alexametrics
26.5 C
Kudus
Tuesday, May 17, 2022

Soal Pemindahan Pasar Rembang, Pedagang Pasar Geruduk Pengelola

REMBANG – Pemindahan Pasar Rembang masih berpolemik. Pedagang merasa digiring agar menyetujui program tersebut. Melalui permintaan tanda tangan yang dilakukan oleh pengelola pasar.

Kamis (27/1), para pedagang mendatangi kantor pengelola yang berada di lantai II area depan Pasar Rembang itu. Mereka meminta kejelasan terkait hal ini. Pihak Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM (Dinindagkop UKM) Rembang juga hadir dalam pertemuan kemarin.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Rembang Rifan menyampaikan setelah pertemuan kemarin pihak Dinindagkop berharap ke depan ada koordinasi yang lebih baik. Terkait dengan permintaan tanda tangan tersebut, ia mengaku belum mengetahui persis berapa jumlah pedagang yang dimintai tanda tangan. Hanya saja, ada tiga lembar yang berisi nama-nama dan tanda tangan pedagang.


“Saya tidak menanyakan jumlahnya. Sepertinya tiga lembar. Satu lembarnya berapa tadi saya tidak tahu,” jelasnya.

Ia meminta ke depan ada komunikasi intens antara pengelola pasar dan pedagang. Agar memberikan metode pengelolaan yang sesuai. Menurutnya, kondisi pedagang saat ini tertekan dengan adanya permintaan tanda tangan yang mengarah kepada pernyataan sikap itu.

Baca Juga :  Terdakwa Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Rembang Belum Ajukan Banding

“Petugasnya banyak. Ada juga yang bilang, kalau nanti pasarnya pindah otomatis gugur (jika tidak mau tanda tangan) tidak dapat tempat. Kadang mereka (pedagang) mau berbeda takut,” imbuhnya. Kata Rifan, untuk saat ini pandangan pedagang masih menginginkan pasar dibangun di lokasi saat ini.

Sementara itu, Kepala Dinindagkop UKM Rembanh Mahfudz menyampaikan, pihaknya sudah memberikan informasi terkait rencana pembangunan pasar rembang. Ia menilai, permasalahan kemarin karena terjadi miss komunikasi.

“Selama ini pedagang itu mengklaim semua pedagang menolak untuk dipindah. Padahal dalam dokumen yang sudah di susun secara independen disitu sudah ada kesimpulan pedagang sepakat dipindah,” jelasnya.

Pembangunan pasar menurutnya tidak hanya untuk pedagang. Namun juga bagi masyarakat umum. “Fungsi pemerintah menyediakan sarana prasarana infrastruktur yang baik ini jangan dimaknai hanya untuk orang-orang tertentu,” jelasnya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

REMBANG – Pemindahan Pasar Rembang masih berpolemik. Pedagang merasa digiring agar menyetujui program tersebut. Melalui permintaan tanda tangan yang dilakukan oleh pengelola pasar.

Kamis (27/1), para pedagang mendatangi kantor pengelola yang berada di lantai II area depan Pasar Rembang itu. Mereka meminta kejelasan terkait hal ini. Pihak Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM (Dinindagkop UKM) Rembang juga hadir dalam pertemuan kemarin.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Rembang Rifan menyampaikan setelah pertemuan kemarin pihak Dinindagkop berharap ke depan ada koordinasi yang lebih baik. Terkait dengan permintaan tanda tangan tersebut, ia mengaku belum mengetahui persis berapa jumlah pedagang yang dimintai tanda tangan. Hanya saja, ada tiga lembar yang berisi nama-nama dan tanda tangan pedagang.

“Saya tidak menanyakan jumlahnya. Sepertinya tiga lembar. Satu lembarnya berapa tadi saya tidak tahu,” jelasnya.

Ia meminta ke depan ada komunikasi intens antara pengelola pasar dan pedagang. Agar memberikan metode pengelolaan yang sesuai. Menurutnya, kondisi pedagang saat ini tertekan dengan adanya permintaan tanda tangan yang mengarah kepada pernyataan sikap itu.

Baca Juga :  Terdakwa Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Rembang Belum Ajukan Banding

“Petugasnya banyak. Ada juga yang bilang, kalau nanti pasarnya pindah otomatis gugur (jika tidak mau tanda tangan) tidak dapat tempat. Kadang mereka (pedagang) mau berbeda takut,” imbuhnya. Kata Rifan, untuk saat ini pandangan pedagang masih menginginkan pasar dibangun di lokasi saat ini.

Sementara itu, Kepala Dinindagkop UKM Rembanh Mahfudz menyampaikan, pihaknya sudah memberikan informasi terkait rencana pembangunan pasar rembang. Ia menilai, permasalahan kemarin karena terjadi miss komunikasi.

“Selama ini pedagang itu mengklaim semua pedagang menolak untuk dipindah. Padahal dalam dokumen yang sudah di susun secara independen disitu sudah ada kesimpulan pedagang sepakat dipindah,” jelasnya.

Pembangunan pasar menurutnya tidak hanya untuk pedagang. Namun juga bagi masyarakat umum. “Fungsi pemerintah menyediakan sarana prasarana infrastruktur yang baik ini jangan dimaknai hanya untuk orang-orang tertentu,” jelasnya. (vah/ali)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/