alexametrics
30 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Meriah, Ribuan Orang Antusias Tonton Festival Thong-Thonglek di Rembang

REMBANG – Ribuan orang tumpah ruah memadati Taman Kartini Rembang kemarin malam. Mereka berbondong-bondong menyaksikan Festival Thong-Thonglek Reborn. Ada 15 peserta ikut ambil bagian dalam acara ini.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, arus lalu lintas di sekitar lokasi padat. Mulai depan Kodim, Satlantas, DPRD, Kantor Bupati, hingga Hotel Kencana. Di sana menjadi kantong parkir roda dua dan empat.

Tampak hilir mudik warga menuju lokasi festival. Jalan kaki. Baik anak-anak, dewasa, hingga orang tua. Sejumlah petugas keamanan berjaga. Penonton diberikan ruang akses masuk dan keluar.


Di arena lomba, penontonya dibatasi. Hanya sekitar 1.500 orang. Mencoba masuk ke ruang VIP, tidak bisa tembus. Pagar sudah tertutup dengan dipenuhi warga.

Wajar, masyarakat sudah haus hiburan setelah dua tahun lebih acara keramaian vakum akibat pandemi. Pembatasan masih diberlakukan. Protokol kesehatan (prokes) ketat diterapkan dalam acara ini. Penonton yang boleh masuk minimal wajib sudah vaksin dua kali. Panitia juga menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Pentas di atas panggung dimulai pukul 19.30. Peserta diberi waktu sekitar 10 menit. Mulai persiapan hingga perform di atas panggung.

Baca Juga :  Semen Gresik Sabet Dua Penghargaan Predikat Gold dalam ISDA Award 2021

Pantian lomba memberi ketentuan, peserta haruh menyanyikan lagu wajib ”Ayo Sahur”. Setelah itu lagu pilihan. Ada 15 grup. Mereka dibagi, penampilan pertama sembilan grup dan kedua enam grup.

Tampak pengunjung memadati lokasi acara Festival Thong-Thonglek Reborn. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Bupati Rembang Abdul Hafidz dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya memberikan kelonggaran untuk kegiatan masyarakat. Salah satunya seni budaya lewat Festival Thong-Thonglek ini.

”Ada kelonggaran sedikit. Tetapi tetap harus menaati prokes. Sebab, acara seperti ini bisa menumbuhkan ekonomi warga,” katanya.

Bupati berterima kasih kepada semua pihak. Terutama keamanan yang sudah menunjukan cara-cara mengamankan terhadap kegiatan masyarakat. Sekaligus dinas terkait dan forkompimda yang bersama-sama bertekad mengatasi dan menanggulangi Covid-19.

”Ini penting disampaikan. Jangan sampai ada pihak-pihak yang ingin berspekulasi untuk mempersoalkan hal-hal yang sebetulnya sudah kondusif. Saya berterima kasih kepada masyarakat Rembang yang sudah mampu menjaga kondisi wilayahnya masing-masing. Sehingga sampai sekarang dan seterusnya dalam kondisi aman. Setuju nggih. Aman nggih. Ojo do tukaran. Wingi thong-thonglek tengah wengi gegere sak karuan, akhire tukaran. Ampun. (Jangan bertengkar. Kemarin thong-thonglek malam ramai sekali, akhirnya berkelahi. Jangan.) Ini sesama anak bangsa saling pengertian,” pesannya. (noe/lin)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Ribuan orang tumpah ruah memadati Taman Kartini Rembang kemarin malam. Mereka berbondong-bondong menyaksikan Festival Thong-Thonglek Reborn. Ada 15 peserta ikut ambil bagian dalam acara ini.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, arus lalu lintas di sekitar lokasi padat. Mulai depan Kodim, Satlantas, DPRD, Kantor Bupati, hingga Hotel Kencana. Di sana menjadi kantong parkir roda dua dan empat.

Tampak hilir mudik warga menuju lokasi festival. Jalan kaki. Baik anak-anak, dewasa, hingga orang tua. Sejumlah petugas keamanan berjaga. Penonton diberikan ruang akses masuk dan keluar.

Di arena lomba, penontonya dibatasi. Hanya sekitar 1.500 orang. Mencoba masuk ke ruang VIP, tidak bisa tembus. Pagar sudah tertutup dengan dipenuhi warga.

Wajar, masyarakat sudah haus hiburan setelah dua tahun lebih acara keramaian vakum akibat pandemi. Pembatasan masih diberlakukan. Protokol kesehatan (prokes) ketat diterapkan dalam acara ini. Penonton yang boleh masuk minimal wajib sudah vaksin dua kali. Panitia juga menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Pentas di atas panggung dimulai pukul 19.30. Peserta diberi waktu sekitar 10 menit. Mulai persiapan hingga perform di atas panggung.

Baca Juga :  Urai Kemacetan Rembang-Pati, Sopir Truk Diimbau Menunggu di 10 Area Parkir

Pantian lomba memberi ketentuan, peserta haruh menyanyikan lagu wajib ”Ayo Sahur”. Setelah itu lagu pilihan. Ada 15 grup. Mereka dibagi, penampilan pertama sembilan grup dan kedua enam grup.

Tampak pengunjung memadati lokasi acara Festival Thong-Thonglek Reborn. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Bupati Rembang Abdul Hafidz dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya memberikan kelonggaran untuk kegiatan masyarakat. Salah satunya seni budaya lewat Festival Thong-Thonglek ini.

”Ada kelonggaran sedikit. Tetapi tetap harus menaati prokes. Sebab, acara seperti ini bisa menumbuhkan ekonomi warga,” katanya.

Bupati berterima kasih kepada semua pihak. Terutama keamanan yang sudah menunjukan cara-cara mengamankan terhadap kegiatan masyarakat. Sekaligus dinas terkait dan forkompimda yang bersama-sama bertekad mengatasi dan menanggulangi Covid-19.

”Ini penting disampaikan. Jangan sampai ada pihak-pihak yang ingin berspekulasi untuk mempersoalkan hal-hal yang sebetulnya sudah kondusif. Saya berterima kasih kepada masyarakat Rembang yang sudah mampu menjaga kondisi wilayahnya masing-masing. Sehingga sampai sekarang dan seterusnya dalam kondisi aman. Setuju nggih. Aman nggih. Ojo do tukaran. Wingi thong-thonglek tengah wengi gegere sak karuan, akhire tukaran. Ampun. (Jangan bertengkar. Kemarin thong-thonglek malam ramai sekali, akhirnya berkelahi. Jangan.) Ini sesama anak bangsa saling pengertian,” pesannya. (noe/lin)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/