alexametrics
30.5 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Bejat! Pemuda di Rembang Ini Cekoki Miras dan Cabuli Gadis di Bawah Umur

REMBANG – Polres Rembang mengamankan seorang pemuda berinisial MS, 20 warga kecamatan Lasem. Hal itu, dilakukan setelah dia nekat mencekoki miras dan memperkosa MA, 14 pada Minggu (24/4) lalu.

Baca Juga : Razia Balap Liar, Polres Rembang Amankan 39 Kendaraan Roda Dua

Kasatreskrim Polres Rembang, AKP Hery Dwi Utomo saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus membenarkan kabar tersebut. Dia menuturkan kejadian itu terjadi sekira pukul 23.00.


Semula, korban MA, 14 yang baru bertemu dua kali dengan pelaku itu. Dijemput dan diajak nongkrong bersama dengan tujuh temannya. Setelah itu, mereka melakukan pesta miras sekira pukul 22.00.

”Ya, benar kabar itu. Semula korban diajak ke salah satu kontrakan, untuk minum-minuman keras. Jenisnya, bir dan anggur merah,” ungkapnya.

AKP Hery menambahkan, saat teman-temannya pulang. Pelaku kemudian melakukan aksinya dengan mencekoki korban. Setelah itu, korban masuk ke dalam kamar untuk men-charger HP. Dan kemudian diikuti oleh pelaku.

“Setelah kawan-kawannya pulang. Sekira pukul 23.00 terjadilah hubungan layaknya suami istri yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban,” terangnya.

Baca Juga :  Perkara Kecelakaan Tambang Ilegal di Rembang Diproses Polisi

Terpisah, MS, 20 menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya adalah hal yang tidak direncanakan. Mengingat, menurutnya korban juga mau untuk diajak bersetubuh.

”Dia (korban) masuk untuk men-charger HP. Saya menyusul untuk ambil HP. Mulai dari situ nafsu birahi muncul. Namanya laki-laki nafsu. Tidak ada rencana,” pembelaannya.

Selain itu, tersangka MS, 20, dihadapan petugas berdalih tidak mencekoki korban. Mengingat, menurutnya korban meminta sendiri.

”Kenal baru sekali pertemuan. Kedua, melakukan “chisss”. Tidak dipaksa. Ketemu dari tempat tongkrongan. Sebelumnya, ada rasa ketertarikan. Untuk cinta belum,” Pengakuan tersangka yang berprofesi serabutan itu.

Atas kejadian tersebut, petugas kemudian mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni, celana dalam dan celana yang dipakai pada saat kejadian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

”Pelaku dijerat pasal 81 ayat 1 atau pasal 82 ayat 1, UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Mengingat, korban masih berusia belasan tahun,” terangnya. (noe/khim)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Polres Rembang mengamankan seorang pemuda berinisial MS, 20 warga kecamatan Lasem. Hal itu, dilakukan setelah dia nekat mencekoki miras dan memperkosa MA, 14 pada Minggu (24/4) lalu.

Baca Juga : Razia Balap Liar, Polres Rembang Amankan 39 Kendaraan Roda Dua

Kasatreskrim Polres Rembang, AKP Hery Dwi Utomo saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus membenarkan kabar tersebut. Dia menuturkan kejadian itu terjadi sekira pukul 23.00.

Semula, korban MA, 14 yang baru bertemu dua kali dengan pelaku itu. Dijemput dan diajak nongkrong bersama dengan tujuh temannya. Setelah itu, mereka melakukan pesta miras sekira pukul 22.00.

”Ya, benar kabar itu. Semula korban diajak ke salah satu kontrakan, untuk minum-minuman keras. Jenisnya, bir dan anggur merah,” ungkapnya.

AKP Hery menambahkan, saat teman-temannya pulang. Pelaku kemudian melakukan aksinya dengan mencekoki korban. Setelah itu, korban masuk ke dalam kamar untuk men-charger HP. Dan kemudian diikuti oleh pelaku.

“Setelah kawan-kawannya pulang. Sekira pukul 23.00 terjadilah hubungan layaknya suami istri yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban,” terangnya.

Baca Juga :  Diingatkan Pusat, Pemkab Rembang Pangkas Dana Penanganan Covid-19 Rp 1,3 M

Terpisah, MS, 20 menyampaikan bahwa apa yang dilakukannya adalah hal yang tidak direncanakan. Mengingat, menurutnya korban juga mau untuk diajak bersetubuh.

”Dia (korban) masuk untuk men-charger HP. Saya menyusul untuk ambil HP. Mulai dari situ nafsu birahi muncul. Namanya laki-laki nafsu. Tidak ada rencana,” pembelaannya.

Selain itu, tersangka MS, 20, dihadapan petugas berdalih tidak mencekoki korban. Mengingat, menurutnya korban meminta sendiri.

”Kenal baru sekali pertemuan. Kedua, melakukan “chisss”. Tidak dipaksa. Ketemu dari tempat tongkrongan. Sebelumnya, ada rasa ketertarikan. Untuk cinta belum,” Pengakuan tersangka yang berprofesi serabutan itu.

Atas kejadian tersebut, petugas kemudian mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni, celana dalam dan celana yang dipakai pada saat kejadian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

”Pelaku dijerat pasal 81 ayat 1 atau pasal 82 ayat 1, UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Mengingat, korban masih berusia belasan tahun,” terangnya. (noe/khim)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/