
Jakarta – Ketersediaan komputer desktop mungil besutan Apple, Mac Mini, khususnya varian dengan kapasitas memori besar, dilaporkan semakin terbatas di pasaran.
Permintaan yang melonjak dari kalangan pengembang dan pengguna teknologi kecerdasan buatan (AI) disebut menjadi pemicu utama kelangkaan ini.
Sebelumnya, Mac Mini dikenal sebagai perangkat pelengkap dalam lini produk Mac dengan kontribusi penjualan relatif kecil.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, posisinya berubah seiring meningkatnya kebutuhan komputasi untuk menjalankan model AI secara lokal.
Peralihan dari komputasi berbasis cloud ke pemrosesan langsung di perangkat (on-device) membuat kebutuhan RAM besar menjadi krusial.
Untuk menjalankan model bahasa besar (LLM), pengguna membutuhkan memori hingga puluhan gigabyte.
Di sinilah Mac Mini dengan chip Apple Silicon dinilai menawarkan solusi efisien dengan biaya lebih terjangkau dibanding layanan cloud berlangganan.
Di sejumlah toko resmi, varian seperti Mac Mini M4 dengan RAM 32GB hingga model M4 Pro dengan RAM 64GB dilaporkan cepat habis.




