saudara kita yang meninggal akibat jebakan tikus ini. Maka dari itu, kegiatan ini untuk mengurangi penggunaan jebakan tikus yang dilarang oleh pak polisi,"ucapnya. (ari/zen)
Editor : Ali Mustofa