alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Sudah Tiga Pekan, Kecelakaan Tambang di Rembang Masih Periksa Saksi

REMBANG – Pengusutan kecelakaan tambang ilegal di Kecamatan Sale sudah berlangsung hampir tiga pekan. Hingga kemarin penyidik mengaku masih mengumpulkan alat bukti dan masih meminta keterangan saksi.

Kapolres Rembang melalui Kasat Reskrim AKP Hery Dwi Utomo menyampaikan hingga kemarin pihaknya masih melakukan pengumpulan alat bukti dan saksi-saksi.”Masih mengumpulkan alat bukti. Termasuk saksi-saksi,” ujarnya.

Sementara itu, disinggung terkait dengan aktifitas di tempat kejadiansaat ini, AKP Hery menjelaskan, lokasi masih diberi garis polisi. “Iya masih di-police line,” imbuhnya.


Kecelakaan ini terjadi pada tanggal 7 September lalu. Mengakibatkan satu orang meninggal dunia.  Dari pihak Cabang Dinas Energi Sumber Daya Mineral(ESDM)Wilayah Kendeng Selatan menyebutkan bahwa tambang tersebut tak berizin. Perkara ini selanjutnya ditangani oleh Polres Rembang. Pekan lalu (22/9), polisi sudah memeriksa sekitar 10 saksi.

Baca Juga :  Wabup Sesalkan Kasus Sexy Dancer Bermodus Pesta Ultah di Hotel Rembang

Terpisah, sebelumnya, kasus kecelakaan di tambang juga pernah terjadi di wilayah Rembang. Di wilayah Kecamatan Sluke sekitar bulan Mei 2020 lalu. Mengakibatkan dua orang menunggal dunia. Sebagaimana yang terjadi di Kecamatan Sale, terkait kecelakaan ini juga diproses pihak kepolisian.

Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, hingga waktu 26 hari pasca kejadian, juga masih dilakukan penyelidikan. Selanjutnya dalam perjalanannya, ada pihak yang menginginkan kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. (ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Pengusutan kecelakaan tambang ilegal di Kecamatan Sale sudah berlangsung hampir tiga pekan. Hingga kemarin penyidik mengaku masih mengumpulkan alat bukti dan masih meminta keterangan saksi.

Kapolres Rembang melalui Kasat Reskrim AKP Hery Dwi Utomo menyampaikan hingga kemarin pihaknya masih melakukan pengumpulan alat bukti dan saksi-saksi.”Masih mengumpulkan alat bukti. Termasuk saksi-saksi,” ujarnya.

Sementara itu, disinggung terkait dengan aktifitas di tempat kejadiansaat ini, AKP Hery menjelaskan, lokasi masih diberi garis polisi. “Iya masih di-police line,” imbuhnya.

Kecelakaan ini terjadi pada tanggal 7 September lalu. Mengakibatkan satu orang meninggal dunia.  Dari pihak Cabang Dinas Energi Sumber Daya Mineral(ESDM)Wilayah Kendeng Selatan menyebutkan bahwa tambang tersebut tak berizin. Perkara ini selanjutnya ditangani oleh Polres Rembang. Pekan lalu (22/9), polisi sudah memeriksa sekitar 10 saksi.

Baca Juga :  Produk Instan Kedaluwarsa Masih Dijual di Sejumlah Toko di Rembang

Terpisah, sebelumnya, kasus kecelakaan di tambang juga pernah terjadi di wilayah Rembang. Di wilayah Kecamatan Sluke sekitar bulan Mei 2020 lalu. Mengakibatkan dua orang menunggal dunia. Sebagaimana yang terjadi di Kecamatan Sale, terkait kecelakaan ini juga diproses pihak kepolisian.

Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, hingga waktu 26 hari pasca kejadian, juga masih dilakukan penyelidikan. Selanjutnya dalam perjalanannya, ada pihak yang menginginkan kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. (ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/