Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Inspektorat Rembang Jadi Ketua Tim Pembongkaran

Ali Mustofa • Jumat, 9 Juli 2021 | 21:45 WIB
DIKEBUT: Seorang pekerja kebut pembongkaran genting dan kayu di komplek eks Alun-Alun Lasem kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
DIKEBUT: Seorang pekerja kebut pembongkaran genting dan kayu di komplek eks Alun-Alun Lasem kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
LASEM, – Kepala Inspektorat Rembang ditunjuk sebagai ketua tim pembongkaran komplek eks Alun-alun Lasem. Mereka diterjunkan langsung untuk memastikan proses pembongkaran sekaligus mengamankan aset milik daerah.

Ketua tim pembongkaran komplek eks Alun-alun Lasem Fahrudin yang juga Kepala Inspektorat Rembang. Ia menyebutkan pengawasan dilakukan karena adanya mobilitas pekerjaan pembongkaran tersebut.

Saat ini proses menurunkan atap masih berlangsung. Sedianya dilakukan pembongkaran Kamis kemarin

”Kami dari tim mengecek persiapan pembongkaran. Sedianya pembongkaran dilakukan hari ini (kamis, red). Untuk atap belum selesai,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (8/7).

Untuk hasil pembongkaran atap bakal diamankan terlebih dahulu. Nantinya menjadi aset. Kemudian nantinya akan diserahkan kemana atau dilelang. Secara teknis ini yang memiliki kewenangan dalam hal ini Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Untuk sementara kayu dan genting hasil pembongkaran  di titipkan ke kantor RBSJ. Kebetulan di belakang ada penyimpanan aset. Sehingga dipastikan genting maupun kayu kondisinya aman.

”Alhamdulilah aset-aset ini sudah diamankan. Seandainya ada sebagian mungkin rusak ditinggal. Yang masih bisa dimanfaatkan dimuat di truk-truk,” keterangannya.

Barang-barang itu menjadi tanggung jawab Indakop, PPKom-nya. Fungsinya mengamankan aset dan membongkar bangunan. Memang ada beberapa barang yang cara penghapusannya dengan cara-cara tertentu.

Sehubungan teknis tersebut tentu akan ada tahap. Tahap saat ini fokusnya masih pembongkaran atap. Kemudian baru bangunan dinding. Rencana hari Sabtu baru proses pemerataanya dilakukan.

”Atap paling dua hari sudah rampung. Termasuk besar bangunanya, cukup luas. Kalau daerah hanya bertanggung jawab meratakan calon lokasi yang akan dibangun bangunan pemerintah pusat,” imbuhnya.

Fahrudin menyampaikan didalam tim terdapat banyak pihak. Ketua tim penanggung jawab PJ Sekda, Sekretaris Kepala Bappeda. Kemudian penanggung jawab masalah pembongkaran DPUTaru. Terkait dengan pengamanan aset BPKAD bidang aset. Termasuk ada dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan yang nanti mengawal pembongkaran aset. Editor : Ali Mustofa
#inspektorat rembang #aset daerah