28 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Mundur dari Kontestasi Pemilihan Kades, Cakades Dadapan Rembang Didenda Rp 40 Juta

REMBANG – Calon kepala Desa Dadapan, Sedan, Rembang, Alfin Bahru Rohmika mundur dari kontestasi pemilihan kepala desa setempat kemarin. Akibat keputusannya itu, dia didenda Rp 40 juta.

Surat pengunduran diri dibuat Alfin pada Rabu (28/9). Surat itu ditunjukan kepada panitia Pilkades Dadapan. Sementara uang denda sudah disetorkan ke bendahara.

Alasan pengunduran diri, Alfi mengaku karena tidak mendapat izin atau restu orang tua. Oleh orang tuanya menyuruh dia mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).


”Alfin lebih memilih untuk proses perekrutan PPPK,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Rembang Slamet Hariyanto melalui Kabid Penyelenggaraan Pemberdayaan Pemerintahan Desa Nurwanto.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Rembang sudah menerima surat pengunduran dirinya.

Praktis di Desa Dadapan hanya ada satu calon, yaitu Zuber. Walaupun hanya ada satu calon, proses pilkades di desa itu tetap berjalan sampai hari H (2/10).

Baca Juga :  Serunya Liburan di KJB Rembang: Menyusuri KJB dengan ATV hingga Swafoto di Perahu Hias

Ia menjelaskan walaupun hanya satu calon, proses pilkades tetap berjalan. Sesuai aturan Nurwanto menjelaskan pihak yang mengundurkan diri dikenai saksi berupa denda administrasi.

Menurutnya denda sudah dibayar ke bendahara desa. ”Nilainya Rp 40 juta,” terangnya.

Menurutnya satu calon tidak apa-apa. ”Gambar calon yang mengundurkan diri bisa ditutup oleh panitia,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Nurwanto menambahkan mulai kemarin hingga hari ini tahapan pilkades kampanye. Hari pertama calon menyampaikan visi-misi program kerja para calon ke depan di balai desa. Menyampaikan di depan panitia dan tokoh masyarakat.

”Maksud dan tujuan menyampaikan visi dan misi program kerja dari calon itu untuk menarik simpatik pemilih. Sehingga masyarakat bisa bersimpati untuk memilihpara calon,” terangnya. (noe/zen)

 






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Calon kepala Desa Dadapan, Sedan, Rembang, Alfin Bahru Rohmika mundur dari kontestasi pemilihan kepala desa setempat kemarin. Akibat keputusannya itu, dia didenda Rp 40 juta.

Surat pengunduran diri dibuat Alfin pada Rabu (28/9). Surat itu ditunjukan kepada panitia Pilkades Dadapan. Sementara uang denda sudah disetorkan ke bendahara.

Alasan pengunduran diri, Alfi mengaku karena tidak mendapat izin atau restu orang tua. Oleh orang tuanya menyuruh dia mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

”Alfin lebih memilih untuk proses perekrutan PPPK,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Rembang Slamet Hariyanto melalui Kabid Penyelenggaraan Pemberdayaan Pemerintahan Desa Nurwanto.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Rembang sudah menerima surat pengunduran dirinya.

Praktis di Desa Dadapan hanya ada satu calon, yaitu Zuber. Walaupun hanya ada satu calon, proses pilkades di desa itu tetap berjalan sampai hari H (2/10).

Baca Juga :  Salut! Dahlan Iskan Beri Dua Jempol Prokes di Ponpesnya Gus Mus

Ia menjelaskan walaupun hanya satu calon, proses pilkades tetap berjalan. Sesuai aturan Nurwanto menjelaskan pihak yang mengundurkan diri dikenai saksi berupa denda administrasi.

Menurutnya denda sudah dibayar ke bendahara desa. ”Nilainya Rp 40 juta,” terangnya.

Menurutnya satu calon tidak apa-apa. ”Gambar calon yang mengundurkan diri bisa ditutup oleh panitia,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Nurwanto menambahkan mulai kemarin hingga hari ini tahapan pilkades kampanye. Hari pertama calon menyampaikan visi-misi program kerja para calon ke depan di balai desa. Menyampaikan di depan panitia dan tokoh masyarakat.

”Maksud dan tujuan menyampaikan visi dan misi program kerja dari calon itu untuk menarik simpatik pemilih. Sehingga masyarakat bisa bersimpati untuk memilihpara calon,” terangnya. (noe/zen)

 






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/