alexametrics
28.6 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Hafidz-Hanies

Bupati Komitmen Infrastruktur, Wabup Terus Berusaha Lebih Baik

REMBANG – Refleksi satu tahun kepemimpinan pemerintahan Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Mochammad Hanies Cholil Barro’ digelar di Pamotan kemarin. Berbagai capaian di bidang infrastruktur, pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga UMKM serta isu kelangkaan minyak jadi topik.

Acara refleksi dihadiri ketua partai politik pendukung, pasangan Hafidz-Hanies. Mulai Ketua DPC PPP, Zaimul Umam, Ketua DPC PDI-P, Ridwan dan ketua DPC PKB Rembang, Gus Wabup Hanies. Sekda, asisten, staf ahli, kepala OPD camat, ketua paguyuban tingkat kecamatan yang hadir.

Serta segenap tim pemenangan Hafidz-Hanies, baik tingkat kabupaten maupun kecamatan, relawan. Termasuk kader parpol PDI-P. PKB, PPP dan Golkar.


Dalam sambutanya Hafidz bersyukur bisa kumpul dalam suasana akrab. Karena ingin ingat satu tahun lalu, bagaimana tim memproses akidah besar di kabupaten Rembang. Yakni pemenangan pasangan Hafidz-Hanies.

”Tentu setahun waktu yang pendek. Tetapi hari ini ingin memastikan. Bahwa juga harus bertanggung jawab terhadap pemerintahan Hafidz-Hanies yang Gemilang. Karena yang mendorong memimpin Rembang,” ungapnya.

Apapun yang disampaikan semua bertanggung jawab. Baik secara moral maupun material. Tentu melalui saluran birokrasi. Ada Sekda, para asisten, kepala OPD, camat hingga kepala desa. Semuanya saluran yang mampu untuk memfasilitasi masyarakat di dalam membangun Rembang sesuai visi dan misi yang dipaparkan.

Ini penting disampaikan. Agar soliditas pemerintah yang sejak awal komitmen mendukung terus diwujudkan. ”Lima tahun harus ada capaian-capaian. Karena panjenengan juga jadi sasaran masyarakat. Yen enek opo-opo ora genah pemerintahan, mesti panjenengan yang disasar. Deloko bupati dan wakil bupati. Misale jalan rusak. Harus ikut bertanggung jawab. Harus,” pesannya.

Tim diminta memberikan pemahaman. Dijabarkan seperti jalan kabupaten jumlahnya panjang 584 km. Itu jalan antar kecamatan. Untuk antar desa ribuan kilo. Jalan kecamatan yang baik baru 71 persen. Rusak ringan 8 sekian ringan, rusak berat cukup banyak 19 persen.

Jadi perlu dijelaskan. Supaya tidak sedikit-sedikit ditanam pisang. Lalu kritik kenapa pilih bupati, suruh turun aja.  Nanti Rembang selamanya tidak bagus. Maka diminta tim bisa membantu menjelaskan.

”Jalan kabupaten 584 km. 71 persen atau kisaran 419 km sudah baik semua. Itu tetap diteruskan. Tahun 2022 segera tindaklanjuti. Melalui pos-pos yang ada,” komitmenya.

Baca Juga :  Langgar Perda, Tim Gabungan Amankan ”Upin-Ipin” dan Pengemis Jalanan

Diberikan contoh jalan Pamotan-Gunem, Sulang-Banyuurip, Sarang depan pasar sampai Lodan, bahkan tidak tanggung-tanggung anggaran Rp 22,5 miliar. Lalu dari barat, Sumber-Sekaranarum nilainya Rp 3 miliar. Sekararum sampai Dresi perbatasan Rp 7 miliar.

Kemudian Tambangagung sampai embung Wiroto. Juga sudah dianggarkan Rp 5 miliar, lalu Karangsekar sampai Banggi Petak  Rp 4 miliar. Sudah. Akan diselesaikan dari tahun ke tahun. ”Jelaskan masyarakat. Pak wakil ngendikan kekurangan-kekurangan masih ada. Tetapi bagaimana bisa memanage yang baik. Untuk diperbaiki di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Misalnya di Rembang kota. Desa Waru misalnya Ngaguk dilebarkan. Sudah pelebaran. Bukan peningkatan. Yang 3 menjadi 4 meter, 4 meter jadi 5 meter. Itu konsep yang dicanangkan. Diminta berikan jawaban konkrit. Terhadap isu-isu di tengah masyarakat.

Kemudian seperti Sale-Mrayun sekira Rp 10 miliar. Lalu Wonokerto menyusul. Termasuk Tahunan sampai daerah gunung juga dicicil Rp 2,5-3 miliar. Jadi mulai ujung timur sampai barat sama-sama mendapat prioritas.

Lanjut di sektor pertanian 2021 target pemerintah 180 ribu yang dibebankan. Tercapai 220 ton. Surplus 40 ton. Dibuat makan lebih se masyarakat Rembang lebih 5 bulan. Artinya surplus tahun lalu untuk ketahanan pangan beras.

Begitupun sama jagung ada 169 ribu ton. Harga sangat bagus. Dulu Rp 2.700, sempat Rp  5.500. Karena basah tembus Ro 3.300. Diambil contoh Karangasem, Bulu sehari 4-5 truck. Belum di kecamatan Gunem dan Sale.

”Pak Wabup soal minyak. Minyak jan-jane kalau fair didistribusikan cara benar tidak kurang. Sudah dihitung. Kebutuhan minyak goreng masyarakat Rembang seminggu 60 ton. Rembang lebih dari itu untuk distribusi,” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro’ sempat menyoroti terkini dinamika kelangkaan minyak goreng. Pasangan Hafidz-Hanies diserang habis-habisan di medsos. Dicek kepala Indakop sudah stabil. Harga bagus. Stok ada.

”Artinya kalau ada yang mempertanyakan ini belum benar-benar cek dilapangan,” pintanya.

Selanjutnya terus berupaya lebih baik dari tahun ke tahun. Tetap memohon doa restu. Terutama organisasi masyarakat, LSM, keagamaan, sosial, NU, MWC, Muhammadiyah. ”Semoga Allah selalu berkahi dan ridhoi niat baik,” doanya. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

REMBANG – Refleksi satu tahun kepemimpinan pemerintahan Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Mochammad Hanies Cholil Barro’ digelar di Pamotan kemarin. Berbagai capaian di bidang infrastruktur, pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga UMKM serta isu kelangkaan minyak jadi topik.

Acara refleksi dihadiri ketua partai politik pendukung, pasangan Hafidz-Hanies. Mulai Ketua DPC PPP, Zaimul Umam, Ketua DPC PDI-P, Ridwan dan ketua DPC PKB Rembang, Gus Wabup Hanies. Sekda, asisten, staf ahli, kepala OPD camat, ketua paguyuban tingkat kecamatan yang hadir.

Serta segenap tim pemenangan Hafidz-Hanies, baik tingkat kabupaten maupun kecamatan, relawan. Termasuk kader parpol PDI-P. PKB, PPP dan Golkar.

Dalam sambutanya Hafidz bersyukur bisa kumpul dalam suasana akrab. Karena ingin ingat satu tahun lalu, bagaimana tim memproses akidah besar di kabupaten Rembang. Yakni pemenangan pasangan Hafidz-Hanies.

”Tentu setahun waktu yang pendek. Tetapi hari ini ingin memastikan. Bahwa juga harus bertanggung jawab terhadap pemerintahan Hafidz-Hanies yang Gemilang. Karena yang mendorong memimpin Rembang,” ungapnya.

Apapun yang disampaikan semua bertanggung jawab. Baik secara moral maupun material. Tentu melalui saluran birokrasi. Ada Sekda, para asisten, kepala OPD, camat hingga kepala desa. Semuanya saluran yang mampu untuk memfasilitasi masyarakat di dalam membangun Rembang sesuai visi dan misi yang dipaparkan.

Ini penting disampaikan. Agar soliditas pemerintah yang sejak awal komitmen mendukung terus diwujudkan. ”Lima tahun harus ada capaian-capaian. Karena panjenengan juga jadi sasaran masyarakat. Yen enek opo-opo ora genah pemerintahan, mesti panjenengan yang disasar. Deloko bupati dan wakil bupati. Misale jalan rusak. Harus ikut bertanggung jawab. Harus,” pesannya.

Tim diminta memberikan pemahaman. Dijabarkan seperti jalan kabupaten jumlahnya panjang 584 km. Itu jalan antar kecamatan. Untuk antar desa ribuan kilo. Jalan kecamatan yang baik baru 71 persen. Rusak ringan 8 sekian ringan, rusak berat cukup banyak 19 persen.

Jadi perlu dijelaskan. Supaya tidak sedikit-sedikit ditanam pisang. Lalu kritik kenapa pilih bupati, suruh turun aja.  Nanti Rembang selamanya tidak bagus. Maka diminta tim bisa membantu menjelaskan.

”Jalan kabupaten 584 km. 71 persen atau kisaran 419 km sudah baik semua. Itu tetap diteruskan. Tahun 2022 segera tindaklanjuti. Melalui pos-pos yang ada,” komitmenya.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Pelaku Perjalanan di Rembang bakal Di-Labeling

Diberikan contoh jalan Pamotan-Gunem, Sulang-Banyuurip, Sarang depan pasar sampai Lodan, bahkan tidak tanggung-tanggung anggaran Rp 22,5 miliar. Lalu dari barat, Sumber-Sekaranarum nilainya Rp 3 miliar. Sekararum sampai Dresi perbatasan Rp 7 miliar.

Kemudian Tambangagung sampai embung Wiroto. Juga sudah dianggarkan Rp 5 miliar, lalu Karangsekar sampai Banggi Petak  Rp 4 miliar. Sudah. Akan diselesaikan dari tahun ke tahun. ”Jelaskan masyarakat. Pak wakil ngendikan kekurangan-kekurangan masih ada. Tetapi bagaimana bisa memanage yang baik. Untuk diperbaiki di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Misalnya di Rembang kota. Desa Waru misalnya Ngaguk dilebarkan. Sudah pelebaran. Bukan peningkatan. Yang 3 menjadi 4 meter, 4 meter jadi 5 meter. Itu konsep yang dicanangkan. Diminta berikan jawaban konkrit. Terhadap isu-isu di tengah masyarakat.

Kemudian seperti Sale-Mrayun sekira Rp 10 miliar. Lalu Wonokerto menyusul. Termasuk Tahunan sampai daerah gunung juga dicicil Rp 2,5-3 miliar. Jadi mulai ujung timur sampai barat sama-sama mendapat prioritas.

Lanjut di sektor pertanian 2021 target pemerintah 180 ribu yang dibebankan. Tercapai 220 ton. Surplus 40 ton. Dibuat makan lebih se masyarakat Rembang lebih 5 bulan. Artinya surplus tahun lalu untuk ketahanan pangan beras.

Begitupun sama jagung ada 169 ribu ton. Harga sangat bagus. Dulu Rp 2.700, sempat Rp  5.500. Karena basah tembus Ro 3.300. Diambil contoh Karangasem, Bulu sehari 4-5 truck. Belum di kecamatan Gunem dan Sale.

”Pak Wabup soal minyak. Minyak jan-jane kalau fair didistribusikan cara benar tidak kurang. Sudah dihitung. Kebutuhan minyak goreng masyarakat Rembang seminggu 60 ton. Rembang lebih dari itu untuk distribusi,” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro’ sempat menyoroti terkini dinamika kelangkaan minyak goreng. Pasangan Hafidz-Hanies diserang habis-habisan di medsos. Dicek kepala Indakop sudah stabil. Harga bagus. Stok ada.

”Artinya kalau ada yang mempertanyakan ini belum benar-benar cek dilapangan,” pintanya.

Selanjutnya terus berupaya lebih baik dari tahun ke tahun. Tetap memohon doa restu. Terutama organisasi masyarakat, LSM, keagamaan, sosial, NU, MWC, Muhammadiyah. ”Semoga Allah selalu berkahi dan ridhoi niat baik,” doanya. (ali)






Reporter: Wisnu Aji

Most Read

Artikel Terbaru

/