BLORA - Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Blora turut menyoroti maraknya kasus bunuh di Blora.
Sebab faktornya berkaitan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Sehingga perlu dilakukan upaya-upaya peningkatan taraf kehidupan agar masyarakat tak depresi dan berujung pada gantung diri.
Sekitar dua minggu lalu (12/9) dalam sehari ada dua kasus gantung diri. Penyebabnya, karena mereka memiliki riwayat sakit dalam berkepanjangan yang tak kunjung sembuh. Tak hanya itu mereka merupakan kategori warga kurang mampu.
Ketua Komisi D Ahmad Labib Hilmy menjelaskan jika kasus demikian harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Karena kasus itu bermula dari tidak adanya kesejahteraan sosial, kemiskinan, ketidakmampuan berobat secara layak, hingga lahirnya depresi.
Hal ini menjadi perhatian khusus Komisi D DPRD Blora. Sebab, kasus tersebut menyangkut kesejahteraan sosial masyarakat di Blora.
Ketua Komisi D Ahmad Labib Hilmy, berharap pemkab lebih memperhatikan secara serius mencegah adanya kasus-kasih seperti itu selanjutnya.
Ahmad Labib mengatakan, dirinya prihatin terhadap kejadian tersebut.
Terlebih, para korban tersebut mengakhiri hidupnya lantaran memiliki penyakit dalam yang tak kunjung sembuh dan memiliki masalah perekonomian.
Menurutnya, faktor-faktor itu merupakan kebutuhan dasar hidup yang belum tercukupi.
"Ini menjadi catatan penting dan harus serius dalam mencegah kasus bunuh diri kedepannya. Kemiskinan menjadi salah satu faktor dari kasus ini. Dan, nantinya merambat ke masalah kesehatan tentunya,’’ terangnya.
Dirinya berharap, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan setempat bisa lebih bersinergi terkait masalah masyarakat yang membutuhkan kebutuhan khusus untuk dilayani secara khusus terkait sosial dan kesehatan. Sebab persoalan itu sangat kompleks.
"Masalah pengentasan kemiskinan masih jadi PR bersama. Validasi data masih belum terklasifikasi dengan tepat,’’ imbuhnya. (tos)
Editor : Ali Mustofa