25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Reka Ulang Kasus Pembakaran Santri di Sarang Rembang, Ini Temuan Polisi

REMBANG – Polres Rembang menggelar rekontruksi kasus pembakaran santri baru-baru ini. Rekontruksi tersebut dilakukan di sebuah bangunan berlantai dua di dekat perempatan Galonan, Rembang. Total, ada sekitar 23 adegan yang dipraktikkan.

Baca Juga : Truk yang Disopiri Warga Kragan Rembang Terguling di Batang, Begini Kronologinya

Sebelumnya, peristiwa pembakaran tersebut berlangsung pada Minggu (14/8). Kejadian bermula saat korban berinisial AM, 21 terlibat cek-cok dengan petugas keamanan pondok MI, 20. Lantaran, korban diminta mengumpulkan HP pada Minggu (14/8) lalu.


Namun, korban menganggap batas waktu pengumpulan HP pukul 18.00, tapi kenapa justru dikumpulkan lebih cepat. Saat itulah petugas keamanan pondok, MI diduga menjadi sasaran bully-an serta olok-olokan oleh korban dan santri lainnya.

Selang sehari kemudian atau Senin (15/8), setelah mendapat bully-an. Tempat baju milik petugas keamanan pondok itu, kembali diberi sampah berupa puntung rokok oleh seseorang. MI yang merasa kesal lantaran menjadi bahan bully-an kemudian tersulut emosi, seraya menuduh korban lah yang menaruh sampah puntung rokok tersebut.

Gelap mata, ia akhirnya membeli satu liter pertalite di sekitar pondok, selanjutnya ia bergegas menuju kamar korban. Pada saat korban tertidur, MI langsung menyiram pertalite dan menyulutnya dengan korek gas.

Kamis (29/9) ada tujuh santri yang mengikuti proses tersebut. Tersangka Moh Izamil Falah dihadirkan saat reka adegan itu.

Baca Juga :  Sukses Berdayakan UMKM, PT Semen Gresik Terima PWI Jateng Award

Adegan pertama, tersangka menyuruh para santri untuk mengumpulkan handphone di dalam kamar di lantai dua ponpes itu. Saat itu ada lima santri. Korban sedang dalam posisi rebahan.

Tersangka masuk mengetuk pintu dengan palu di tangan kanan. Tangan kirinya memegang wadah hp. Palu itu dipegang dengan posisi di samping paha. ”Hpnya kumpulkan,” teriak tersangka. Lalu dibalas “Gak usah nyentak-nyentak,” jawab korban.

Korban dan tersangka pun akhirnya adu mulut hingga terlontar perkataan “bacot” dari tersangka. Akhirnya, ponsel para santri pun dikumpulkan. Setelah itu, tersangka pergi keluar kamar.

Korban yang sebelumnya dalam posisi rebahan di lantai tiba-tiba berdiri mengejar tersangka. Dalam reka adegan tersebut terlihat korban memegang pundak tersangka.

Beberapa adegan lain dilakukan di luar bangunan. Seperti adegan membeli BBM. Setelah itu tersangka kembali ke lantai dua sembari menenteng sebotol BBM yang dibungkus kantong plastik hitam. Ada tiga saksi yang mengetahui.

Tersangka pun masuk ke kamar korban. Dalam reka adegan itu, terlihat ada tujuh santri yang tiduran. Korban berada di tengah. Tersangka pun menyiramkan pertalite ke paha korban. Korban sempat terbangun, lalu tersangka menyulutkan kotek api. Dan korban pun akhirnya terbakar.






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Polres Rembang menggelar rekontruksi kasus pembakaran santri baru-baru ini. Rekontruksi tersebut dilakukan di sebuah bangunan berlantai dua di dekat perempatan Galonan, Rembang. Total, ada sekitar 23 adegan yang dipraktikkan.

Baca Juga : Truk yang Disopiri Warga Kragan Rembang Terguling di Batang, Begini Kronologinya

Sebelumnya, peristiwa pembakaran tersebut berlangsung pada Minggu (14/8). Kejadian bermula saat korban berinisial AM, 21 terlibat cek-cok dengan petugas keamanan pondok MI, 20. Lantaran, korban diminta mengumpulkan HP pada Minggu (14/8) lalu.

Namun, korban menganggap batas waktu pengumpulan HP pukul 18.00, tapi kenapa justru dikumpulkan lebih cepat. Saat itulah petugas keamanan pondok, MI diduga menjadi sasaran bully-an serta olok-olokan oleh korban dan santri lainnya.

Selang sehari kemudian atau Senin (15/8), setelah mendapat bully-an. Tempat baju milik petugas keamanan pondok itu, kembali diberi sampah berupa puntung rokok oleh seseorang. MI yang merasa kesal lantaran menjadi bahan bully-an kemudian tersulut emosi, seraya menuduh korban lah yang menaruh sampah puntung rokok tersebut.

Gelap mata, ia akhirnya membeli satu liter pertalite di sekitar pondok, selanjutnya ia bergegas menuju kamar korban. Pada saat korban tertidur, MI langsung menyiram pertalite dan menyulutnya dengan korek gas.

Kamis (29/9) ada tujuh santri yang mengikuti proses tersebut. Tersangka Moh Izamil Falah dihadirkan saat reka adegan itu.

Baca Juga :  Difitnah Curi Kotak Amal, Warga Sedan Rembang Dikeroyok Tetangga Sendiri

Adegan pertama, tersangka menyuruh para santri untuk mengumpulkan handphone di dalam kamar di lantai dua ponpes itu. Saat itu ada lima santri. Korban sedang dalam posisi rebahan.

Tersangka masuk mengetuk pintu dengan palu di tangan kanan. Tangan kirinya memegang wadah hp. Palu itu dipegang dengan posisi di samping paha. ”Hpnya kumpulkan,” teriak tersangka. Lalu dibalas “Gak usah nyentak-nyentak,” jawab korban.

Korban dan tersangka pun akhirnya adu mulut hingga terlontar perkataan “bacot” dari tersangka. Akhirnya, ponsel para santri pun dikumpulkan. Setelah itu, tersangka pergi keluar kamar.

Korban yang sebelumnya dalam posisi rebahan di lantai tiba-tiba berdiri mengejar tersangka. Dalam reka adegan tersebut terlihat korban memegang pundak tersangka.

Beberapa adegan lain dilakukan di luar bangunan. Seperti adegan membeli BBM. Setelah itu tersangka kembali ke lantai dua sembari menenteng sebotol BBM yang dibungkus kantong plastik hitam. Ada tiga saksi yang mengetahui.

Tersangka pun masuk ke kamar korban. Dalam reka adegan itu, terlihat ada tujuh santri yang tiduran. Korban berada di tengah. Tersangka pun menyiramkan pertalite ke paha korban. Korban sempat terbangun, lalu tersangka menyulutkan kotek api. Dan korban pun akhirnya terbakar.






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/