BLORA – Kasus penggerebekan terhadap seorang oknum Sekdes Bleboh yang berisial MA bikin heboh warga.
MA digerebek warga lantaran diduga mengganggu istri orang lain. Vido penggerebekan ini viral di media sosial (medsos) yang berdurasi 36 detik.
Usai viralnya video tersebut oknuk kades tersebut kini mengundurkan diri atau resign.
Hal ini dibenarkan Kepala Desa Bleboh, Leles Budiyanto, selasa (29/8).
Menurut Leles, setelah berkas perkara terkait dugaan penganiayaan dicabut, MA kemudian mengundurkan diri dari jabatannya sebagai sekretaris Desa Bleboh.
"Dengan sadar diri, Pak Abdurrohim sekaligus perangkat desa itu mengundurkan diri, per hari Selasa (29/8)," ujarnya.
Mengutip kompas.com, Kepala Desa Bleboh, Leles Budiyanto mengatakan sebelum proses pengunduran diri tersebut dilakukan, berkas perkara terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan warga terhadapnya juga sudah dicabut.
"Saya sudah datang ke Polsek sebelumnya minta keikhlasannya untuk mencabut berkas pengaduan Pak Abdurrohim terkait penganiayaan," ucap Leles Rabu (30/8).
Sebelumnya diberitakan Jawa Pos Radar Kudus, dalam video yang tersebar itu itu terlihat orang-orang berkerumun di depan sebuah rumah. Dari kerumunan orang itu, satu orang terlihat memakai baju batik.
Orang itu yang diduga Sekdes Bleboh. Ia yang mengenakan celana hitam panjang itu terlihat kedua tangannya digandeng warga.
Tangan kanannya dipegangi orang yang memakai baju kotak-kotak dominan putih.
Sementara tangan kiri sekdes dipegangi orang berkaos kerah dengan warna biru dan hitam.
Sembari dipegangi itu, warga lain mengitari Sekdes itu. Ada yang meneriaki dengan umpatan-umpatan.
Ada pula warga yang terlihat memegangi kepala Sekdes tersebut dari belakang. Seperti memoles kepala.
Tak hanya itu ada seorang warga yang dari depan terlihat membawa hp sambil memvideo. Warga tersebut terlihat merekam Sekdes tersebut sekaligus situasi sekelilingnya, saat yang bersangkutan dibuli warga.
Kapolsek Jiken Polres Blora Ajun Komisaris Polisi (AKP) Zainul Arifin belum bisa memberikan banyak keterangan.
Sebab saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan di Polsek Jiken.
"Ini baru pemeriksaan. Nanti kami kabari lebih lanjut," katanya.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Blora, Yayuk Windrati menyebut pihaknya belum bisa memberikan keterangan. Lantaran belum tahu kepastiannya.
"Saya nunggu laporan dulu ya," jelasnya. (tos)
Editor : Ali Mustofa