REMBANG - Jalur Pantura Rembang kembali menelan korban jiwa.
Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, dua nyawa melayang dalam dua kecelakaan terpisah yang melibatkan sepeda motor dan truk tronton di Kecamatan Lasem dan Kecamatan Sluke, pada Jumat (23/1) dan Sabtu (24/1).
Peristiwa tragis pertama terjadi di Jalan Nasional Desa Sendangasri, Kecamatan Lasem, pada Jumat pagi sekitar pukul 07.30 WIB.
Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun berinisial MK, warga Desa Trahan, Sluke, meninggal dunia setelah terjatuh dari motor Honda Scoopy yang dikendarai oleh ibunya, Umdatul Hikmah (32).
Belum hilang duka di Lasem, insiden serupa kembali terjadi pada Sabtu pagi (24/1) sekitar pukul 06.30 WIB di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke.
Kali ini, seorang wiraswasta bernama Fatim (45), warga Desa Labuhan Kidul, meninggal dunia di tempat setelah sepeda motor Honda Beat yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan truk Hino wing box.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Rembang, Iptu Bhakti Satriya Perdana, menghimbau masyarakat untuk ekstra waspada terhadap kondisi jalan, terutama titik-titik yang berpasir atau berlubang.
"Kami sangat prihatin atas dua kejadian ini. Jalur Pantura memiliki karakteristik lalu lintas yang padat dengan kendaraan besar. Pastikan selalu menjaga jarak aman dan hindari berada di area blind spot kendaraan besar," tegas Iptu Bhakti.
Saat ini, kedua kasus kecelakaan tersebut tengah ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Rembang.
Petugas telah mengamankan kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti dan melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi truk guna proses hukum lebih lanjut. (ali)
Editor : Ali Mustofa