alexametrics
29.6 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Rekanan Minta Perpanjangan 45 Hari untuk Selesaikan Proyek MPP Rembang

REMBANG – Rekanan proyek penataan Mal Pelayanan Publik (MPP) Rembang minta perpanjangan 45 hari untuk menyelesaikan proyek. Memasuki hari ke-11 masa perpanjangan, Bupati Rembang Abdul Hafidz optimistis proyek akan selesai disisa waktu 34 hari ke depan.

Hal itu disampaikan Hafidz saat coffe morning dengan awak media di lantai IV Setda Rembang. Menurutnya Ada kendala di proyek MPP, diantaranya karena item-itemnya pabrikan. Sehingga pabrikan terjadi trouble dalam pemesanan. Bagian trouble yang di Rembang. “Akhirnya mundur. Tetapi tetap kekeh menyelesaikan,” jelasnya Bupati Rembang didampingi Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ dan Sekda Rembang, Fahrudin kemarin.

Hafidz menyampaikan terkait kebijakan. Karena ada regulasi, yang bisa dipakai untuk melanjutkan. Sampai 50 hari, pada tahun berikutnya. Sudah dipastikan bahwa MPP akan selesai dengan target yang sudah ditetapkan.


”Perpanjangan yang diberikan 45 hari. Sejak tanggal 19 diberi perpanjangan 45 hari. Dan itu sudah disepakati pihak ketiga dan pemerintah. Maka kami optimis kegiatan Pemkab 99 sekian persen berjalan sesuai yang diharapkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Deadline Kurang Lima Hari, Mal Publik Rembang Belum Rampung

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga sempat paparkan penyerapan anggaran langsung atau tidak langsung. Rata-rata 96,14 persen. Termasuk kategori sangat baik. Karena tahun-tahun sebelumnya kisaran 92-93 persen.

Lalu gangguan ada kendala hal biasa. Tetapi bagaimana mengelola gangguan dan kendala. Misalnya bicara Jalan Pentungan-Waru sampai Galonan. “Sekarang sudah bagus. Begitupun sama lingkar pertigaan Soklin,” ujarnya.

Jadi proses memang ada tahapan-tahapan. Sudah dipastikan. Membangun ada proses, kalau dasarnya masih labil perlu dipadatkan. Setelah itu butuh waktu 1-2 tahun. Digrosok, sudah padat, baru dibangun.

“Kalau dibangun dasarnya belum padat meskipun belum di cor seperti jalan Batangan, putus-putus. Makanya sudah dipastikan di cor semua Soklin-Galonan dasarnya harus kuat dulu. Ketika dasarnya sudah kuat, dibangun baik,” ujarnya.

Jadi butuh proses tahapan, prosedur. Itu harus dilakukan. Pemerintah tidak akan terpengaruh dengan isu atau netizen. Karena yakin cara yang ditempuh melalui dari segi keilmuan dan teknis dilakukan itu. “Kalau tidak pasti masalah,” ujarnya. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Rekanan proyek penataan Mal Pelayanan Publik (MPP) Rembang minta perpanjangan 45 hari untuk menyelesaikan proyek. Memasuki hari ke-11 masa perpanjangan, Bupati Rembang Abdul Hafidz optimistis proyek akan selesai disisa waktu 34 hari ke depan.

Hal itu disampaikan Hafidz saat coffe morning dengan awak media di lantai IV Setda Rembang. Menurutnya Ada kendala di proyek MPP, diantaranya karena item-itemnya pabrikan. Sehingga pabrikan terjadi trouble dalam pemesanan. Bagian trouble yang di Rembang. “Akhirnya mundur. Tetapi tetap kekeh menyelesaikan,” jelasnya Bupati Rembang didampingi Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ dan Sekda Rembang, Fahrudin kemarin.

Hafidz menyampaikan terkait kebijakan. Karena ada regulasi, yang bisa dipakai untuk melanjutkan. Sampai 50 hari, pada tahun berikutnya. Sudah dipastikan bahwa MPP akan selesai dengan target yang sudah ditetapkan.

”Perpanjangan yang diberikan 45 hari. Sejak tanggal 19 diberi perpanjangan 45 hari. Dan itu sudah disepakati pihak ketiga dan pemerintah. Maka kami optimis kegiatan Pemkab 99 sekian persen berjalan sesuai yang diharapkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Miris! Seorang Pemuda di Rembang Terpaksa Curi HP untuk Hidupi Sang Nenek

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga sempat paparkan penyerapan anggaran langsung atau tidak langsung. Rata-rata 96,14 persen. Termasuk kategori sangat baik. Karena tahun-tahun sebelumnya kisaran 92-93 persen.

Lalu gangguan ada kendala hal biasa. Tetapi bagaimana mengelola gangguan dan kendala. Misalnya bicara Jalan Pentungan-Waru sampai Galonan. “Sekarang sudah bagus. Begitupun sama lingkar pertigaan Soklin,” ujarnya.

Jadi proses memang ada tahapan-tahapan. Sudah dipastikan. Membangun ada proses, kalau dasarnya masih labil perlu dipadatkan. Setelah itu butuh waktu 1-2 tahun. Digrosok, sudah padat, baru dibangun.

“Kalau dibangun dasarnya belum padat meskipun belum di cor seperti jalan Batangan, putus-putus. Makanya sudah dipastikan di cor semua Soklin-Galonan dasarnya harus kuat dulu. Ketika dasarnya sudah kuat, dibangun baik,” ujarnya.

Jadi butuh proses tahapan, prosedur. Itu harus dilakukan. Pemerintah tidak akan terpengaruh dengan isu atau netizen. Karena yakin cara yang ditempuh melalui dari segi keilmuan dan teknis dilakukan itu. “Kalau tidak pasti masalah,” ujarnya. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/