Kaspo (bukan nama sebenarnya) sepertinya merasakan itu. Ia pernah menjalin hubungan dengan perempuan bernama Jumi (nama samaran). Masa-masa penjajakan merekan sudah berlangsung bertahun-tahun. Sampai Kaspo pun mulai terbuka dengan keluarganya perihal percintaannya itu.
Namun, Kaspo menerima respon yang tak sesuai harapan dari keluarga. Orang-orang dekat Kaspo tidak menyetujui hubungan tersebut. Sementara Kaspo yang sudah terlanjur cinta menganggap Jumi adalah pilihan yang tepat. Orang-orang dekat Kaspo menilai Jumi adalah sosok dengan gaya hidup tinggi. ”Ngak papa,” ujar Kaspo.
Kaspo tetap kekeh dalam pendiriannya. Hingga suatu hari sampailah ke tahap yang lebih serius. Kaspo dan Jumi akan menikah. Mendengar niat itu, keluarga pun mengiyakan.
Setelah mengarungi bahtera rumah tangga, si Kaspo baru menyadari bahwa sifat Jumi cenderung sesuai dengan apa yang diomongkan orang-rang dekatnya. Jumi sering menuntut ini itu. Hingga Kaspo merasa tak betah. Dari situlah ia dan Jumi mengambil keputusan besar. Yakni berpisah. (vah/lin) Editor : Ali Mustofa