Akibatnya, korban dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk memperoleh pertolongan medis. Diketahui, dua korban NS dan AD merupakan warga Desa Nglangitan, Tunjungan. Sedangkan korban BY merupakan warga Desa Keser, Tunjungan.
"Iya betul, tadi malam ada dua korban dibawa ke sini (RSUD Blora, red). Sekitar jam 3 pagi. Rawat jalan, jadi korban langsung pulang," ungkap salah seorang petugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr R Soetidjono kepada wartawan kemarin (13/11).
Petugas itu tidak bisa menjelaskan secara detail tentang kondisi kedua korban tersebut, karena saat itu ia tidak bertugas.
Salah satu sumber informasi mengatakan bahwa kedua korban mengalami luka bacok yang mengharuskan untuk dijahit. Sedangkan satu korban lainnya mengalami luka-luka dan tidak ikut dilarikan ke rumah sakit tersebut.
"BY mendapatkan total 5 jahitan. Lukanya di pergelangan kaki kiri dan lutut kaki kanan. Sedangkan NS mendapatkan 15 jahitan di lutut kaki kiri," terang seseorang yang tak mau disebut namanya itu.
Salah seorang warga Nglangitan, Suntoro mengaku mendapat informasi dari tetangga sekitar bahwa adanya kasus tersebut. Ada dua korban pengeroyokan di Desanya, inisial NS dan AD. Kemudian warga Desa Keser berinisial BY. Total ada tiga korban pengeroyokan.
"Cerita dari warga itu yang satu dijahit 15 (NS, Red) dan BY 5 jahitan. Untuk yang satunya (AD, Red) hanya lecet-lecet. Saya juga belum ketemu sama anaknya, itu cerita-cerita warga," ungkapnya.
Ia mengatakan, pengeroyokan tersebut terjadi sekitar pukul 2.00 di depan SMPN 6 Blora. Para korban hendak mau pulang usai nongkrong di area Lapangan Kridosono, dihadang oleh beberapa orang.
"Kejadiannya jam dua pagi. Habis ngopi dari Kridosono dihadang di depan SMPN 6 Blora. Kira-kira ada 30 orang dengan membawa senjata tajam," bebernya.
Atas kejadian itu, korban langsung melaporkan ke Polres Blora untuk ditindaklanjuti. Pihak kepolisian kemudian melakukan olah TKP bersama ketiga korban. Para korban itu diantar dengan mengendarai sepeda motor.
“Saya bawa motor Scoopy. Ditendang dari kanan. Jatuh ke kiri. Terus dipukuli,” jelas BY salah satu korban.
Dia mengungkapkan, terduga pelaku pengeroyokan terhadap dirinya dan kedua temannya itu lebih dari 20 orang. Terjadi sekitar pukul 2.00. Dia merasa kaget karena tiba-tiba dihadang.
Dia mengaku dipukul dan dihantam dengan batu. Akibat pengeroyokan tersebut, sepeda motornya rusak. Helm juga hancur. Tubuhnya babak belur. Mulai lecet sampai dijahit kakinya.
Saat ini aparat kepolisian juga sudah mengamankan beberapa alat bukti. Mulai batu, helm korban yang kondisi rusak akibat dihantam batu, serta sandal terduga pelaku. Pada olah TKP itu, Salah satu terduga pelaku teridentifikasi oleh para korban. (cha/lid) Editor : Kholid Hazmi