BLORA – Aksi pencurian baterai lampu penerang jalan umum (LPJU) semakin marak. Sebab, banyak lampu penerangan yang mati dan tidak berfungsi lagi.
Penyebabnya, baterai lampu bertenaga surya itu, raib dicuri orang tak bertanggung jawab.
Salah satu pemilik warung di pinggir Jalan Nasional Blora-Cepu Hartoyo mengatakan, dia pernah melihat aksi pencurian baterai LPJU tenaga surya di dekat warungnya.
Aksi pencurian biasanya justru dilakukan pada siang atau sore hari. Sebab, orang yang mengambil itu terlihat seperti petugas, karena memang memakai baju mirip petugas.
”Ada satu kejadian, lampu penerangan menurut saya tidak ada kerusakan. Kemudian ada petugas yang memperbaiki lampu itu. Saya mengira hanya dicek biasa. Besoknya kok sudah tidak nyala lagi lampunya. Saat itu, saya baru tahu kalau ada maling yang dengan sengaja mengambil baterai lampu tenaga surya itu,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Antonius Sriandwi Nugrahanto menjelaskan, aksi pencurian dan sengaja merusak LPJU tenaga surya itu, sudah lama meresahkan petugas sarpras di lapangan.
Oknum-oknum tersebut, juga berpakaian seperti petugas pada umumnya. Tidak hanya merugikan instansi Dinrumkimhub, tetapi juga pengguna jalan karena tanpa lampu penerangan jalan menjadi gelap dan rawan kecelakaan.
”Terkadang, kesadaran masyarakat untuk membantu merawat fasilitas pemerintah kurang. Padahal itu manfaatnya ditujukan untuk pengguna jalan dan masyarakat umum," ujarnya.
"Kami juga sering mendapat laporan dari media sosial bahwa lampu PJU mati. Bahkan, Pak Bupati sendiri pernah menugaskan untuk segera memperbaiki. Baterai lampu tenaga surya itu, juga mahal jika ingn beli baru,” ucapnya.
Dia berharap kontribusi masyarakat untuk membantu petugas dalam menjaga fasilitas umum.
”Masyarakat harus bertindak tegas dan menanyakan kepada petugas perbaikan terkait kebenaran mereka. Apakah benar dari dinas terkait atau justru pencuri. Kalau ada oknum yang tak bertanggung jawab, silakan ditangkap dan segera dilaporkan ke polisi terdekat,” pesannya. (ari/lin)
Editor : Ali Mustofa