alexametrics
23.1 C
Kudus
Saturday, July 23, 2022

Tak Kunjung Pindah, PKL di Kawasan Proyek Kota Pusaka Lasem Ditenggat Dua Hari

REMBANG – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di lokasi proyek kawasan Lasem Kota Pusaka masih nekat berjualan. Padahal, mereka di-deadline pindah tanggal 20 Mei lalu. Mereka pun diberi waktu hingga tanggal 1 Juni mendatang untuk mensterilkan tempat jualnya.

Baca Juga : Warga Sumberjo Rembang Dilaporkan ke Polres karena Arisan dan Investasi Bodong

Sosialisasi penataan PKL telah digelar 22 Maret lalu. Dasar hukumnya Surat Edaran Bupati no.301/2145/2022, tentang penertiban PKL, penataan lalu lintas dan parkir kendaraan bermotor di kawasan pusaka Lasem.


Nantinya, ada tiga skenario yang diterapkan, untuk PKL di sepanjang Jalan Pantura maupun Lasem-Jatirogo Bertahap pindah ke sebelah selatan perempatan jago. Sedangkan, PKL yang ada di jalan pantura ditempatkan ke sebelah barat jembatan babagan. Dan sebelah timur Ponpes Nasriah.

Baca Juga :  PSDKU Undip Rembang Pasang CCTV untuk Uji Coba Perkuliahan

Jumat (27/5) sosialisasi kembali digelar Dinas Perdagangan dan Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah setempat. Dilanjutkan sosialisasi dan himbauan terhadap para PKL di area Kecamatan Lasem.

”Penataan masih berlangsung. Jalan Eyang Sambu dan pantura kita pendekatan persuasif. Untuk mematuhi surat edaran pak Sekda Fahrudin per tanggal 20 Mei,” kata Kepala Bidang Pasar dan Pedagang Kaki Lima, Setyo Budi Utomo.

Menurutnya jumlah PKL di Eyang Sambu 121 PKL. Kemudian yang di sepanjang pantura Lasem sekira 87 PKL. Sehingga total ada 208 PKL yang dipindah. “Hingga pekan ini sudah berjalan 95 persen. Deadline seharusnya di tanggal 20 Mei 2022. Mereka beralasan ada yang masih menunggu hari baik untuk pindah. Kami sebatas membantu. Nanti akan efektif berjalan hingga tanggal 1 Juni 2022,” imbuhnya. (noe/ali)

REMBANG – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di lokasi proyek kawasan Lasem Kota Pusaka masih nekat berjualan. Padahal, mereka di-deadline pindah tanggal 20 Mei lalu. Mereka pun diberi waktu hingga tanggal 1 Juni mendatang untuk mensterilkan tempat jualnya.

Baca Juga : Warga Sumberjo Rembang Dilaporkan ke Polres karena Arisan dan Investasi Bodong

Sosialisasi penataan PKL telah digelar 22 Maret lalu. Dasar hukumnya Surat Edaran Bupati no.301/2145/2022, tentang penertiban PKL, penataan lalu lintas dan parkir kendaraan bermotor di kawasan pusaka Lasem.

Nantinya, ada tiga skenario yang diterapkan, untuk PKL di sepanjang Jalan Pantura maupun Lasem-Jatirogo Bertahap pindah ke sebelah selatan perempatan jago. Sedangkan, PKL yang ada di jalan pantura ditempatkan ke sebelah barat jembatan babagan. Dan sebelah timur Ponpes Nasriah.

Baca Juga :  Waspada! Empat Sapi di Rembang Positif Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku, Ini Gejalanya

Jumat (27/5) sosialisasi kembali digelar Dinas Perdagangan dan Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah setempat. Dilanjutkan sosialisasi dan himbauan terhadap para PKL di area Kecamatan Lasem.

”Penataan masih berlangsung. Jalan Eyang Sambu dan pantura kita pendekatan persuasif. Untuk mematuhi surat edaran pak Sekda Fahrudin per tanggal 20 Mei,” kata Kepala Bidang Pasar dan Pedagang Kaki Lima, Setyo Budi Utomo.

Menurutnya jumlah PKL di Eyang Sambu 121 PKL. Kemudian yang di sepanjang pantura Lasem sekira 87 PKL. Sehingga total ada 208 PKL yang dipindah. “Hingga pekan ini sudah berjalan 95 persen. Deadline seharusnya di tanggal 20 Mei 2022. Mereka beralasan ada yang masih menunggu hari baik untuk pindah. Kami sebatas membantu. Nanti akan efektif berjalan hingga tanggal 1 Juni 2022,” imbuhnya. (noe/ali)


Most Read

Artikel Terbaru

/