alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Sumani Minta Keringanan Tak Dihukum Mati pada Sidang Pembelaan

REMBANG – Sumani, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Turusgede meminta maaf ke pihak keluarga korban. Ia meminta keringanan dari tuntutan hukuman mati kepada majelis hakim saat sidang lanjutan pembacaan pledoi (pembelaan terdakwa).

Nota pembelaan itu dibacakan Setyo Langgeng selaku pengacara Sumani. Pokok dari yang disampaikan, kata Langgeng, Sumani telah ditahan sekitar Februari lalu. Pada 15 September, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah memohon kepada Pengadilan Negeri (PN) Rembang bahwa terdakwa telah terbukti melakukan pembunuhan terhadap keempat korban. Sehingga dituntut pidana mati.

Dakwaan kesatu primer pasal 340 KUHP dan dakwaan kedua pasal 80 ayat (3) Jo. Pasal 76c UU Perlindungan Anak. Sebagai penasihat hukum, Langgeng menyampaikan, fakta yang terungkap dalam persidangan dari keterangan para saksi pada membenarkan bahwa telah terjadi pembunuhan pada 3 Februari di rumah korban, Desa Turusgede.


“Para saksi memang tidak melihat secara langsung terjadinya pembunuhan. Sumani telah mengakui telah melakukan pembunuhan dua orang dewasa dan dua orang di bawah umur. Dilakukan sendirian. Tidak ada yang membantu tidak ada yang menyuruh,” katanya.

Baca Juga :  Tes CPNS PPPK di Rembang Digelar Tiga Hari

Dari uraian itu, pihaknya memohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya. Hakim Ketua Anteng Supriyanto, pada persidangan kemarin memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan permohonan maaf dan permohonan secara pribadi.

Sumani mengungkapkan rasa penyesalan dan memohon maaf kepada keluarga korban. Ia juga menampik, bahwa melakukan pembunuhan secara berencana.”Sebenarnya saya melakukan itu tanpa perencanaan yang mulia,” ujarnya saat sidang yang dilaksanakan secara virtual kemarin.

Selain itu, terkait adanya saksi yang mengatakan kalimat: sing wis yo wis, ia juga membantah hal tersebut . “Kalau diizinkan saya meminta keringanan tuntutan itu yang mulia,” kelakarnya

Mendengar pernyataan Sumani, JPU menyatakan  tetap pada tuntutan pidana seperti semula. Yakni pidana mati. Sedang selanjutnya akan digelar pekan depan. Dengan agenda pembacaan putusan dari majelis hakim. (ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Sumani, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Turusgede meminta maaf ke pihak keluarga korban. Ia meminta keringanan dari tuntutan hukuman mati kepada majelis hakim saat sidang lanjutan pembacaan pledoi (pembelaan terdakwa).

Nota pembelaan itu dibacakan Setyo Langgeng selaku pengacara Sumani. Pokok dari yang disampaikan, kata Langgeng, Sumani telah ditahan sekitar Februari lalu. Pada 15 September, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah memohon kepada Pengadilan Negeri (PN) Rembang bahwa terdakwa telah terbukti melakukan pembunuhan terhadap keempat korban. Sehingga dituntut pidana mati.

Dakwaan kesatu primer pasal 340 KUHP dan dakwaan kedua pasal 80 ayat (3) Jo. Pasal 76c UU Perlindungan Anak. Sebagai penasihat hukum, Langgeng menyampaikan, fakta yang terungkap dalam persidangan dari keterangan para saksi pada membenarkan bahwa telah terjadi pembunuhan pada 3 Februari di rumah korban, Desa Turusgede.

“Para saksi memang tidak melihat secara langsung terjadinya pembunuhan. Sumani telah mengakui telah melakukan pembunuhan dua orang dewasa dan dua orang di bawah umur. Dilakukan sendirian. Tidak ada yang membantu tidak ada yang menyuruh,” katanya.

Baca Juga :  SDN 1 Kalipang Sarang Dibobol Maling, Laptop, Proyektor hingga Kamera Raib

Dari uraian itu, pihaknya memohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya. Hakim Ketua Anteng Supriyanto, pada persidangan kemarin memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan permohonan maaf dan permohonan secara pribadi.

Sumani mengungkapkan rasa penyesalan dan memohon maaf kepada keluarga korban. Ia juga menampik, bahwa melakukan pembunuhan secara berencana.”Sebenarnya saya melakukan itu tanpa perencanaan yang mulia,” ujarnya saat sidang yang dilaksanakan secara virtual kemarin.

Selain itu, terkait adanya saksi yang mengatakan kalimat: sing wis yo wis, ia juga membantah hal tersebut . “Kalau diizinkan saya meminta keringanan tuntutan itu yang mulia,” kelakarnya

Mendengar pernyataan Sumani, JPU menyatakan  tetap pada tuntutan pidana seperti semula. Yakni pidana mati. Sedang selanjutnya akan digelar pekan depan. Dengan agenda pembacaan putusan dari majelis hakim. (ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/