alexametrics
25 C
Kudus
Friday, July 1, 2022

Hotel Gajah Mada Tempat Sexy Dancer Akhirnya Disegel

REMBANG – Pemkab Rembang akhirnya menutup sementara hotel yang dijadikan tempat pesta dengan sexy dancer. Tak hanya Satpol PP, Polres Rembang juga memeriksa perkara ini.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, pihaknya akan menutup sementara hotel yang digunakan untuk pesta ini. Pihaknya juga mengaku tidak terima. Sebab menurutnya, pesta itu dikuti oleh orang luar Rembang.

“Jadi Rembang ini dijadikan sampah. Itu yang saya tidak terima,” ujarnya.


Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan Penegakan Perda Satpol PP Rembang Teguh Maryadi menyampaikan, untuk undangan dalam pesta tersebut mayoritas dari luar kota. “Itu yang awal saya lihat tidak banyak kenal. Yang akhir-akhir itu otomatis banyak orang rembang juga,” katanya.

Ia menjelaskan, ada sejumlah regulasi yang bisa menjerat kejadian ini. Untuk di masa PPKM, bisa dikenakan Perbup Nomor 34 2020 tentang disiplin Prokes. Sanksinya baik perorangan maupun penyelenggara dikenakan sanksi administrasi. Berupa membelikan masker untuk dibagikan kepada masyarakat umum.

Jika merujuk pada Perda nomor 2 tahun 2019, kata Teguh, bisa dikenakan pasal 14 terkait setiap orang tidak boleh memfasilitasi kegiatan asusila. “Untuk penyelenggara, penanggungjawab tempat. Bagi perorangan kami kenakan yang sexy dancer itu. Juga masuk pasal 21, karena di situ ada miras,” katanya.

Baca Juga :  Wisata di Rembang Tetap Buka saat Nataru

Jika terbukti melakukan itu, akan ada SOP untuk penerapan sanksi. Yakni berupa upaya pembinaan dan surat pernyataan. Dan, ada tahapan selanjutnya bila penangung jawab tempat mengulangi lagi akan dipaksa untuk dihentikan. “Sampai pembekuan izin. Sampai sanksi terakhir nanti bisa kami berlakukan denda berupa uang Rp 1 Juta,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan menyampaikan, pihaknya sudah memanggil sejunlah orang untuk dimintai keterangan. Yakni pihak hotel dan tiga orang yang hadir dalam pesta tersebut.

“Saat ini tahap klarifikasi. Nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” jelasnya.

Dikonfirmasi terkait perkembangan pemeriksaan Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Hery Dwi Utomo menyampaikan, pihaknya masih melakukan pendalaman. “Iya sampai sekarang masih di mintai keterangan. Masih didalami,” ujarnya. Dotanya tentang orang-orang yang terekam dalam video yang beredar, hingga kemarin siang, pihaknya juga masih melakukan penyelidikan. (vah)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Pemkab Rembang akhirnya menutup sementara hotel yang dijadikan tempat pesta dengan sexy dancer. Tak hanya Satpol PP, Polres Rembang juga memeriksa perkara ini.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, pihaknya akan menutup sementara hotel yang digunakan untuk pesta ini. Pihaknya juga mengaku tidak terima. Sebab menurutnya, pesta itu dikuti oleh orang luar Rembang.

“Jadi Rembang ini dijadikan sampah. Itu yang saya tidak terima,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum Ketentraman Masyarakat dan Penegakan Perda Satpol PP Rembang Teguh Maryadi menyampaikan, untuk undangan dalam pesta tersebut mayoritas dari luar kota. “Itu yang awal saya lihat tidak banyak kenal. Yang akhir-akhir itu otomatis banyak orang rembang juga,” katanya.

Ia menjelaskan, ada sejumlah regulasi yang bisa menjerat kejadian ini. Untuk di masa PPKM, bisa dikenakan Perbup Nomor 34 2020 tentang disiplin Prokes. Sanksinya baik perorangan maupun penyelenggara dikenakan sanksi administrasi. Berupa membelikan masker untuk dibagikan kepada masyarakat umum.

Jika merujuk pada Perda nomor 2 tahun 2019, kata Teguh, bisa dikenakan pasal 14 terkait setiap orang tidak boleh memfasilitasi kegiatan asusila. “Untuk penyelenggara, penanggungjawab tempat. Bagi perorangan kami kenakan yang sexy dancer itu. Juga masuk pasal 21, karena di situ ada miras,” katanya.

Baca Juga :  BPBD Rembang: Kerugian Sektor Pertanian Akibat Banjir Tembus Rp 1 Miliar

Jika terbukti melakukan itu, akan ada SOP untuk penerapan sanksi. Yakni berupa upaya pembinaan dan surat pernyataan. Dan, ada tahapan selanjutnya bila penangung jawab tempat mengulangi lagi akan dipaksa untuk dihentikan. “Sampai pembekuan izin. Sampai sanksi terakhir nanti bisa kami berlakukan denda berupa uang Rp 1 Juta,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan menyampaikan, pihaknya sudah memanggil sejunlah orang untuk dimintai keterangan. Yakni pihak hotel dan tiga orang yang hadir dalam pesta tersebut.

“Saat ini tahap klarifikasi. Nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” jelasnya.

Dikonfirmasi terkait perkembangan pemeriksaan Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Hery Dwi Utomo menyampaikan, pihaknya masih melakukan pendalaman. “Iya sampai sekarang masih di mintai keterangan. Masih didalami,” ujarnya. Dotanya tentang orang-orang yang terekam dalam video yang beredar, hingga kemarin siang, pihaknya juga masih melakukan penyelidikan. (vah)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/