alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Wabup Sesalkan Kasus Sexy Dancer Bermodus Pesta Ultah di Hotel Rembang

REMBANG – Satpol PP hari ini batal memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam pesta sexy dancer di salah satu hotel Rembang. Mereka hanya cek lokasi. Pemilik hotel dan penyelenggara akan dipanggil besok. Ancaman denda atas peristiwa itu maksimal Rp 1 Juta dan membagikan masker ke masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan pesta dengan menghadirkan sexy dancer itu tersebar melalui pesan berantai whatsapp. Kemarin, Satpol PP Rembang mendatangi lokasi untuk penindakan awal. Rencana, besok seluruh hotel akan dikumpulkan.

Kepala Satpol PP Rembang Sulistyono menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi bersama instansi terkait. Pada malam tahun baru nanti, patrol akan lebih diperketat. ”Sebelumnya sudah kami arahkan. Cuma kok masih seperti itu ini nanti kami lebih tegas lagi,” ujarnya.


Sementara, terkait pemanggilan terkait kegiatan sexy dancer, kata Sulis, pihaknya akan menghadirkan perwakilan hotel yang bersangkutan dan penyelenggara. Termasuk perhimpunan hotel dan restoran. ”Agar tidak menular ke hotel yang lain,” ujarnya.

Disinggung terkait regulasi, Sulistyono menjelaskan, sudah ada peraturan daerah maupun peraturan bupati yang mengatur tentang pakaian seksi. Beberapa waktu lalu, sempat ada penegasan teknis berpakaian. Yakni bagi pelayan perempuan di kafe maupun karaoke agar mengenakan celana.

”Akan kami tindak lanjuti segera. Menurut saya ini kejadian yang fatal. Kami juga kecolongan. Nanti kami monitor lebih ketat lagi. Gabugan nanti dengan polres dan kodim,” tegasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan Penegakan Perda Satpol PP Rembang Teguh Maryadi menyampaikan, pesta itu merupakan acara ulang tahun. Informasi awal yang ia himpun, mayoritas merupakan warga luar Rembang. Rencana, hari ini Satpol PP akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintain keterangan. Mereka bisa dijerat tentang regulasi miras, maupun pakaian seksi.

Baca Juga :  Akibat Rob di Rembang, Ratusan Hektare Tambak Terdampak, Wisata Mangrove Ditutup

“Kalau bicara Perda kan ada SOP nya. Nanti mengarahnya (sanksi) denda. Minimal kami periksa dulu. Kami peringatkan membuat surat pernyataan,” jelasnya.

Apabila masih melakukan lagi, lanjut Teguh, akan dilakukan upaya penghentian paksa. “(Sanksi) denda itu banyak. Bisa tentang miras, pakaian seksi bisa kami kenakan,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya mengaku sudah mengantongi alat bukti berupa video. ”Denda maksimal Rp 1 Juta. Kalau denda administrasi bisa kami suruh membelikan masker. Untuk dibagikan ke masyarakat umun,” jelasnya.

Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro juga memberikan sorotan atas kejadian ini. Pihaknya menginstruksikan kepada instansi terkait untuk menindak tegas para pihak yang terlibat. Ia menyayangkan kegiatan sexy dancer tersebut digelar di tengah gencarnya masyarakat Rembang berupaya memberantas pekat penyakit masyarakat.

”Kami selaku pribadi sangat menyayangkan aktivitas tersebut. Ini jika dibiarkan dampak sosialnya akan menjadi ancaman moral bagi masyarakat, dan ini ancaman serius tentu saja,” menegaskan.

Ya, beberapa waktu lalu gabungan kelompok masyarakat mendeklarasikan agar Rembang bebas penyakit masyarakat. Mereka juga mendesak agar diterbitkan perda tentang minuman keras.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rembang juga memberikan kecaman. Ketua DPC PPP Rembang Zaimul Umam menyatakan kegiatan itu jelas merusak citra masyarakat Rembang yang religius.

”Kejadian tersebut seolah mengkhianati upaya  masyarakat Rembang yang sedang giat membersihkan lingkungan dari aktivitas penyakit masyarakat,” katanya.

Atas kejadian tersebut, selaku Ketua DPC PPP Rembang, pihaknya memerintahkan fraksi PPP di DPRD untuk mendorong percepatan penyusunan Perda Penyakit Masyarakat dalam Propemperda. Ia menghimbau masyarakat agar tidak putus melaksanakan upaya preventif menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan masing-masing. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Satpol PP hari ini batal memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam pesta sexy dancer di salah satu hotel Rembang. Mereka hanya cek lokasi. Pemilik hotel dan penyelenggara akan dipanggil besok. Ancaman denda atas peristiwa itu maksimal Rp 1 Juta dan membagikan masker ke masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan pesta dengan menghadirkan sexy dancer itu tersebar melalui pesan berantai whatsapp. Kemarin, Satpol PP Rembang mendatangi lokasi untuk penindakan awal. Rencana, besok seluruh hotel akan dikumpulkan.

Kepala Satpol PP Rembang Sulistyono menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi bersama instansi terkait. Pada malam tahun baru nanti, patrol akan lebih diperketat. ”Sebelumnya sudah kami arahkan. Cuma kok masih seperti itu ini nanti kami lebih tegas lagi,” ujarnya.

Sementara, terkait pemanggilan terkait kegiatan sexy dancer, kata Sulis, pihaknya akan menghadirkan perwakilan hotel yang bersangkutan dan penyelenggara. Termasuk perhimpunan hotel dan restoran. ”Agar tidak menular ke hotel yang lain,” ujarnya.

Disinggung terkait regulasi, Sulistyono menjelaskan, sudah ada peraturan daerah maupun peraturan bupati yang mengatur tentang pakaian seksi. Beberapa waktu lalu, sempat ada penegasan teknis berpakaian. Yakni bagi pelayan perempuan di kafe maupun karaoke agar mengenakan celana.

”Akan kami tindak lanjuti segera. Menurut saya ini kejadian yang fatal. Kami juga kecolongan. Nanti kami monitor lebih ketat lagi. Gabugan nanti dengan polres dan kodim,” tegasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan Penegakan Perda Satpol PP Rembang Teguh Maryadi menyampaikan, pesta itu merupakan acara ulang tahun. Informasi awal yang ia himpun, mayoritas merupakan warga luar Rembang. Rencana, hari ini Satpol PP akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintain keterangan. Mereka bisa dijerat tentang regulasi miras, maupun pakaian seksi.

Baca Juga :  Pembebasan Lahan Jalan Lingkar Kaliori-Lasem, Pemkab Anggarkan Rp 100 M

“Kalau bicara Perda kan ada SOP nya. Nanti mengarahnya (sanksi) denda. Minimal kami periksa dulu. Kami peringatkan membuat surat pernyataan,” jelasnya.

Apabila masih melakukan lagi, lanjut Teguh, akan dilakukan upaya penghentian paksa. “(Sanksi) denda itu banyak. Bisa tentang miras, pakaian seksi bisa kami kenakan,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya mengaku sudah mengantongi alat bukti berupa video. ”Denda maksimal Rp 1 Juta. Kalau denda administrasi bisa kami suruh membelikan masker. Untuk dibagikan ke masyarakat umun,” jelasnya.

Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro juga memberikan sorotan atas kejadian ini. Pihaknya menginstruksikan kepada instansi terkait untuk menindak tegas para pihak yang terlibat. Ia menyayangkan kegiatan sexy dancer tersebut digelar di tengah gencarnya masyarakat Rembang berupaya memberantas pekat penyakit masyarakat.

”Kami selaku pribadi sangat menyayangkan aktivitas tersebut. Ini jika dibiarkan dampak sosialnya akan menjadi ancaman moral bagi masyarakat, dan ini ancaman serius tentu saja,” menegaskan.

Ya, beberapa waktu lalu gabungan kelompok masyarakat mendeklarasikan agar Rembang bebas penyakit masyarakat. Mereka juga mendesak agar diterbitkan perda tentang minuman keras.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rembang juga memberikan kecaman. Ketua DPC PPP Rembang Zaimul Umam menyatakan kegiatan itu jelas merusak citra masyarakat Rembang yang religius.

”Kejadian tersebut seolah mengkhianati upaya  masyarakat Rembang yang sedang giat membersihkan lingkungan dari aktivitas penyakit masyarakat,” katanya.

Atas kejadian tersebut, selaku Ketua DPC PPP Rembang, pihaknya memerintahkan fraksi PPP di DPRD untuk mendorong percepatan penyusunan Perda Penyakit Masyarakat dalam Propemperda. Ia menghimbau masyarakat agar tidak putus melaksanakan upaya preventif menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan masing-masing. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/