KUDUS – Jawa Pos Radar Kudus kembali menggelar Radar Kudus Award 2026 sebagai bentuk penghargaan kepada para kepala daerah, pimpinan daerah, tokoh masyarakat, badan usaha.
Hingga instansi yang dinilai memiliki kinerja dan inovasi terbaik di wilayah eks-Karesidenan Pati dan sekitarnya.
Sebanyak 29 penerima mendapatkan penghargaan dalam malam penganugerahan yang digelar di Hotel Griptha Kudus, Jumat (7/8/2026).
Gelaran tahun ini terasa istimewa karena dihadiri enam bupati se-Karesidenan Pati serta Gubernur Jawa Tengah Achmad Luthfi.
Acara yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIB tersebut mendapat sambutan positif dari Gubernur Jawa Tengah.
Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi tampil mengenakan pakaian adat Kudus lengkap saat menyampaikan sambutan.
Baehaqi mengatakan, Radar Kudus Award diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang bekerja dengan hati nurani, mencurahkan pemikiran, menghadirkan terobosan, serta mengerahkan tenaga untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi media sosial, masih banyak kiprah positif yang belum tentu diketahui masyarakat luas.
Bahkan, informasi yang baik terkadang dapat dipersepsikan sebaliknya, sementara hal yang kurang baik justru bisa dianggap positif.
"Jawa Pos Radar Kudus merupakan bagian dari pers yang disebut sebagai pilar keempat demokrasi. Bersama Radar Kudus Institut, kami berupaya memberikan penilaian secara fair dengan mengedepankan hati nurani. Bukan semata-mata melihat seberapa besar hasil yang dicapai, tetapi juga seberapa besar kami dapat memberikan penghargaan," ujarnya.
Dalam sambutannya, Baehaqi juga menyoroti dua program yang digagas Gubernur Jawa Tengah Achmad Luthfi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Berdasarkan penelusuran Radar Kudus Institut yang bergerak di bidang kajian dan pendidikan, program tersebut dinilai menjadi terobosan yang belum banyak diterapkan daerah lain.
Peningkatan kualitas SDM, lanjutnya, menjadi salah satu faktor penting untuk membawa Jawa Tengah menuju kemajuan.
Atas dasar itu, Jawa Pos Radar Kudus memberikan penghargaan kepada Achmad Luthfi sebagai Sang Pendobrak Kemajuan Jawa Tengah. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Achmad Luthfi menyampaikan sejumlah langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Salah satunya setelah kunjungan ke Kalimantan Timur bersama 10 organisasi perangkat daerah (OPD) dan lima BUMD yang menghasilkan kesepakatan kerja sama senilai Rp20,7 triliun.
Menurutnya, kerja sama tersebut mencakup sejumlah sektor, di antaranya pengadaan beras sebanyak 10 ribu ton serta Jamkrida dengan nilai penjaminan mencapai Rp11,7 triliun.
Ia menilai terobosan kreatif diperlukan kepala daerah di tengah keterbatasan fiskal dan dinamika geopolitik dunia.
"Seluruh kepala daerah harus memiliki terobosan-terobosan kreatif. Bagaimana mengelola wilayah tanpa mengurangi program prioritas, tetapi tetap mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Achmad Luthfi.
Ia juga menilai keberadaan media memiliki peran penting sebagai sarana pemersatu bangsa.
Di tengah maraknya hoaks, disinformasi, bahkan informasi yang berujung fitnah, media diharapkan mampu menghadirkan informasi yang benar dan berimbang.
Achmad Luthfi menyebut media juga memiliki fungsi sebagai mitra sekaligus kontrol terhadap pemerintah.
Pemberitaan yang dilakukan secara objektif dapat membantu pejabat mengetahui persoalan di lapangan sekaligus menjadi bagian dari kontrol masyarakat.
"Media juga menjadi kontrol bagi pejabat. Itu bisa membuat kita sehat, sekaligus menjadi kontrol masyarakat. Dengan pemberian award ini, kepercayaan publik diharapkan semakin meningkat. Media adalah partner, maka berbuatlah yang benar agar ketika ada komplain dari publik, pejabat publik dapat merespons dengan baik," jelasnya.
Setelah menyampaikan sambutan, Achmad Luthfi meninggalkan lokasi acara karena harus menghadiri agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Sebelum prosesi penghargaan dimulai, Bupati Kudus Sam'ani Intakoris turut memberikan sambutan. Ia memberikan apresiasi kepada Jawa Pos Radar Kudus atas konsistensinya memberikan penghargaan kepada berbagai pihak di wilayah eks-Karesidenan Pati.
Sam'ani juga memberikan ungkapan khusus kepada Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi. Ia menyebut Baehaqi sebagai sosok yang "Banyak Idenya, Banyak Hasilnya, Banyak Inovasinya".
"Terima kasih kepada Jawa Pos Radar Kudus yang telah memberikan apresiasi kepada Kabupaten Kudus, termasuk Kabupaten Jepara, Pati, Blora, Grobogan dan Rembang. Penerima award lainnya juga berasal dari berbagai bidang, seperti TP PKK, rumah sakit, DPRD dan lainnya," ungkap Sam'ani.
Malam penganugerahan tersebut turut dimeriahkan dengan pertunjukan Tari Lajur Caping Kalo yang dibawakan siswa SMP 1 Jati Kudus. Tarian tersebut menjadi salah satu kesenian yang merepresentasikan kekayaan budaya Kabupaten Kudus.
Radar Kudus Award 2026 memberikan penghargaan dalam sejumlah kategori, mulai dari pemimpin daerah, pimpinan daerah, PKK, pendidikan, korporasi berdedikasi, kesehatan, wisata edukasi, ketahanan dan keamanan, hingga BUMD.
Prosesi penyerahan penghargaan dilaksanakan dalam tiga sesi. Sesi pertama terdiri atas enam penghargaan kategori pemimpin daerah, empat penghargaan kategori pimpinan daerah, dua penghargaan kategori PKK, empat penghargaan ketahanan dan keamanan, serta satu penghargaan wisata edukasi.
Sementara pada sesi berikutnya, penghargaan diberikan kepada satu penerima kategori pendidikan, lima kategori kesehatan, dua kategori korporasi berdedikasi, serta tiga kategori BUMD.
Seluruh prosesi berlangsung dengan suasana formal sekaligus meriah dan dipandu pembawa acara berpengalaman.
Hiburan musik dari Aghnesia Entertainment turut menghidupkan suasana malam penghargaan. Para tamu undangan juga disuguhi Tari Lajur Caping Kalo sebagai bentuk apresiasi terhadap seni dan budaya lokal.
Melalui Radar Kudus Award, Jawa Pos Radar Kudus berharap penghargaan tersebut dapat menjadi pemacu bagi pemerintah daerah, instansi, badan usaha, maupun elemen masyarakat untuk terus melahirkan inovasi, meningkatkan pelayanan publik, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
Radar Kudus Award sendiri merupakan agenda tahunan yang digelar secara bergantian di berbagai pendapa kabupaten maupun hotel di wilayah eks-Karesidenan Pati.
Wilayah tersebut mencakup Kudus, Pati, Rembang, Blora, Jepara, hingga Grobogan. Pelaksanaan secara bergilir menjadi bagian dari upaya Jawa Pos Radar Kudus untuk mendekatkan penghargaan kepada seluruh daerah yang berada dalam wilayah kerjanya. (san)
Editor : Ali Mustofa