Rumor Transfer Como 1907 Januari 2027: Sergio Camello Dibidik, Jacobo Ramon Diincar Klub Besar

RADAR KUDUS - Como 1907 mulai menyusun rencana untuk menghadapi bursa transfer Januari 2027. Klub yang sedang berkembang pesat di bawah asuhan Cesc Fabregas itu dikaitkan dengan sejumlah pemain, mulai dari penyerang Spanyol Sergio Camello hingga bek Argentina Lisandro Martinez. Di sisi lain, beberapa pemain andalan Como juga mulai menarik perhatian klub-klub besar Eropa.
Salah satu nama yang paling kuat dikaitkan dengan Como adalah Sergio Camello. Penyerang Rayo Vallecano tersebut disebut masuk dalam daftar incaran untuk memperkuat lini depan pada paruh kedua musim 2026/2027. Laporan La Gazzetta dello Sport pada 9 Oktober 2026 menyebut Como bahkan mempertimbangkan tawaran sekitar 10 juta euro agar bisa mendatangkannya lebih cepat pada Januari.
Camello menjadi menarik karena situasi kontraknya bersama Rayo Vallecano dikabarkan akan berakhir pada Juni 2027. Artinya, klub Spanyol itu menghadapi pilihan: melepasnya pada musim dingin dengan memperoleh pemasukan atau berisiko kehilangan sang pemain dengan nilai transfer lebih rendah ketika kontraknya mendekati akhir.
Laporan tersebut juga menyebut Como sudah melakukan penjajakan awal. Namun, hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai kesepakatan kedua klub.
Kebutuhan penyerang tambahan tidak muncul begitu saja. Como sedang berusaha menjaga daya saing di tengah jadwal kompetisi yang semakin padat. Kehadiran pemain yang mampu mencetak gol sekaligus terlibat dalam proses membangun serangan bisa menjadi modal penting bagi Fabregas.
Camello dinilai cocok dengan karakter permainan tersebut. Ia bukan hanya penyerang yang menunggu bola di kotak penalti. Pergerakannya tanpa bola, kecepatan ketika menyerang ruang kosong, dan kemampuannya bermain lebih fleksibel membuatnya berpotensi menjadi pilihan menarik.
Sergio Camello, Target Serius untuk Lini Depan
Nama Camello menjadi sorotan karena performanya bersama Rayo Vallecano. Dalam laporan La Gazzetta dello Sport, ia disebut sudah mencetak tujuh gol di Liga Spanyol pada awal musim 2026/2027. Catatan tersebut membuatnya berada dalam jajaran penyerang yang mencuri perhatian, bahkan disandingkan dengan produktivitas sejumlah pemain top seperti Kylian Mbappe dan Lamine Yamal.
Bagi Como, mendatangkan Camello bukan sekadar menambah satu penyerang. Pemain berusia 25 tahun itu bisa memberikan alternatif taktik ketika tim membutuhkan pergerakan lebih cepat di sepertiga akhir lapangan.
Fabregas selama ini dikenal mengembangkan permainan berbasis penguasaan bola, pergerakan antarlini, dan tekanan tinggi. Dalam skema seperti itu, penyerang tidak selalu bertugas menjadi target umpan terakhir. Mereka juga harus mampu membuka ruang, menghubungkan permainan, serta membantu pressing ketika tim kehilangan bola.
Camello memiliki profil yang bisa mendukung kebutuhan tersebut. Ia berpotensi bermain sebagai penyerang tengah, tetapi juga dapat bergerak di belakang striker utama. Fleksibilitas ini membuatnya menarik meskipun Como sudah memiliki sejumlah pilihan di lini depan.
Kehadiran Moise Kean dan Anastasios Douvikas, misalnya, tidak otomatis menutup peluang kedatangan Camello. Kean memiliki kekuatan fisik dan kemampuan menyerang ruang, sementara Douvikas dikenal sebagai penyerang yang bisa menjadi target di area kotak penalti. Camello dapat memberikan variasi melalui pergerakan yang lebih dinamis.
Situasi kebugaran Kean juga menjadi salah satu faktor yang membuat kebutuhan lini depan Como mendapat perhatian. Apabila klub ingin menjaga konsistensi permainan di beberapa kompetisi, memiliki pilihan penyerang yang lebih banyak tentu menjadi keuntungan.
Menariknya, Como tidak hanya mengejar pemain yang sudah memiliki nama besar. Mereka juga mencari pemain yang masih memiliki ruang berkembang dan bisa menjadi aset klub dalam beberapa musim ke depan.
Baca Juga: AC Milan Siapkan Transfer Januari 2027, Gonçalo Inácio Kembali Dibidik dan Camarda Dipinjamkan?
Lisandro Martinez Masuk Radar, Pertahanan Bisa Dapat Tambahan
Selain lini depan, Como juga dikaitkan dengan bek tengah Manchester United, Lisandro Martinez. Nama pemain asal Argentina tersebut muncul dalam laporan media lokal Italia pada 4 November 2026.
Menurut laporan CalcioComo yang merujuk informasi Tuttomercatoweb, Como berpeluang mempertimbangkan Martinez sebagai salah satu opsi untuk memperkuat pertahanan. Pemain berusia 28 tahun itu disebut memiliki kontrak yang berakhir pada Juni 2027, meskipun Manchester United dikabarkan mempunyai opsi memperpanjangnya selama satu musim.
Como bukan satu-satunya klub yang dikaitkan dengan bek tersebut. Barcelona, Atletico Madrid, Inter Milan, dan AC Milan juga disebut memantau situasinya. Manchester United dikabarkan memasang harga sekitar 45 juta euro.
Jika rumor ini benar-benar berkembang menjadi negosiasi, Como akan menghadapi persaingan yang cukup berat. Harga yang disebutkan juga bukan angka kecil, bahkan untuk klub yang dalam beberapa musim terakhir menunjukkan kemampuan finansial besar.
Namun, dari sisi permainan, Martinez memiliki karakter yang bisa menarik bagi Fabregas. Ia dikenal berani membawa bola dari lini belakang, agresif dalam duel, serta mampu mengawali serangan melalui umpan vertikal.
Bek dengan karakter seperti itu sangat berguna untuk tim yang ingin membangun serangan sejak area pertahanan sendiri. Ketika lawan melakukan pressing tinggi, kemampuan bek tengah melewati tekanan pertama bisa membuka ruang bagi gelandang dan pemain depan.
Tetapi, Como harus menghitung risiko transfer ini. Riwayat kebugaran Martinez, biaya transfer, dan persaingan dari klub lain menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Karena itu, kabar ketertarikan tersebut masih perlu dipandang sebagai rumor, bukan tanda bahwa kesepakatan sudah dekat.
Nico Paz Dipertahankan, Real Madrid Masih Punya Kendali
Di tengah rumor pemain baru, Como juga harus menghadapi perhatian klub-klub besar terhadap aset mereka sendiri. Salah satu yang paling sering menjadi pembicaraan adalah Nico Paz.
Gelandang serang asal Argentina itu menjadi bagian penting dari proyek Fabregas. Kemampuan mengatur tempo, mencari ruang di antara lini lawan, serta melepaskan tembakan dari luar kotak penalti membuatnya menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam permainan Como.
Pada 29 Oktober 2026, Bola.com mengutip laporan TEAMtalk yang menyebut Como tidak berniat melepas Nico Paz pada bursa transfer Januari 2027. Klub menganggap pemain tersebut sebagai bagian penting dari proyek mereka, sehingga tawaran dari klub lain tidak serta-merta akan mengubah keputusan manajemen.
Sikap itu sejalan dengan pengumuman resmi Como sebelumnya. Klub memastikan Nico Paz tetap bersama mereka untuk musim 2026/2027 setelah mencapai kesepakatan dengan Real Madrid. Namun, Madrid masih memiliki opsi untuk membeli kembali sang pemain pada musim 2027/2028.
Artinya, Como punya alasan kuat untuk mempertahankan Nico Paz setidaknya sampai musim dingin berlalu. Kehilangan pemain kreatif di tengah kompetisi bisa mengganggu stabilitas permainan, terlebih ketika klub sedang berusaha menjaga posisinya di papan atas.
Ada aspek menarik dari hubungan Como dan Real Madrid ini. Kerja sama transfer keduanya menunjukkan bahwa Como bisa menjadi tempat berkembang bagi pemain muda berbakat, sekaligus mendapatkan keuntungan dari peningkatan performa mereka.
Jacobo Ramon Jadi Rebutan, Ancaman Kehilangan Bek Muda
Nama Jacobo Ramon juga layak masuk dalam pembahasan bursa transfer Januari. Bek tengah asal Spanyol itu dikabarkan mulai menarik perhatian klub-klub Premier League, termasuk Chelsea dan Manchester United.
Laporan The Sun menyebut Chelsea mempertimbangkan langkah untuk merekrut Ramon pada Januari 2027. Ketertarikan klub Inggris tersebut tidak lepas dari perkembangan sang pemain bersama Como. Manchester United dan Arsenal juga disebut memantau situasinya.
Ramon merupakan salah satu pemain muda yang berkembang pesat di bawah Fabregas. Menurut laporan La Gazzetta dello Sport pada September 2026, ia tampil sebagai starter dalam 35 dari 37 pertandingan pada musim sebelumnya dan mencetak dua gol. Pada awal musim 2026/2027, ia juga menjadi pemain yang selalu tampil dalam seluruh menit pertandingan Como di liga dan kompetisi piala hingga laporan tersebut diterbitkan.
Catatan itu menunjukkan bahwa Ramon bukan sekadar pemain pelapis. Ia sudah menjadi bagian penting dari struktur pertahanan Como.
Namun, situasi transfernya cukup rumit karena Real Madrid disebut masih memiliki klausul tertentu terkait masa depan sang pemain. Hubungan transfer Como dengan klub Spanyol tersebut membuat kemungkinan kepindahan Ramon tidak hanya bergantung pada tawaran klub peminat.
Bagi Como, mempertahankan Ramon tentu menjadi pilihan ideal. Kehilangan bek muda yang sudah memahami sistem permainan Fabregas bisa memaksa klub mencari pengganti pada saat kompetisi sedang berjalan.
Insight Taktik: Mengapa Como Membutuhkan Penyerang yang Bisa Bergerak Tanpa Bola?
Salah satu hal menarik dari rencana transfer Como adalah kemungkinan kedatangan Camello meskipun klub sudah memiliki beberapa penyerang.
Jawabannya bisa dilihat dari karakter permainan Fabregas. Como tidak ingin sekadar mengandalkan penyerang yang menunggu umpan di dalam kotak penalti. Mereka membutuhkan pemain depan yang bisa bergerak ke ruang kosong, membantu kombinasi umpan, dan membuka jalur serangan bagi pemain dari lini kedua.
Dalam pertandingan melawan Torino pada Oktober 2026, Como memperlihatkan kemampuan bangkit setelah tertinggal dan akhirnya menang 3-1. Kemenangan itu juga menjadi gambaran penting tentang mentalitas tim.
Bek Jacobo Ramon sempat menjadi sorotan setelah melakukan kesalahan, tetapi kemudian mampu menebusnya dengan mencetak gol penyama kedudukan. Setelah itu, Como membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan.
Pertandingan tersebut memberikan pelajaran bahwa sistem Fabregas membutuhkan kontribusi dari banyak posisi. Bek tidak hanya bertugas menghentikan serangan lawan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses membangun serangan dan menciptakan peluang.
Di sisi lain, Como juga harus punya penyerang yang bisa memanfaatkan ruang ketika lawan mulai kehilangan organisasi pertahanan. Pergerakan tanpa bola menjadi penting karena pemain seperti Nico Paz membutuhkan rekan yang mampu membaca arah umpan dan bergerak sebelum bola dilepaskan.
Inilah salah satu alasan Camello dinilai menarik. Ia berpotensi memberikan opsi serangan yang berbeda dari Kean maupun Douvikas. Bukan hanya soal jumlah gol, melainkan bagaimana seorang penyerang membantu seluruh struktur permainan.
Dari Klub Kecil Menjadi Magnet Pemain Eropa
Pergerakan transfer Como tidak bisa dilepaskan dari perubahan besar yang dialami klub dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2019, Como masih berada di kasta keempat sepak bola Italia. Mereka kemudian berhasil kembali ke Serie A pada 2024 dan terus berkembang hingga mencapai Liga Champions pada musim 2026/2027.
Perkembangan tersebut tidak terjadi secara instan. Klub membangun proyek dengan investasi besar, perekrutan pemain muda, serta struktur manajemen yang melibatkan Fabregas dalam keputusan sepak bola.
Laporan ge.globo pada September 2026 menyebut Como mengeluarkan hampir 130 juta euro untuk belanja pemain pada jendela transfer sebelumnya, berdasarkan data yang dikutip dari Gazzetta dello Sport. Fabregas juga memiliki peran penting dalam menentukan arah proyek olahraga klub.
Kini Como tidak hanya menjadi tempat bagi pemain yang ingin mencari kesempatan bermain. Mereka juga mulai menjadi klub yang mampu menarik pemain berpengalaman dan talenta muda dari berbagai negara.
Kehadiran nama-nama seperti Nico Paz, Martin Baturina, Assane Diao, Jacobo Ramon, hingga Moise Kean memperlihatkan ambisi tersebut. Klub ingin membangun skuad kompetitif, tetapi tetap memiliki pemain yang bisa berkembang dan meningkat nilai pasarnya.
Karena itu, bursa transfer Januari 2027 menjadi kesempatan penting untuk menjaga arah proyek tersebut.
Prediksi Arah Transfer Como pada Januari 2027
Melihat rumor yang berkembang, ada tiga sektor yang patut diperhatikan dari aktivitas Como.
Pertama, lini depan. Sergio Camello menjadi nama yang paling menarik karena situasi kontraknya bersama Rayo Vallecano dan laporan mengenai kemungkinan tawaran sekitar 10 juta euro. Jika transfer ini terealisasi, Como mendapatkan tambahan penyerang yang bisa memberikan variasi dalam skema Fabregas.
Kedua, pertahanan. Lisandro Martinez menjadi opsi yang menarik secara taktik, tetapi harga sekitar 45 juta euro dan persaingan dari klub besar membuat transfer ini tidak mudah. Como harus memastikan apakah investasi sebesar itu benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim.
Ketiga, mempertahankan pemain penting. Nico Paz dan Jacobo Ramon merupakan contoh pemain yang memiliki nilai teknis sekaligus ekonomi tinggi. Como perlu menjaga keseimbangan antara ambisi berkembang dan risiko kehilangan aset terbaik.
Dari ketiga sektor tersebut, transfer Camello tampak sebagai rumor yang paling konkret karena sudah disertai laporan mengenai perkiraan biaya dan situasi kontrak. Sementara itu, kabar mengenai Martinez masih berada pada tahap spekulasi ketertarikan.
Como juga harus berhati-hati agar tidak kehilangan pemain penting ketika sedang berjuang di beberapa kompetisi. Kedalaman skuad menjadi faktor krusial, terutama bagi tim yang ingin mempertahankan intensitas permainan sepanjang musim.
Pada akhirnya, Januari 2027 bisa menjadi momen penting bagi proyek Cesc Fabregas. Como tidak lagi sekadar mengejar status sebagai tim kejutan Serie A. Mereka sedang membangun fondasi untuk menjadi kekuatan baru sepak bola Italia.
Jika berhasil mendatangkan pemain yang tepat sekaligus mempertahankan talenta terbaiknya, Como berpeluang menjaga momentum positif. Pertanyaannya sekarang bukan hanya siapa yang akan datang ke Danau Como, tetapi juga siapa yang mampu bertahan dari godaan klub-klub besar Eropa.



