REMBANG – Kabar duka menyelimuti sepak bola Rembang.
Harapan PSIR Rembang untuk lolos ke Liga 4 putaran nasional harus kandas setelah Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah menjatuhkan sanksi berat berupa diskualifikasi dan denda puluhan juta rupiah.
Berdasarkan surat keputusan yang ditandatangani oleh Ketua Komdis PSSI Jateng, Samuel Evan Haryono, pada Jumat (13/2), PSIR Rembang dinyatakan melanggar sejumlah pasal dalam Regulasi Kompetisi Liga 4 serta Kode Disiplin PSSI 2025.
Melalui surat keputusan tersebut, Komdis PSSI Jateng menetapkan beberapa poin hukuman sebagai berikut:
Diskualifikasi: PSIR Rembang resmi didiskualifikasi dari kompetisi Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026.
Denda Finansial: Manajemen tim diwajibkan membayar denda sebesar Rp. 45.000.000,- (Empat puluh lima juta rupiah).
Laga Tanpa Penonton: Selain diskualifikasi musim ini, PSIR Rembang juga dihukum menjalani 6 pertandingan kandang (home) tanpa penonton pada kompetisi resmi PSSI Jawa Tengah yang akan mereka ikuti berikutnya.
Peringatan Keras: Komdis menegaskan bahwa pengulangan pelanggaran serupa di masa depan akan berakibat pada sanksi yang jauh lebih berat.
Pelanggaran yang dilakukan PSIR Rembang merujuk pada Pasal 2 jo. Pasal 46 Regulasi Kompetisi Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026, serta rentetan pasal dalam Kode Disiplin PSSI 2025, termasuk Pasal 68 hingga Pasal 70, serta Pasal 50, 52, 11, dan 25.
Pihak Komdis PSSI Jateng memerintahkan tim PSIR Rembang untuk segera mematuhi keputusan ini. Pembayaran denda wajib disetorkan melalui rekening resmi PSSI Jawa Tengah di Bank Mandiri.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah poin-poin penyebab dijatuhkannya sanksi tersebut:
Hasil Pertandingan: Pada laga Kamis sore (12/2), PSIR kalah 0–2 di kandang sendiri. Dengan agregat total 1–3, PSIR dipastikan gagal melaju ke babak selanjutnya secara sportif.
Aksi Anarkis Suporter: Segera setelah wasit meniup peluit panjang, suporter PSIR masuk ke dalam lapangan dan melakukan pengeroyokan terhadap wasit.
Pemicu Kekecewaan:
Aksi ini diduga dipicu oleh rasa kecewa suporter terhadap kepemimpinan wasit yang dianggap tidak netral.
Suporter menyoroti dua pelanggaran dan satu kejadian handball di kotak penalti lawan yang tidak membuahkan tendangan penalti bagi PSIR.
Pemeriksaan Pemain:
Pada Jumat siang (13/2), Komdis PSSI Jateng telah meminta keterangan dari dua kapten tim PSIR, Tri Handoko Putro dan Satria Kesuma Yudistira, melalui pertemuan daring (Zoom meeting).
Pihak Manajemen PSIR belum memberikan keterangan resmi terkait sanksi tersebut. (ali)
Editor : Mahendra Aditya