alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

TPA Landoh Rembang Masih Jadi Momok untuk Dapatkan Adipura

REMBANG – Berbagai upaya terus dilakukan untuk meraih piala adipura yang sudah lama tidak diraih Kabupaten Rembang. Kemarin sejumlah melakukan mapping bersama untuk memecahkan sejumlah kendala untuk dicarikan solusi. Terutama soal pengelolaan dan penataan TPA Landoh di Sulang yang selama ini jadi masih menjadi persoalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang Dwi Purwanto menyampaikan ia yang baru kali pertama konsolidasi internal DLH. Mengaku telah melakukan membagi orientasi tugas. Hal itu penting, karena menurutnya  untuk mendapatkan adipura masih perlu banyak masukan terutama di lingkup OPD terkait.

”Perlu banyak masukan. Program yang sudah, belum dan akan dilaksanakan, termasuk kendalanya,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.


Ia menyebutkan obsesi terbesarnya yakni meraih kembali piala adipura di Rembang. Hal itu menurutnya sebuah penghargaan bidang kebersihan dan keindahan kota. Terlebih beberapa tahun terakhir Kabupaten Rembang belum pernah meraih Adipura kembali.

“Kami mohon doa restunya. Khususnya komunitas, stakeholder dirangkul semua. Termasuk rekan-rekan LSM dipersilahkan memberikan masukan. Apa yang sudah pernah diraih dibedah dan urai kembali serta dicarikan jalan keluarnya,” terangnya.

Baca Juga :  Penataan Kawasan Pusaka Lasem, Menteri PUPR: Target Selesai Agustus 2022

Selanjutnya, ia akan membuat tim agar seluruh masukan bisa  tersentuh secara maksimal.

“Seperti TPA Landoh kendalanya apa? Lalu pengelolaan sampah kembalinya. Saat ini masih sepotong-potong belum bisa bicara utuh. Namun secara garis besar sudah bisa menangkap kira-kira yang akan dilaksanakan,” ujarnya.

Untuk sekadar diketahui Kabupaten Rembang sudah berturut-turut gagal meraih penghargaan adipura dari pemerintah pusat.  Hasil evaluasi kala itu beberapa titik penilaian masih ada yang kurang. Utamanya belum optimalnya pengolahan TPA Kerep, komposit sekolah maupun tempat publik.

Penilaian adipura setiap tahunnya memang terus ditingkatkan.  Tahun 2017 dan 2018 harapan pemerintah pusat bagaimana mengurangi volume sampah di TPA. Sejak tahun 2018 sampai 2025 pengolahan sampah sudah di hitung.

Sejak gagal meraih adipura pada tahun 2014 silam,  evaluasi selalu dilakukan setiap tahun. Namun hoki belum berpihak di Rembang. Demi mendapatkan adipura pimpinan daerah memberikan tekanan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlibat menata lingkungan. Semua turun. Dipantau langsung persiapan penilaian adipura di lapangan. Kepala daerah memberikan instruksi langsung. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Berbagai upaya terus dilakukan untuk meraih piala adipura yang sudah lama tidak diraih Kabupaten Rembang. Kemarin sejumlah melakukan mapping bersama untuk memecahkan sejumlah kendala untuk dicarikan solusi. Terutama soal pengelolaan dan penataan TPA Landoh di Sulang yang selama ini jadi masih menjadi persoalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang Dwi Purwanto menyampaikan ia yang baru kali pertama konsolidasi internal DLH. Mengaku telah melakukan membagi orientasi tugas. Hal itu penting, karena menurutnya  untuk mendapatkan adipura masih perlu banyak masukan terutama di lingkup OPD terkait.

”Perlu banyak masukan. Program yang sudah, belum dan akan dilaksanakan, termasuk kendalanya,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.

Ia menyebutkan obsesi terbesarnya yakni meraih kembali piala adipura di Rembang. Hal itu menurutnya sebuah penghargaan bidang kebersihan dan keindahan kota. Terlebih beberapa tahun terakhir Kabupaten Rembang belum pernah meraih Adipura kembali.

“Kami mohon doa restunya. Khususnya komunitas, stakeholder dirangkul semua. Termasuk rekan-rekan LSM dipersilahkan memberikan masukan. Apa yang sudah pernah diraih dibedah dan urai kembali serta dicarikan jalan keluarnya,” terangnya.

Baca Juga :  Bidik Adipura, DLH Grobogan Mulai Percantik Kota dan Kelola Bank Sampah

Selanjutnya, ia akan membuat tim agar seluruh masukan bisa  tersentuh secara maksimal.

“Seperti TPA Landoh kendalanya apa? Lalu pengelolaan sampah kembalinya. Saat ini masih sepotong-potong belum bisa bicara utuh. Namun secara garis besar sudah bisa menangkap kira-kira yang akan dilaksanakan,” ujarnya.

Untuk sekadar diketahui Kabupaten Rembang sudah berturut-turut gagal meraih penghargaan adipura dari pemerintah pusat.  Hasil evaluasi kala itu beberapa titik penilaian masih ada yang kurang. Utamanya belum optimalnya pengolahan TPA Kerep, komposit sekolah maupun tempat publik.

Penilaian adipura setiap tahunnya memang terus ditingkatkan.  Tahun 2017 dan 2018 harapan pemerintah pusat bagaimana mengurangi volume sampah di TPA. Sejak tahun 2018 sampai 2025 pengolahan sampah sudah di hitung.

Sejak gagal meraih adipura pada tahun 2014 silam,  evaluasi selalu dilakukan setiap tahun. Namun hoki belum berpihak di Rembang. Demi mendapatkan adipura pimpinan daerah memberikan tekanan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlibat menata lingkungan. Semua turun. Dipantau langsung persiapan penilaian adipura di lapangan. Kepala daerah memberikan instruksi langsung. (noe/ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/