alexametrics
24.8 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Jamin Keamanan Pangan, BBPOM Perkuat Kader di Kabupaten Rembang

REMBANG – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang memperkuat kader keamanan pangan di Desa Karasgede dan Balungmulyo, Kabupaten Rembang,  dengan Bimtek Keamanan Pangan pada Selasa (29/3).

Sejumlah perwakilan dari dua desa tersebut diberikan bimbingan teknis. Mereka digembleng selama dua hari. Untuk mewujudkan program keamanan pangan desa. Kader-kader diberikan materi tentang keamanan pangan, cara menguji bahan berbahaya yang disalahgunakan pada pangan menggunakan rapid test kit,  Cek Kemasan Label Izin Edar dan Kedaluwarsa (Cek KLIK)  hingga cara mengetahui izin edar melalui BPOM mobile.

Salah satu materinya adalah mengetahui cemaran bahan berbahaya pada makanan. Koordinator Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM Semarang Novi Eko Rini menunjukkan cara mengetahui  adanya cemaran pewarna tekstil Rhodamin B pada makanan, menggunakan alat khusus yaitu lampu UV.


Ia mengambil sebungkus kerupuk mentah. Lalu menempelkan alat tersebut. Hasilnya warna merah pada kerupuk tersebut langsung menyala berpendar. Artinya, produk itu menggunakan bahan pewarna tekstil.

Selanjutnya dilakukan pemastian dengan uji laboratorium.

Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan cara mengetahui cemaran pewarna tekstil  rhodamin B  pada produk pangan.

Baca Juga :  Dinas Gelontorkan Rp 10 Miliar untuk Perbaikan Jalan di Rembang

Kader keamanan pangan diharapkan berperan dalam mengawasi produk-produk yang ada di desa. Selain itu, Badan POM juga memiliki pendampingan kepada UMKM yang akan mengurus izin edarnya di Badan POM.

Puluhan peserta kemarin terbagi dari tiga jenis kader. Yakni, kader masyarakat, guru, dan kader PKK.  Kader tersebut akan membina komunitas masing-masing. Baik itu di lingkungan masyarakat, sekolah, hingga pelaku usaha pangan di desa.

”Ada industri  pangan olahan dalam kemasan, pangan siap saji. Tentunya industri pangan olahan dalam kemasan yang belum punya izin edar, diarahkan untuk mengurus izinnya nanti,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Rembang Ali Syofii yang hadir membuka bimtek  berharap, setelah bimtek bisa terbentuk dan terlaksananya keamanan pangan di desa. Selanjutnya, para kader akan melaksanakan tugas dalam melindungi masyarakat. Agar produk-produk pangan yang dikonsumsi masyarakat dipastikan aman dan terhindar dari pencemaran fisik, biologis maupun kimiawi.

”Ini adalah piloting. Gerakan keamanan pangan di desa ini adalah di dua desa tersebut. Harapan kami setelah ini desa-desa yang lain di Kabupaten Rembang dapat mereplikasi,” katanya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang memperkuat kader keamanan pangan di Desa Karasgede dan Balungmulyo, Kabupaten Rembang,  dengan Bimtek Keamanan Pangan pada Selasa (29/3).

Sejumlah perwakilan dari dua desa tersebut diberikan bimbingan teknis. Mereka digembleng selama dua hari. Untuk mewujudkan program keamanan pangan desa. Kader-kader diberikan materi tentang keamanan pangan, cara menguji bahan berbahaya yang disalahgunakan pada pangan menggunakan rapid test kit,  Cek Kemasan Label Izin Edar dan Kedaluwarsa (Cek KLIK)  hingga cara mengetahui izin edar melalui BPOM mobile.

Salah satu materinya adalah mengetahui cemaran bahan berbahaya pada makanan. Koordinator Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM Semarang Novi Eko Rini menunjukkan cara mengetahui  adanya cemaran pewarna tekstil Rhodamin B pada makanan, menggunakan alat khusus yaitu lampu UV.

Ia mengambil sebungkus kerupuk mentah. Lalu menempelkan alat tersebut. Hasilnya warna merah pada kerupuk tersebut langsung menyala berpendar. Artinya, produk itu menggunakan bahan pewarna tekstil.

Selanjutnya dilakukan pemastian dengan uji laboratorium.

Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan cara mengetahui cemaran pewarna tekstil  rhodamin B  pada produk pangan.

Baca Juga :  Kabar Baik! Pemkab Rembang Prioritaskan Perawat Menjadi PPPK

Kader keamanan pangan diharapkan berperan dalam mengawasi produk-produk yang ada di desa. Selain itu, Badan POM juga memiliki pendampingan kepada UMKM yang akan mengurus izin edarnya di Badan POM.

Puluhan peserta kemarin terbagi dari tiga jenis kader. Yakni, kader masyarakat, guru, dan kader PKK.  Kader tersebut akan membina komunitas masing-masing. Baik itu di lingkungan masyarakat, sekolah, hingga pelaku usaha pangan di desa.

”Ada industri  pangan olahan dalam kemasan, pangan siap saji. Tentunya industri pangan olahan dalam kemasan yang belum punya izin edar, diarahkan untuk mengurus izinnya nanti,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Rembang Ali Syofii yang hadir membuka bimtek  berharap, setelah bimtek bisa terbentuk dan terlaksananya keamanan pangan di desa. Selanjutnya, para kader akan melaksanakan tugas dalam melindungi masyarakat. Agar produk-produk pangan yang dikonsumsi masyarakat dipastikan aman dan terhindar dari pencemaran fisik, biologis maupun kimiawi.

”Ini adalah piloting. Gerakan keamanan pangan di desa ini adalah di dua desa tersebut. Harapan kami setelah ini desa-desa yang lain di Kabupaten Rembang dapat mereplikasi,” katanya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/