Bendungan Randugunting sendiri, merupakan proyek nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Dilaksanakan oleh Ditjen Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dengan nilai sekitar Rp 858,7 miliar. Dikerjakan PT Wijaya Karya bersama PT Andesmont Sakti (KSO). Kontraknya ditandatangani 8 November 2018 lalu. Dengan waktu pelaksanaan selama 1.460 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari kalender.
Luas lahan yang dibebaskan 192,111 hektar (lahan Perhutani KPH Mantingan), 1,198 hektar (lahan perusahaan milik BUMN), dan 32,402 hektar (lahan masyarakat). Proyek Bendungan Randugunting ini, memakan lahan seluas 236 hektar di dua desa, Desa Kalinanas dan Desa Gaplokan, Japah. Luas genangannya mencapai 187,19 hektar. Daya tampungan normal 14,42 juta meter kubik air. Saat ini, sudah mulai pengisian air.
Fungsi utama bendungan ini, untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, irigasi lahan pertanian, konservasi sumber daya air, pemulihan sumber air tanah di kawasan bendungan, serta pariwisata. Untuk pemenuhan air bersih, Blora akan mendapat 100 liter per detik. Sedangkan Rembang dan Pati masing-masing mendapat 50 liter per detik.
Sekda Blora Komang Gede Irawadi mengaku berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo, karena Blora jadi perhatian dan bisa berkembang. ”Rencananya 5 Januari ini, Presdien Jokowi hadir meresmikan bendungan Randugunting,” terangnya.
Saat ini, pemerintah telah mempersiapkan segala sesuatunya. Juga mulai berkoordinasi dengan pihak terkait. ”Hari ini (kemarin, Red) rapat pertama. Rencananya besok (hari ini, Red) ada rakor kewilayahan,” ujarnya.
Komang berharap, dengan kedatangan orang nomor 1 di republik ini, Kota Sate semakin dikenal. ”Harapannya, proyek bendungan ini bisa meningkatan kesejahteraan petani. Juga jadi objek wisata baru,” tambahnya.
Minggu (1/1) lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono mengunjungi bendungan baru itu. Tujuannya untuk melihat progres bendungan dan mempersiapkan peresmian oleh Presiden Jokowi.
”Dengan daya tampung bendungan yang mencapai 14,42 juta meter kubik ini, diharapkan bisa bermanfaat bagi Kabupaten Blora, Rembang, dan Pati sebagai air baku, irigasi, dan wisata,” harapnya. (lin) Editor : Ali Mustofa