25.3 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Pemkab Rembang Berikan Signal Sepakati Lebar Jalan Lingkar Kaliori-Lasem 40 Meter, Ini Alasannya

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memberikan signal pembangunan Jalan Lingkar Kaliori-Lasem akan berlanjut. Daerah akan tetap menyetujui meskipun ada perbedaan dalam hal luasan pembebasan lahan.

Baca Juga : Survei Dimulai, Ratusan Rumah di 19 Desa Ini bakal Tergusur Jalan Lingkar Kaliori-Lasem

Diberitakan sebelumnya, sempat muncul isu penundaan pembangunan Jalan Lingkar yang akan melewati 19 Desa itu. Pertimbangan atas rencana penundaan ini adalah adanya ketidak sesuaian antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terkait kebutuhan lahan.


Sebelumnya, daerah merencanakan sekitar 20 meter. Ternyata, dari pemerintah pusat menghendaki 40 meter. Sehingga, penganggaran yang direncanakan diperkirakan membengkak dua kali lipat dari yang sebelumnya dianggarkan Rp 100 miliar untuk pembebasan lahan.

Saat rapat paripurna yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro menyampaikan, sudah sempat dilaksanakan rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Pemkab melakukan negosiasi agar kebutuhan lahan bisa disesuaikan sebagaimana yang sudah direncanakan. Namun, masih juga belum ada titik temu.

Kementerian PUPR tetap mensyaratkan lebar jalan harus 40 meter. Saat ini, Pemkab memastikan akan tetap melakukan pembebasan lahan sesuai dengan yang diminta oleh Pemerintah Pusat.

Baca Juga :  Anggaran Perbaikan Jalan di Rembang Ngendon Rp 3,3 Miliar

Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang Fahrudin menyampaikan, pihaknya sudah merencanakan meskipun anggaran belum mencukupi. ”Maksudnya, kami sudah menyediakan anggaran untuk survey termasuk membuat Detail Engineering Design (DED),” jelasnya.

Fahrudin menegaskan, dengan ketidak cukupan dana bukan berarti pembatalan pembangunan Jalan Lingkar. Pemkab akan tetap berupaya bagaimana cara untuk mencari dana. ”Karena dari pihak Kemenetrian PU menyatakan bahwa kalau tanah itu tersedia akan dibangun,” imbuhnya.

Disisi lain, pihaknya juga mempertimbangkan perkembangan penataan Lasem Kota Pusaka. Ia yakin masyarakat akan merasa perlu hadirnya jalan lingkar. Begitupun dari pihak legislatif. DPR, kata Fahrudin, sudah meminta untuk dianggarkan.

”Sudah melihat perkembangan Lasem seperti itu, maka dewan minta untuk dianggarkan berarti ada tekad bulat untuk ke sana,” ujarnya.

Disinggung terkait permintaan luasan dari Pemerintah Pusat, Sekda menegaskan, Pemkab sudah pasti akan menyetujui itu. ”Wajib, jalan itu apalagi jalan nasional,” ujarnya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memberikan signal pembangunan Jalan Lingkar Kaliori-Lasem akan berlanjut. Daerah akan tetap menyetujui meskipun ada perbedaan dalam hal luasan pembebasan lahan.

Baca Juga : Survei Dimulai, Ratusan Rumah di 19 Desa Ini bakal Tergusur Jalan Lingkar Kaliori-Lasem

Diberitakan sebelumnya, sempat muncul isu penundaan pembangunan Jalan Lingkar yang akan melewati 19 Desa itu. Pertimbangan atas rencana penundaan ini adalah adanya ketidak sesuaian antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terkait kebutuhan lahan.

Sebelumnya, daerah merencanakan sekitar 20 meter. Ternyata, dari pemerintah pusat menghendaki 40 meter. Sehingga, penganggaran yang direncanakan diperkirakan membengkak dua kali lipat dari yang sebelumnya dianggarkan Rp 100 miliar untuk pembebasan lahan.

Saat rapat paripurna yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro menyampaikan, sudah sempat dilaksanakan rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Pemkab melakukan negosiasi agar kebutuhan lahan bisa disesuaikan sebagaimana yang sudah direncanakan. Namun, masih juga belum ada titik temu.

Kementerian PUPR tetap mensyaratkan lebar jalan harus 40 meter. Saat ini, Pemkab memastikan akan tetap melakukan pembebasan lahan sesuai dengan yang diminta oleh Pemerintah Pusat.

Baca Juga :  Anggaran Perbaikan Jalan di Rembang Ngendon Rp 3,3 Miliar

Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang Fahrudin menyampaikan, pihaknya sudah merencanakan meskipun anggaran belum mencukupi. ”Maksudnya, kami sudah menyediakan anggaran untuk survey termasuk membuat Detail Engineering Design (DED),” jelasnya.

Fahrudin menegaskan, dengan ketidak cukupan dana bukan berarti pembatalan pembangunan Jalan Lingkar. Pemkab akan tetap berupaya bagaimana cara untuk mencari dana. ”Karena dari pihak Kemenetrian PU menyatakan bahwa kalau tanah itu tersedia akan dibangun,” imbuhnya.

Disisi lain, pihaknya juga mempertimbangkan perkembangan penataan Lasem Kota Pusaka. Ia yakin masyarakat akan merasa perlu hadirnya jalan lingkar. Begitupun dari pihak legislatif. DPR, kata Fahrudin, sudah meminta untuk dianggarkan.

”Sudah melihat perkembangan Lasem seperti itu, maka dewan minta untuk dianggarkan berarti ada tekad bulat untuk ke sana,” ujarnya.

Disinggung terkait permintaan luasan dari Pemerintah Pusat, Sekda menegaskan, Pemkab sudah pasti akan menyetujui itu. ”Wajib, jalan itu apalagi jalan nasional,” ujarnya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/