Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Full Time: Matheus Silva Brace, Persipura Jayapura Tekuk Persipal 3-0,

M
Matheus Silva - Persipura Jayapura
Matheus Silva - Persipura Jayapura

RADAR KUDUS - Jayapura sore itu seperti tersulut bara semangat. Dari tribun Stadion Lukas Enembe, sorak sorai menggema bahkan sebelum peluit awal berbunyi.


Advertisement

Di bawah langit Papua yang mendung tipis, Persipura Jayapura turun dengan satu tekad: menang dengan cara yang meyakinkan.

Dan mereka benar-benar melakukannya.

Baru satu menit laga berjalan, bola sudah bersarang di gawang Persipal Palu. Matheus da Silva, penyerang asal Brasil yang dikenal tajam, menanduk bola hasil umpan silang Rafel Sunuk dengan presisi maut. Stadion pun pecah.

Advertisement

Suara terompet dan tambur berpadu dengan pekikan gembira suporter Mutiara Hitam yang seperti menemukan kembali gairah lamanya.

Belum sempat Persipal bernapas, petaka kedua datang tiga menit kemudian. Kali ini lewat aksi solo Ramai Rumakiek yang berlari menusuk dari sisi kiri, melewati dua bek, lalu menaklukkan kiper lawan dengan sepakan keras ke tiang jauh. Dua gol hanya dalam empat menit — momentum yang tak terbendung.

Pelatih Rahmad Darmawan berdiri tenang di tepi lapangan, tapi dari matanya, terlihat kepuasan yang sulit disembunyikan. Timnya bermain sesuai rencana: cepat, menekan, dan mematikan.

Dominasi Tanpa Celah

Persipal Palu mencoba keluar dari tekanan, tapi setiap upaya mereka berakhir di kaki pemain Persipura.

Advertisement

Lini tengah yang digalang Takuya Matsunaga dan Gunansar Mandowen seperti mesin penggiling: tak memberi ruang sedikit pun.

Menit ke-38, stadion kembali bergemuruh. Matheus da Silva mencetak gol keduanya lewat kerja sama apik dengan Mandowen.

Sentuhan ringan di depan gawang mengubah skor menjadi 3-0, menegaskan superioritas Persipura di babak pertama.

“Anak-anak bermain dengan disiplin dan semangat luar biasa. Kami ingin menang dengan cara yang elegan,” ujar Rahmad usai babak pertama.

Meski peluang keempat datang lewat sepakan keras Mandowen di menit ke-43, wasit menganulir karena offside tipis.

Namun itu tak mengurangi dominasi total tuan rumah yang tampil percaya diri dari menit awal hingga peluit turun minum.

Strategi Rahmad Darmawan yang Terbukti Jitu

Di atas kertas, formasi 4-3-3 Persipura terlihat biasa. Namun cara tim ini mengelola ruang dan tempo permainan memperlihatkan kedewasaan taktik.

Ruben Sanadi dan Rafel Sunuk aktif naik turun dari sisi sayap, memberi tekanan konstan yang membuat pertahanan Persipal kalang kabut.

Sementara di depan, kombinasi Matheus da Silva – Ramai Rumakiek – Gunansar Mandowen menjadi momok nyata bagi lawan.

Rahmad tak segan memuji anak asuhnya. “Kami membangun permainan dari bawah dengan cepat. Tidak ada bola yang terbuang percuma. Itulah ciri Persipura,” ucapnya.

Sementara di kubu seberang, pelatih Persipal terlihat frustrasi. Pertahanan mereka rapuh, transisi lambat, dan mental pemain langsung jatuh setelah dua gol cepat.

Formasi defensif 5-4-1 yang diterapkan justru membuat mereka terjebak di zona bertahan tanpa arah.

Klasemen Memanas: Persipura Siap Rebut Puncak

Kemenangan besar ini bukan sekadar tiga poin bagi Persipura. Dengan tambahan hasil penuh, Mutiara Hitam kini merangsek ke papan atas klasemen Liga 2 Championship 2025/2026.

Mereka kini menempel ketat Persela Lamongan dan PSS Sleman dengan raihan 20 poin dari 10 laga.
Berikut posisi sementara:

  • Persela Lamongan: 10 laga – 20 poin

  • PSS Sleman: 9 laga – 20 poin

  • Barito Putera: 9 laga – 19 poin

  • Persipura Jayapura: 9 laga – 17 poin (berpotensi naik ke 20 poin)

Sementara itu, Persipal Palu kian terpuruk di dasar klasemen dengan 5 poin. Kekalahan ini menjadi sinyal bahaya serius bagi mereka, yang harus segera membenahi pertahanan jika tak ingin tenggelam lebih dalam.

Dari Stadion ke Hati Suporter

Ada hal yang tak bisa diukur dari statistik: gairah yang hidup di Jayapura malam itu. Setelah sekian lama, Persipura kembali menunjukkan taringnya di depan publik sendiri.

“Ini bukan sekadar kemenangan,” kata salah satu suporter yang datang dari Sentani. “Ini tanda bahwa Persipura belum mati. Kami masih punya semangat, dan tim ini masih punya jiwa.”

Atmosfer Lukas Enembe berubah menjadi lautan merah-hitam. Anak-anak berlari di tribun membawa bendera, ibu-ibu menyalakan ponsel sebagai lampu dukungan, dan veteran suporter memeluk satu sama lain di tengah sorak kegembiraan.

Kemenangan ini terasa lebih dari sekadar tiga gol — ia seperti penegasan bahwa kebanggaan Papua masih berdetak lewat Mutiara Hitam.

Advertisement

Artikel Terkait

Modal Menang 7-0, Persis Solo Langsung Diuji Persipura di Pekan Ketiga Championship

Modal Menang 7-0, Persis Solo Langsung Diuji Persipura di Pekan Ketiga Championship

Persis Solo akan menghadapi Persipura Jayapura pada pekan ketiga Championship 2026/2027. Meski baru menang 7-0 atas PSBS, Laskar Sambernyawa diminta tetap waspada.

Banding Persipura Dikabulkan Sebagian, PSSI Ubah Sanksi Jadi Denda Rp200 Juta dan Pembatasan Penonton Bertahap

Banding Persipura Dikabulkan Sebagian, PSSI Ubah Sanksi Jadi Denda Rp200 Juta dan Pembatasan Penonton Bertahap

Komite Banding PSSI mengubah sanksi untuk Persipura Jayapura. Larangan penonton semusim dibatalkan, namun denda naik menjadi Rp200 juta dengan pembatasan stadion sepanjang musim 2026/2027.

Gol Adilson Silva Antar Adhyaksa FC Naik ke Super League 2026/2027

Gol Adilson Silva Antar Adhyaksa FC Naik ke Super League 2026/2027

Adhyaksa FC sukses promosi ke Super League 2026/2027 usai menundukkan Persipura Jayapura 1-0 di playoff Championship. Gol Adilson Silva memastikan Sang Jaksa lolos ke kasta tertinggi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer