Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bursa Kripto Indonesia CFX Sebut Indodax Belum Jadi Anggota Resmi, Kok Bisa?

Mahendra Aditya Restiawan • Sabtu, 14 September 2024 | 17:05 WIB
Indodax
Indodax

Radar Kudus - Commodity Future Exchange (CFX), bursa kripto teregulasi di Indonesia, menyatakan bahwa Indodax, salah satu platform perdagangan aset kripto terbesar di Indonesia, belum menjadi anggota resmi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Utama CFX, Subani, yang menyoroti insiden keamanan yang baru-baru ini menimpa Indodax. Berikut adalah poin-poin penting terkait masalah ini.

Indodax Belum Memenuhi Syarat Keanggotaan CFX

CFX, yang didirikan oleh pemerintah Indonesia untuk mewadahi pertukaran kripto secara resmi, bertujuan menciptakan ekosistem perdagangan aset kripto yang adil dan efisien.

Namun, hingga saat ini, Indodax belum memenuhi persyaratan untuk menjadi anggota. Subani menyatakan bahwa pihak CFX siap membantu Indodax dalam memenuhi standar keamanan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), sehingga bisa segera bergabung.

"Indodax belum menjadi anggota karena belum memenuhi persyaratan," jelas Subani.

CFX Berperan dalam Pengawasan Keamanan

Sebagai bursa kripto teregulasi, CFX berkomitmen untuk terus memantau proses investigasi terhadap insiden keamanan yang dialami Indodax.

Dalam hal ini, CFX berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk platform-platform kripto lainnya, untuk memastikan standar keamanan yang lebih ketat.

Subani menegaskan bahwa CFX akan memperkuat persyaratan keanggotaan agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

"Kami selalu memantau investigasi sistem Indodax dan membantu mereka dalam memenuhi standar keamanan," ujar Subani.

Baca Juga: Dugaan Peretasan Indodax: Kepala Bappebti Imbau Nasabah Jangan Panik, Saldo Pelanggan Aman!

Insiden Keamanan Siber Menimpa Indodax

Pada 11 September 2024, Indodax mengalami insiden keamanan siber yang melibatkan transaksi mencurigakan senilai puluhan juta dolar AS.

Transaksi ini dilaporkan oleh perusahaan keamanan Web3, Cyvers, yang mengungkap adanya upaya hacker untuk menukar token menjadi Ether.

Oscar Darmawan, CEO Indodax, mencurigai bahwa serangan ini dilakukan oleh kelompok hacker yang terafiliasi dengan Korea Utara (DPRK).

"Serangan ini terindikasi terafiliasi dengan Korea Utara," kata Oscar.

Koordinasi dengan Bareskrim Polri

Untuk menangani masalah ini, Indodax telah berkoordinasi dengan Cyber Mabes Bareskrim Polri.

Oscar Darmawan menyatakan bahwa serangan ini bukan hanya ancaman bagi Indodax, tetapi merupakan ancaman global yang membutuhkan penanganan cepat dan efektif.

Indodax juga melakukan maintenance sistem untuk mencegah insiden lebih lanjut serta memastikan dana dan aset member tetap aman.

"Kami telah berkoordinasi dengan Bareskrim Polri dan melakukan maintenance sebagai tindakan pencegahan," ujar Oscar.

Baca Juga: Indodax Diduga Mengalami Kebobolan Data, Kerugian Lebih dari Rp335 Miliar, Saldo Pengguna Aman?

Langkah Preventif: Maintenance Sistem

Indodax telah memulai maintenance sejak 11 September 2024 sebagai langkah preventif untuk melindungi sistem mereka.

Oscar menyebutkan bahwa mereka bekerja sama dengan konsultan keamanan siber kelas dunia untuk meninjau seluruh infrastruktur Indodax guna memastikan tidak ada exploit atau backdoor yang dapat dimanfaatkan oleh hacker.

Proses ini diharapkan selesai dalam waktu dekat, dan akses platform akan dibuka kembali setelah sistem dinyatakan aman.

"Setelah sistem benar-benar aman, nanti kami akan membuka lagi aksesnya," kata Oscar.

Aset Member Tetap Aman

Oscar menjamin bahwa seluruh aset kripto dan rupiah para member di Indodax tetap aman 100 persen.

Indodax juga telah berkoordinasi dengan regulator seperti Bappebti dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan bahwa seluruh aset member tidak terganggu selama proses investigasi dan maintenance berlangsung.

Setelah maintenance selesai, member akan bisa kembali melakukan transaksi tanpa hambatan.

"Semua aset member aman, dan setelah maintenance, transaksi akan kembali normal," tambahnya.

Baca Juga: Indodax Alami Dugaan Peretasan, Rugi Rp 221 Milyar, Gimana Nasib Nasabah?

Kerugian Akibat Serangan Siber

Sebelumnya, serangan siber terhadap Indodax dilaporkan menyebabkan kerugian sebesar Rp335 miliar akibat transaksi ilegal di platform tersebut.

Namun, Oscar Darmawan memastikan bahwa perusahaan akan menanggung seluruh kerugian yang terjadi dan menjamin bahwa aset member terlindungi dengan baik.

Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, Indodax berusaha memulihkan kepercayaan member dan menjaga keamanan aset mereka.

Sementara itu, CFX terus mengawasi dan memperketat regulasi untuk memastikan keamanan di ekosistem perdagangan kripto Indonesia.

Editor : Abdul Rokhim
#indodax hack #Bursa Kripto #lazarus #cashback indodax #pendiri indodax #Indodax Bappebti #Bursa Kripto Indonesia #indodax kena hack #kerugian indodax #peretasan Indodax #nasib nasabah indodax #indodax maintenance #bappebti #Indodax di hack #indodax diretas #Commodity Future Exchange #Lazarus Group #korea utara #Indodax