Baca Juga : Pasca Haul, Kotak Amal Makam di Blora Dibobol Pencuri
Pohon pisang itu ditanam di jalan poros yang menghubungkan Desa Sambongwangan dengan Desa Gembyungan. Meski belum diketahui secara pasti siapa yang melakukan aksi tanam itu, aksi nekat itu cukup menghebohkan jagad maya.
Menyikapi itu, Kepala Desa Sambongwangan Wahyudi mengatakan, tindakan warga itu dianggap sebagai bentuk protes kepada pemerintah. Namun, dilampiaskan dengan cara yang berbeda.
”Secara pribadi saya juga menyayangkan tindakan itu, namun kami juga tidak mampu membendung aspirasi dari warga. Mungkin itulah cara warga mnyampaikan uneg-uneg nya,” ucap Yudi.
Kades yang telah menjabat selama tiga tahun ini mengaku telah menurunkan batu untuk menutup lubang-lubang jalan yang menganga. Namun, kondisi rusaknya jalan ditambah musim hujan cenderung berlangsung lama itu. Saat ini jalan tersebut sudah rusak lagi. Tampak lubang menganga cukup lebar.
”Sebenarnya pada November tahun lalu sudah sempat ditambal grosok. Lebih dari 10 rit grosok saya turunkan untuk sekedar menutup badan jalan yang rusak, " ungkapnya.
Pihaknya juga mengaku telah mengusulkan pembangunan jalan tersebut melalui Musyarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Randublatung. Namun hingga saat ini memang belum ada realisasi pembangunan. ”Kemungkinan nanti di tahun 2023. Semoga bisa terealisasi,” harapnya.
Datangnya hujan dengan itensitas sedang belakangan ini memang membuat sejumlah ruas jalan tergenang air. Kemungkinan hal itu lah yang menjadi faktor memburuknya jalan. Sehingga menyebabkan warga protes.
”Kami akan sampaikan hal ini ke pihak terkait, semoga ada tanggapan dan perbaikan,” harapnya. (cha/zen) Editor : Abdul Rokhim