Usai Ledakan Boiler yang Tewaskan Pekerja, Begini Kata PT Holi Mina Rembang
Wisnu Aji• Rabu, 27 September 2023 | 23:30 WIB
TANGGUNG JAWAB: Perwakilan perusahaan PT Hollymina II memberikan santunan kepada korban yang terkena ledakan boiler.
REMBANG – Pihak perusahaan PT Holi Mina II memberi keterangan pasca meledaknya mesin boiler yang melukai 5 orang, satu di antaranya meninggal dunia.
Pabrik yang berlokasi di desa Balongmulyo, Kragan klaim operasional sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Di masa trial baru 5 hari, tiga bulan sebelumnya dilakukan maintenance.
Kabar itu disampaikan Plant Manager Freddy Yuwono.
Pihak perusahaan juga bertanggung jawab penuh semua pengobatan. Hingga biaya dan santunan.
Termasuk yang minta rujukan atas kemauan keluarga, untuk penanganan yang terbaik.
”Kritis 1 dari Intensive Care Unit (ICU), karena membaik dipindah High Care Unit (HCU). Selasa (26/9) pukul 18.00 keluarga berembug minta dirujuk ke Semarang. Atas nama Joko Waluyo,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Sebelumnya yang kritis ada dua pekerja. Satu meninggal.
Akhirnya yang atas nama Joko Waluyo diselesaikan secara administrasi.
Selama dirawat RSUD dan ambulance untuk ke Semarang.
Untuk penanganan lebih lanjut yang terbaik untuk korban.
Kini masih ada satu yang dirawat RSUD. Kondisinya baik. Hanya tiga jari kanan retak.
Hari Rabu (27/9) menjalani operasi atas nama Dasimin.
Prinsip pihak perusahaan yang back up penuh.
Untuk biaya pengobatan baik di Rembang maupun Semarang sampai selesai.
”Kondisi karyawan saat istirahat semua. Boiler sendiri posisi radius 25-35 meter. Posisi saat itu duduk-duduk. Pak Dasimin radius 35 meter,” terangnya.
Lanjut Freddy menyampaikan posisi air ful.
Posisi tekanan juga sudah masuk ke ruang mesin dalam atau produksi.
Jadi tinggal sedikit. Namun ketika terjadi demikian menurutnya diluar nalar.
Pihak perusahaan pengolahan tepung ikan ini klaim safety sudah jalan semua.
Namun kecelakaan kerja tidak bisa dihindari. Meski saat kejadian baru istirahat.
”Saya kurang tahu jelas. Saat kejadian sabtu pukul 22.00-22.30. Saat itu saya pulang baru dari Jogya," katanya.
"Posisi saya di kabari meluncur dari Jogya ke perusahaan. Saya sampai PLTU dapat kabar kecelakaan kerja,” imbuhnya. (noe)